Setelah bertahun-tahun terjebak dalam ketidakpastian dan berbagai penundaan, proyek film Sleeping Dogs yang dibintangi Donnie Yen kini dipastikan batal. Film ini pertama kali diumumkan pada 2017 dengan Original Film dan DJ2 Entertainment sebagai rumah produksi.
Namun setelah pengumuman tersebut, hampir tidak ada perkembangan berarti sehingga harapan akan realisasi film ini semakin pudar seiring berjalannya waktu.
Meski sempat muncul pembaruan kecil mengenai kabar tentang sutradara potensial dan pernyataan Donnie Yen pada 2018 yang menyebut upayanya untuk mendorong proyek ini, pada kenyataannya tidak ada langkah konkret yang dilakukan.
Dalam wawancara terbaru bersama Polygon, Donnie Yen memberi kabar kurang menyenangkan terkait proyek film Sleeping Dogs.
"Saya menghabiskan banyak waktu dan melakukan banyak pekerjaan dengan para produser ini, bahkan saya menginvestasikan sebagian uang saya sendiri untuk mendapatkan draf-draf dan beberapa haknya. Saya menunggu bertahun-tahun. Bertahun-tahun. Dan saya benar-benar ingin melakukannya," ungkap Donnie Yen, dikutip pada Senin (13/1/2025).
"Saya punya banyak visi di kepala saya, dan sayangnya… saya tidak tahu, kalian tahu sendiri kan bagaimana Hollywood itu? Saya menghabiskan banyak sekali waktu untuk itu. Ini adalah hal yang sangat disayangkan. Yah, kita lanjut ke hal-hal yang lebih baik," sambungnya.
Berbagai upaya yang telah ia lakukan untuk mewujudkan proyek ini, termasuk mencari alur cerita yang tepat agar bisa diadaptasi dengan baik. Namun pada akhirnya, ia memutuskan untuk meninggalkan proyek tersebut setelah upayanya tidak membuahkan hasil.
Keputusan Donnie Yen untuk mundur dari proyek film Sleeping Dogs setelah bertahun-tahun mencoba mewujudkannya menjadi semakin disayangkan jika melihat tren adaptasi video game yang sukses dalam beberapa tahun terakhir.
Dari serial televisi seperti Yakuza, Fallout,The Last of Us, sampai film layar lebar seperti Uncharted dan franchise Sonic the Hedgehog, jelas bahwa stigma kegagalan adaptasi video game mulai memudar.
Jika produksinya berjalan sesuai rencana, adaptasi Sleeping Dogs kemungkinan besar memiliki peluang besar untuk sukses di tengah popularitas genre ini.
Sementara itu, Donnie Yen tampil di film terbaru The Prosecutor, ia menjadi sutradara sekaligus aktor utama. Selain Donnie Yen, film ini dibintangi oleh Julian Cheung, Michael Hui, Francis Ng, dan MC Cheung Tin-fu.
Dalam kisahnya, seorang pemuda miskin dituduh melakukan perdagangan narkoba setelah ditipu. Seorang mantan jaksa pun menyelidiki kasus ini, mengungkap skema tim pengacara yang korup, dan mengupayakan keadilan meskipun ada hambatan dari kekuatan besar yang jahat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Netflix Rilis Trailer The Gentlemen Season 2, Siap Tayang 3 September
-
Dibintangi Margaret Qualley, Remake Film Possession Tayang Juni 2027
-
Dituding Palsukan Kehamilan, Anne Hathaway Beri Balasan Menohok
-
3 Hari Tayang, Film The Last House Melesat Puncaki Top 10 Netflix Global
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
Artikel Terkait
-
9 Film Bioskop Januari 2025 yang Bisa Jadi Hiburan Kamu di Awal Tahun
-
4 Rekomendasi Film Spanyol Karya Oriol Paulo, Penuh dengan Plot Twist!
-
Cinta Nggak Kenal Kasta! Pelajaran Sarat Makna dari Film Ambyar Mak Byar
-
Peran Pendidik Membentuk Karakter dalam Biografi Film Gemencheh Boy
-
Budget Produksi Bocor, The Odyssey Jadi Film Christopher Nolan Termahal?
Entertainment
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober
Terkini
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan