Bagaimana pedihnya hati dan lukanya perasaan seorang wanita calon pengantin, ketika detik-detik prosesi akad nikah, tiba-tiba muncul seseorang tak dikenal menyebut sebagai istri sah laki-laki yang akan melangsungkan akad, bahkan juga mengaku sedang mengandung anak darinya?
Inilah yang dirasakan oleh Medya calon istri Erlangga dalam Novel Cintai Aku Sekali Lagi. Baju pengantin telah dipesan.
Undangan telah tercetak dan siap dibagikan kepada seluruh teman dan relasinya.
Tak hanya itu, bahkan ibunya sampai pingsan beberapa kali karena kepayahan mengurus persiapan pernikahan Medya dan Erlangga.
Meski kesehatan ibunya tidak begitu baik, namun ia semangat sekali mengurus segala persiapan pernikahan putrinya bersama laki-laki pujaannya yang ternyata justru mengkhianatinya.
Semua telah siap, namun berantakan karena kehadiran seorang wanita di depan pintu rumah saat Medya sibuk mengetik daftar undangan. Wanita itu bernama Rena.
Rambutnya panjang, tubuhnya langsing, wajah putihnya terlihat agak pucat, dan tak mampu menyembunyikan garis-garis kusam hitam di bawah mata dan sekitar dahinya.
Rena datang ke rumah Medya memakai baju longgar dan menyembunyikan sesuatu di balik pakaian itu.
Setelah mengaku sebagai istri sah dan sedang mengandung anak dari Erlangga, Rena lalu berlari keluar, menyetop taksi dan menghilang dari pandangan.
Sebelum beranjak keluar, Rena melemparkan sebuah amplop yang tidak tertutup rapat ke arah Medya. Setelah Medya membuka isi amplop tersebut, jemarinya gemetar.
Ia tiba-tiba merasa seluruh langit-langit rumahnya runtuh di atas kepalanya.
Surat itu berisi keterangan dokter yang menyatakan bahwa Rena benar-benar hamil empat bulan.
Medya menyimpan amarah besar kepada Erlangga. Ia tak menyangka punya wanita lain di belakang.
Medya sangat terpukul sebab saat itu ia juga sedang mengandung benih Erlangga yang masih berusia beberapa minggu. Medya bingung sebingung-bingungnya.
Ia tak ingin mengatakan itu semua kepada ibu dan kakak perempuannya.
Namun di sisi lain, Medya juga tak ingin melanjutkan pernikahan dengan Erlangga.
Dengan segala resiko, Medya kabur dari rumah menuju kota metropolitan.
Di kota inilah, akhirnya Medya merasa tenang jauh dari Erlangga dan melahirkan anak pertamanya, Dimas, dengan seorang diri.
Tujuh tahun Medya tak pulang kampung. Tanpa kabar, sebab khawatir masih dikejar-kejar oleh laki-laki yang mengkhianati cinta tulusnya.
Tak hanya itu, bahkan Medya tak tahu saat sang ibu mengembuskan napas terakhir.
Membaca novel karya Krisni Dinamita ini sungguh membuat perasaan diobok-obok. Kesal dan kasihan bercampur baur.
Tak jarang air mata menganak sungai ketika larut dalam sajian kisahnya. Lembar demi lembar mengandung bawang.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Cintai Aku Sekali Lagi
Penulis: Krisni Dinamita
Penerbit: C Publishing (Bentang Pustaka)
Cetakan: I, Juli 2005
Tebal: 168 Halaman
ISBN: 979-3062-64-9
Baca Juga
-
5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!
-
Vivo S2 5G Resmi Hadir, Usung Baterai 7.050 mAh dan Bodi Tangguh untuk Aktivitas Ekstrem
-
Jangan Asal Cas! Ketahui 9 Tips Jitu Bikin Baterai Android Awet Seharian
-
Membaca Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Bahasa yang Mencerminkan Pikiran
-
Melihat Pengarang Tidak Bekerja: Ketika Musuh Terbesar Penulis Adalah Dirinya Sendiri
Artikel Terkait
Entertainment
-
Durasi Capai 135 Menit, Film Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Franchise
-
Studio Passione Garap Anime Gourmet Berjudul I Love Dokagui! Mochizuki-san
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis
-
Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak
-
CEO Muda x Intern Senior, Film Korea The Intern Tayang September di Bioskop
Terkini
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Menjaga Amanah Wakaf Hijau: Niat Mulia Jangan Mangkrak di Atap Masjid
-
Drama Law School, Perjuangan Mahasiswa Hukum Membongkar Misteri Pembunuhan
-
Mengenal Fenomena 'Deskilling': Benarkah AI Perlahan Menurunkan Keterampilan Berpikir Manusia?
-
Aturan BPJS vs Ekspektasi Pasien: Siapa yang Sebenarnya Perlu Disalahkan?