"20th Century Girl," film Korea Selatan yang dirilis pada tahun 2022 dan disutradarai oleh Bang Woo-ri. Film ini mengisahkan tentang cinta pertama, persahabatan, dan kenangan masa remaja yang menggetarkan hati.
Berlatar tahun 1999, film ini membawa penonton dalam perjalanan nostalgia penuh emosi, menampilkan perpaduan antara humor, kebahagiaan, dan kepedihan.
Cerita utamanya berfokus pada karakter utama, Na Bo-ra, seorang gadis remaja berusia 17 tahun yang rela melakukan apa saja demi sahabatnya, Yeon-du.
Na Bo-ra (Kim Yoo-jung), adalah gadis yang ceria dan pemberani. Yeon-du, sahabatnya, jatuh cinta pada seorang siswa bernama Baek Hyun-jin.
Namun, karena harus pergi ke Amerika Serikat untuk operasi jantung, Yeon-du meminta Bo-ra untuk mengamati dan memberikan laporan tentang Hyun-jin.
Dalam prosesnya, Bo-ra malah terlibat dengan teman Hyun-jin, yaitu Poong Woon-ho (Byeon Woo-seok). Hubungan mereka yang awalnya didasarkan pada kebetulan berubah menjadi kisah cinta pertama yang manis namun penuh komplikasi.
Salah satu kekuatan terbesar dari film ini adalah bagaimana film ini menangkap suasana era akhir 1990-an. Nuansa vintage ini diperkuat dengan sinematografi yang hangat dan soundtrack yang membawa emosi penonton kembali ke masa lalu.
Kim Yoo-jung tampil luar biasa dalam memerankan Bo-ra. Ia berhasil menangkap esensi seorang remaja yang penuh semangat dan dedikasi terhadap sahabatnya, namun juga menghadapi kebingungan emosional akibat cinta pertamanya.
Chemistry antara Kim Yoo-jung dan Byeon Woo-seok terasa alami dan mampu menyentuh hati penonton. Adegan-adegan mereka bersama dipenuhi dengan momen-momen kecil yang manis dan penuh arti, menggambarkan bagaimana cinta pertama sering kali sederhana namun mendalam.
Selain kisah cinta, film ini juga menyoroti persahabatan yang tulus antara Bo-ra dan Yeon-du. Meskipun terpisah jarak, persahabatan mereka terasa sangat nyata dan penuh kehangatan.
Konflik yang muncul di antara mereka akibat cinta segitiga ini menambah lapisan emosi dalam cerita, tetapi tidak pernah terasa berlebihan atau dramatis.
Sebaliknya, hal ini justru menonjolkan tema utama film, yaitu tentang bagaimana kenangan dan hubungan masa muda membentuk siapa kita di masa depan.
Namun, meskipun 20th Century Girl memiliki banyak kekuatan, ada beberapa momen yang terasa agak lambat, terutama di pertengahan film.
Beberapa penonton mungkin merasa bahwa subplot tertentu kurang digarap dengan mendalam. Meski begitu, kelemahan ini tidak terlalu mengurangi keseluruhan pengalaman menonton, karena emosi dan pesan film tetap tersampaikan dengan baik.
Secara keseluruhan, "20th Century Girl" adalah film yang berhasil menangkap esensi cinta pertama dan persahabatan dengan cara yang indah dan menyentuh hati.
20th Century Girl bukan hanya tentang perjalanan emosional seorang remaja, tetapi juga tentang bagaimana kenangan masa muda tetap hidup di hati kita, membentuk siapa kita di masa kini.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Membedah Sisi Gelap Keadilan Manusia di Ulasan Novel The Hellbound
-
Novel Pukul Setengah Lima, Mencari Pintu Keluar dari Realitas Kehidupan
-
Ulasan Buku Empowered Me, Menjadi Ibu Berdaya Tanpa Kehilangan Identitas
-
Ulasan Novel The Bride Test, Ketulusan Mencintai dalam Ketidaksempurnaan
-
Ulasan Novel Si Putih: Saat Teknologi Menjadi Ancaman dan Kesetiaan Diuji
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis My Name, Film Baru Yeom Hye Ran yang Masuk ke Berlin Film Festival
-
Cetak Sejarah! Film Sinners Borong 16 Nominasi di Ajang Piala Oscar 2026
-
4 Drama Kolaborasi Artis Korea dan Jepang yang Tayang di Netflix
-
Cha Eun Woo ASTRO Diselidiki Dugaan Penggelapan Pajak, Fantagio Buka Suara
-
Resmi, Sydney Sweeney Main Film Adaptasi Novel The Custom of the Country
Terkini
-
4 Serum Polyglutamic Acid untuk Hidrasi Intensif dan Perkuat Skin Barrier
-
500 Days of Summer: Mengapa Cinta Saja Tidak Pernah Cukup
-
5 Body Lotion Susu Kambing, Bikin Kulit Auto Cerah dan Lembap
-
Menelusuri Misteri Buku dan Literasi dalam Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
-
Penerbangan Terakhir: Antara Lelaki Judol dan Wanita Korban Manipulasi