Baru-baru ini, BABYMONSTER comeback dengan lagu terbaru mereka yang bertajuk “Stuck in the Middle”. Lagu tersebut menunjukkan perubahan dari konsep khas mereka.
Dalam video musik yang dirilis pada tanggal 31 Januari, Ruka, Pharita, Asa, Ahyeon, Rami, Rora, dan Chiquita membenamkan diri dalam peran makhluk seperti peri yang dikelilingi oleh taman dunia lain yang mempesona.
Saat perilisannya, ada beragam pendapat beredar mengenai konsep baru BABYMONSTER. Meski membawakan warna musik yang berbeda dibandingkan lagu debut mereka “Batter Up”, “Stuck in the Middle” masih belum berhasil membuat publik terkesan seperti yang diharapkan.
Di Korea, BABYMONSTER tak lagi muncul di tangga lagu. Meskipun memiliki jumlah penayangan YouTube yang relatif tinggi, yaitu 34 juta penayangan dalam 7 hari setelah dirilis, banyak pendapat yang menyatakan bahwa angka tersebut sebagian besar berasal dari iklan.
Dikatakan bahwa YG Entertainment belum banyak terlibat dalam aktivitas promosi untuk “Stuck in the Middle”. Baru-baru ini, BABYMONSTER merilis versi performance dari lagu barunya.
Sementara itu, di media sosial, netizen ramai membicarakan tentang konsep dreamy dan feminin yang diusung BABYMONSTER, serta pembagian lirik di antara para member.
Mirip dengan BLACKPINK, BABYMONSTER juga menghadapi kontroversi karena YG Entertainment mendistribusikan lirik lagunya secara tidak merata, sehingga menganggap agensi pilih kasih terhadap member.
Mengutip dari KBIZoom, dalam lagu “Stuck in the Middle”, member yang bernyanyi paling banyak adalah Rami dengan durasi 28,9 detik, disusul Chiquita yaitu 22,2 detik.
Selanjutnya, Rora, member yang terkenal dengan kehebatan vokalnya, hanya memiliki waktu bernyanyi 11,2 detik, sedangkan duo rap Asa dan Ruka memiliki durasi masing-masing 9,4 dan 8,7 detik.
Distribusi lirik yang tidak merata untuk lagu “Stuck in the Middle” membuat sebagian netizen Korea tidak puas. Rami, yang dianggap sebagai vokalis utama grup, dianggap wajar jika ia mendapat waktu bernyanyi paling banyak.
Namun, netizen menganggap durasi menyanyi Chiquita terlalu banyak, mengingat Chiquita lebih dikhususkan dalam aspek dance, sedangkan lagu tersebut bernuansa ballad dan tidak membutuhkan tarian.
Sementara itu, Rora, yang menonjol sebagai pendatang baru karena kehebatan vokalnya, durasi menyanyinya justru berada di peringkat terbawah, menimbulkan perdebatan bahwa YG Entertainment terlalu fokus pada Chiquita.
Lebih lanjut, banyak pendapat yang menyebutkan bahwa YG Entertainment menyia-nyiakan bakat duo rapper Jepang Asa dan Ruka. Kedua member ini mendapat perhatian paling besar dari penggemar internasional selama masa promosi.
Meskipun “Stuck in the Middle” pada dasarnya adalah lagu yang menonjolkan vokal, duo rapper tersebut dengan lancar menyanyikan bagian mereka dan menjadi viral di media sosial.
Bagaimana menurutmu?
Baca Juga
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?
-
Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui
-
Green Mothers' Club: Obsesi pada Anak Berprestasi dalam Standar Parenting
-
Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural
Artikel Terkait
Entertainment
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027
-
Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance
-
Jung Chaeyeon Perankan 3 Karakter di Drakor M: Reboot, Siap Tayang 2027
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam