Pemenang Harvey Awards 2025 baru saja diumumkan bersamaan dengan acara New York Comic Con tahun ini, dan manga Witch Hat Atelier karya Kamome Shirahama berhasil memenangkan “Best Manga” di Harvey Awards 2025. Pengumuman siapa saja para pemenang dari tiap kategori disampaikan oleh pihak penyelenggara melalui website resmi dan akun media sosial Instagram @harveyawards.
Sebelum keluar sebagai pemenang di kategori “Best Manga” manga Witch Hat Atelier bersaing ketat dengan beberapa karya manga lain, seperti “The Guy She Was Interested in Wasn’t a Guy at All” karya Sumiko Arai, “The Summer Hikaru Died” karya Mokumokuren, “Tokyo These Days” karya Taiyo Matsumoto, dan “Wind Breaker” karya Nii Satoru.
Dipilihnya manga Witch Hat Atelier sebagai pemenang “Best Manga” oleh para juri dengan alasan manga ini memiliki kombinasi dari aspek seni visual yang memiliki kesan seperti lukisan klasik memberikan nuansa estetika tinggi, alur cerita yang memiliki keseimbangan antara momen tenang hingga konflik yang tidak hanya sekedar pertarungan tetapi konflik sosial, dan karakter dari cerita yang memiliki latar belakang yang kompleks.
Pada tahun 2024, manga Witch Hat Atelier menjadi salah satu nominasi di kategori “Best Manga” di Harvey Awards 2024, namun sayang saat itu manga Delicious in Dungeon karya Ryoko Kui keluar sebagai pemenang “Best Manga”.
Menariknya kemenangan manga Witch Hat Atelier di Harvey Awards tahun ini bukanlah yang pertama, pasalnya pada tahun 2020 manga ini juga berhasil memenangkan penghargaan di kategori yang sama, yaitu “Best Manga”.
Dengan kemenangan kedua kalinya membuktikan bahwa manga Witch Hat Atelier telah dianggap sebagai salah satu manga terbaik secara kritis.
Manga Witch Hat Atelier pertama kali diterbitkan di majalah Monthly Morning Two terbitan Kodansha sejak Juli 2016. Jumlah volume yang telah diterbitkan oleh manga ini hingga April 2025 sebanyak 14 volume dengan 81 bab.
Pada bulan April 2022, diumumkan bahwa serial manga ini mendapatkan adaptasi animenya yang akan diproduksi oleh Bug Films dan disutradarai oleh Ayumu Watanabe, dengan Hiroaki Kojima sebagai produser, Kairi Unabara sebagai desainer karakter, dan Yuka Kitamura sebagai komposer musik.
Adaptasi anime Witch Hat Atelier rencananya akan mulai ditayangkan di tahun 2025, tetapi diubah oleh pihak produksi ke tahun 2026. Perubahan ini dilakukan untuk memberikan waktu lebih untuk pihak produksi menghasilkan kualitas terbaik dari karya ini.
Witch Hat Atelier bercerita tentang sosok Coco, seorang gadis biasa yang terpesona dengan dunia sihir. Ia selalu bermimpi ingin menjadi penyihir meskipun orang-orang disekitarnya mengatakan bahwa hanya orang terpilih saja yang bisa menggunakan sihir.
Pada suatu hari, Coco tidak sengaja menemukan sebuah rahasia besar yang merubah hidupnya. Ia menemukan sihir yang ternyata dapat diciptakan melalui berbagai macam simbol dan gambar khusus. Karena rasa penasaran yang tinggi, Coco mencoba menggambar simbol sihir sendiri– namun apa yang dilakukannya menyebabkan bencana yang menimpa sang ibu.
Dalam keputusasaan, ia diselamatkan oleh seorang penyihir bernaman Qifrey, yang kemudian membawa Coco ke Atelier (bengkel sihir) untuk belajar menjadi seorang penyihir.
Di sana, Coco bersama murid-murid lainnya berlatih sihir, menghadapi ujian, misteri, serta ancaman yang datang dari kelompok rahasia yang ingin menggunakan sihir untuk tujuan terlarang.
Selama perjalanannya, Coco akhirnya menyadari bahwa sihir bukan hanya sekedar sebuah keajaiban yang indah, tetapi juga kekuatan yang membutuhkan tanggung jawab dan pengorbanan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Manga Karya Minoru Toyoda Siap Hadir sebagai Anime Musim Panas 2026
-
Demon Slayer Infinity Castle Raih Animation is Cinema di Astra Film Awards
-
Setelah 20 Tahun, Manga Sekuel Resmi Dragon Quest VII Resmi Diserialkan
-
Rayakan 15 Tahun Debut, LiSA Umumkan Tujuh Rangkaian Proyek Perayaan
-
Dan Da Dan, Chainsaw Man Reze Arc, dan Scarlet Masuk Nominasi Annie Awards
Artikel Terkait
-
Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle Dianugerahi "International Animation Award"
-
PT Pegadaian Raih Indonesia Best CX-EX Strategy Award 2025: Sinergi Pengalaman Pelanggan-Karyawan
-
5 Musisi Paling Banyak Dinominasikan AMI Awards 2025, Ada yang Langganan
-
Kreator Frieren: Beyond Journeys End Hiatus Lagi karena Masalah Kesehatan
-
Konsisten Berkinerja Unggul, BRI Raih 2 Penghargaan Bergengsi dalam Indonesia Economic Summit 2025
Entertainment
-
4 Drama Kolaborasi Artis Korea dan Jepang yang Tayang di Netflix
-
Cha Eun Woo ASTRO Diselidiki Dugaan Penggelapan Pajak, Fantagio Buka Suara
-
Resmi, Sydney Sweeney Main Film Adaptasi Novel The Custom of the Country
-
Sontek 4 OOTD Kekinian ala Ella MEOVV, Cocok Buat Aktivitas Sehari-hari
-
Bikin Marah Besar, Hyoyeon SNSD Ungkap Konflik Masa Lalu dengan Para Member
Terkini
-
4 Serum Polyglutamic Acid untuk Hidrasi Intensif dan Perkuat Skin Barrier
-
500 Days of Summer: Mengapa Cinta Saja Tidak Pernah Cukup
-
5 Body Lotion Susu Kambing, Bikin Kulit Auto Cerah dan Lembap
-
Menelusuri Misteri Buku dan Literasi dalam Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
-
Penerbangan Terakhir: Antara Lelaki Judol dan Wanita Korban Manipulasi