Drama Korea garapan tvN "Queen of Tears" yang tayang perdana pada 9 Maret lalu mendulang rating tinggi untuk dua episode pertamanya.
Mengutip dari Soompi, menurut data Nielsen Korea, episode pertama “Queen of Tears” mencetak rata-rata rating nasional sebesar 5,9 persen, sedangkan episode kedua memperoleh rating 8,7 persen, sukses menarik perhatian dari penonton.
Secara garis besar, “Queen of Tears” menceritakan tentang pasangan suami istri yang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda.
Meski mendapatkan rating yang tinggi, ada beberapa adegan yang menuai kritikan dari penonton sebagai bahan evaluasi untuk tim produksi.
Melanjutkan cerita dari episode pertama, “Queen of Tears” episode 2 diawali dengan adegan dramatis yang melibatkan Baek Hyun Woo (Kim Soo Hyun). Dia terkejut mendengar istrinya, Hong Hae In (Kim Ji Won), mengidap penyakit langka dan hanya memiliki sisa hidup tiga bulan lagi.
Namun, sebenarnya Baek Hyun Woo sama sekali tidak sedih. Dia justru merasa senang karena istrinya divonis segera meninggal, sampai dia bersikeras agar istrinya diperiksa ulang untuk memastikan apakah istrinya benar-benar hanya akan hidup tiga bulan lagi.
Baek Hyun Woo yang sudah lama tertekan dengan kehidupan rumah tangganya, melihat hal ini sebagai kesempatan untuk meninggalkan keluarga istrinya tanpa bercerai sekaligus untuk menghindari perselisihan hukum.
Paruh pertama episode 2 diisi dengan situasi lucu saat Hyun Woo mencoba bersikap terlalu intim dan peduli terhadap Hae In. Sahabatnya, seorang pengacara perceraian, menyarankan Baek Hyun Woo untuk memperbaiki hubungan dengan istrinya untuk mewarisi kekayaannya.
Tingkah aneh Baek Hyun Woo tersebut membuat Hong Hae In curiga sekaligus geli. Dia percaya bahwa suaminya benar-benar peduli padanya.
Setelah episode tersebut dirilis, beberapa penonton mengungkapkan ketidaknyamanannya. Banyak yang tidak menyukai cara penulis naskah memasukkan humor yang terlalu canggung dan tidak sensitif, seperti Baek Hyun Woo yang berharap istrinya mati.
“Aku tahu itu sengaja mengubah banyak detail menjadi komedi, tapi tetap saja, canggung melihat sang suami mengetahui istrinya hanya punya waktu tiga bulan lagi untuk hidup, tidak merasa sedih melainkan bahagia dan menantikannya,” tulis salah satu penonton.
“Meskipun dia tidak menyukai istrinya, melihatnya akan mati dan merasa bahagia karenanya itu aneh. Lagi pula, dia tidak melakukan apa pun yang pantas untuk dibenci,” sahut penonton lain.
“Episode 1 sepertinya baik-baik saja, mengapa episode 2 begitu canggung?” penonton lainnya menimpali.
Bagaimana menurutmu?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengenal ANBK: Penjelasan, Fungsi, dan Jadwal Pelaksanaannya Selama 2024
-
Cara Cek Jumlah Pelamar CPNS 2024, Instansi Mana yang Banyak Peminat?
-
Bergenre Thriller, Intip Pemeran Utama Drama Korea 'Such a Close Traitor'
-
Usung Genre Misteri, Intip 5 Pemeran Utama Drama Korea Bertajuk Pigpen
-
Sinopsis 'Love on a Single Log Bridge', Drama Korea Terbaru Joo Ji Hoon
Artikel Terkait
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
'Weak Hero Class 2' Tayang April, Kelanjutan Kisah Yeon Si Eun di SMA Baru!
-
First Impressions Drama 'Korea The Divorce Insurance', Worth It Gak Sih?
-
'Yumi's Cells' Kembali dengan Season 3, Kim Go Eun Kembali Memerankan Yumi
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?