Mooner adalah sebuah supergrup asal Bandung yang dibentuk oleh empat musisi yang telah dikenal luas dari band-band sebelumnya. Mereka adalah Rektivianto Yoewono dari The Sigit (bass dan produser), Absar Lebeh dari The Slave (gitar), Marshella Safira dari Sarasvati (vokal), dan Prama Kusuma dari Sigmun (drum), yang sudah akrab di telinga para pecinta musik Indonesia. Band ini mengusung genre Heavy Rock dan dikenal dengan lirik-lirik yang unik, jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Salah satu hal yang membuat Mooner menonjol adalah lirik-lirik mereka yang kaya dan jarang ditemukan dalam lagu-lagu lain. Dengan pilihan diksi yang tak lazim, lagu-lagu mereka mengajak pendengar untuk menggali makna lebih dalam. Misalnya, dalam lagu "Ingkar", liriknya menciptakan jembatan antara kenyataan dan khayalan, mendorong imajinasi pendengar untuk menjelajah.
Dalam lagu “Ingkar” Mooner mencoba menawarkan nada-nada yang sangat merangsang pemikiran, menjelajahi batasan nalar dan menciptakan jembatan antara kenyataan dan khayalan. Gitar dengan suara crunch yang tajam, disusun dalam pola teknik tutti, membangun aransemen lagu ini menjadi ajakan bagi pendengarnya untuk terlibat dalam nada-nada repetitif yang menghipnotis, setidaknya selama lima menit durasi lagu.
Intro lagu yang berlangsung selama empat puluh lima detik memulai dengan dinamika perlahan hingga mencapai klimaks yang membawa kita masuk ke ruang vokal. Suara yang berlapis, meskipun menggunakan notasi yang sama, tetap memberikan nuansa yang berbeda, ditambah dengan efek delay di akhir liriknya.
Dari segi lirik, meskipun terdapat penggunaan diksi yang mungkin terasa asing bagi pendengar awam, hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Interpretasi yang liar oleh pendengar bisa menambah keasyikan saat lagu beralih ke modulasi dengan tempo yang lebih cepat.
Lirik terakhir, “nyanyian lodoh, tuk kaum koplo,” disampaikan dengan vokal yang innocent namun energik, menciptakan semacam babak kedua dari klimaks sebelumnya.
Aspek atmosferik dari komposisi lagu “Ingkar” juga diperkuat oleh visualisasi dalam klip musiknya. Sosok misterius yang dibalut kain merah menambah elemen imajinatif dari lagu ini, dikelilingi oleh pemandangan indah yang juga merangsang pikiran penonton. Kombinasi antara musik dan visual menjadi pengalaman seni yang menawan.
Saat lagu memasuki tiga menit, permainan gitar menjadi lebih agresif di bagian interlude. Kombinasi antara melodi dan ritme yang dinamis menciptakan komposisi yang menarik dan penuh energi, memberikan “pukulan” kuat di setiap notasinya. Ini menghasilkan sensasi adiktif bagi pendengar, karena setiap notasi terasa mudah diingat, meski pola-pola tersebut diulang.
Menuju akhir lagu, Mooner memperlambat tempo dan memberikan ruang kosong dalam aransemen, sebelum menutup dengan permainan drum yang kuat, diakhiri oleh semua instrumen yang sebelumnya beraksi liar di sepanjang lagu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Narasi Politik yang Setengah Jadi di Balik Kampanye Sekolah Gratis
-
Hak atas Pendidikan dan Biaya Tersembunyi yang Melanggarnya
-
Kartini Melawan Objektifikasi Konten dan Kekerasan Gender di Era Digital
-
Kartini dan Buruh Perempuan di Era Industri Modern
-
Remaja Apatis Politik atau Sistem yang Tidak Memberi Ruang Partisipasi?
Artikel Terkait
-
3 Pemain Persib yang Terancam Absen saat Hadapi Lion City Sailors di ACL 2 Malam Ini
-
Heboh Pacar Pemain Persib Bandung Dituding Selingkuh dengan Striker Timnas Indonesia
-
Persib Bandung Bidik Kemenangan Pertama Atas Lion City Sailors dalam ACL 2
-
Harta Kekayaan Rini Widyantini, 34 Tahun Mengabdi Sebagai PNS Kini Jadi Menteri PANRB
-
Tampilkan Musisi Lintas Generasi, Begini Kemeriahan Jazz Gunung Burangrang
Entertainment
-
Bungo Stray Dogs Wan! 2 Tayang Juli 2026, Deretan Karakter Baru Hadir
-
Suka Perfect Crown? Ini 5 Drama Tema Kerajaan Modern yang Tak Kalah Seru
-
5 Drama China Trope Friends to Lovers, Ada You Are My Lover Friend
-
Ronce Melati Siraman Syifa Hadju Viral, Didiet Maulana Beri Izin Ditiru?
-
Bertabur Bintang, Netflix Umumkan Jajaran Pemain untuk Film The Generals
Terkini
-
Trauma dan Beban Mental yang Ditularkan Lewat Film Grave of the Fireflies
-
5 Toner Pad Willow Bark untuk Kulit Halus, Bebas Pori, dan Matte
-
Teka-Teki Kepergian Bapak
-
Andai Kita Bisa Kembali ke Masa Kecil: Pahitnya Jadi Dewasa di Lima Cerita
-
Laboratorium Harapan: Taktik Anak Pertama Meracik Masa Depan di Tengah Batas