Rumah tangga beauty vlogger dan selebgram ternama Tasya Farasya dengan suaminya, Ahmad Assegaf, kini berada di ujung perjalanan.
Setelah melewati berbagai proses panjang di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, sidang cerai keduanya akhirnya akan mencapai tahap akhir dalam waktu dekat.
Jadwal Pembacaan Putusan Sudah Ditetapkan
Kabar terbaru ini dikonfirmasi langsung oleh Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Dede Rika Nurhasanah, pada Rabu (5/11/2025).
Ia menyebutkan bahwa pembacaan putusan akan dilaksanakan pada 12 November 2025 mendatang, setelah proses musyawarah majelis hakim selesai dilakukan.
“Agenda selanjutnya musyawarah majelis, baca putusan tanggal 12 November,” kata Dede kepada awak media, dikutip dari Suara.com.
Penetapan ini menjadi momen penting setelah beberapa bulan lamanya publik menantikan kejelasan nasib rumah tangga Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf, yang telah menikah sejak tahun 2018.
Proses Sidang Gunakan Sistem E-Court
Menariknya, sidang pembacaan putusan cerai ini tidak akan dilakukan secara langsung di pengadilan. Dede menjelaskan bahwa sidang tetap menggunakan sistem pengadilan elektronik (e-court), sebagaimana tahap-tahap sebelumnya dalam proses perceraian Tasya Farasya.
“E-court juga. (Pembacaan putusan cerai) lewat e-court juga,” jelas Dede Rika Nurhasanah.
Sistem e-court sendiri memungkinkan pihak-pihak yang bersengketa untuk menjalani proses hukum tanpa harus hadir secara fisik di ruang sidang, sebagai bagian dari modernisasi sistem peradilan di Indonesia.
Isi Kesimpulan Tetap Dirahasiakan
Meski seluruh tahap sudah hampir rampung, pihak pengadilan menegaskan bahwa isi dari kesimpulan masing-masing pihak tidak bisa dipublikasikan. Hal ini sesuai dengan aturan yang menjaga kerahasiaan proses peradilan dalam perkara perceraian.
“Ya nggak bisa. Kalau isi, sudah dari awal kami katakan, tidak bisa disampaikan,” tegas Dede.
Dengan demikian, publik hanya dapat menunggu hasil pembacaan putusan resmi untuk mengetahui apakah gugatan cerai Tasya Farasya terhadap Ahmad Assegaf dikabulkan atau tidak.
Akhir dari Perjalanan Panjang
Setelah lebih dari tujuh tahun membangun rumah tangga, Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf akhirnya harus menghadapi babak baru dalam kehidupan pribadi mereka.
Keputusan hakim yang akan dibacakan pada 12 November 2025 nanti menjadi penentu akhir dari hubungan pasangan yang sempat menjadi sorotan publik ini.
Publik kini tinggal menanti satu minggu lagi untuk mengetahui akhir dari perjalanan rumah tangga Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf, yang selama ini dikenal harmonis di depan publik namun diam-diam menghadapi ujian besar di balik layar.
Baca Juga
-
Sinopsis Misty Green, Garapan Chris Rock Tayang 9 November di Netflix
-
Reminders of Him Tayang 10 November, Adaptasi Novel Colleen Hoover
-
Alicia's Law Tayang 11 November di Netflix, Adaptasi Serial The Good Wife
-
Sinopsis The Good Lawyer, Thriller Hukum Laurent Lafitte Hadir 9 November
-
Tayang 5 November, Keira Knightley Kembali Jadi Spy di Black Doves Season 2
Artikel Terkait
-
Ketuk Palu Virtual! Nasib Pernikahan Tasya Farasya Ditentukan 12 November
-
Tahu Konflik di Rumah Tangga, Adik Bersaksi di Sidang Cerai Andre Taulany
-
Raisa Kantongi Nama-Nama Saksi untuk Kuatkan Dalil Gugat Cerai Hamish Daud, Siapa Saja?
-
Pernikahan Berakhir di Pengadilan, Raisa dan Hamish Daud Sudah Berdamai dengan Keadaan
-
Pengacara Raisa Respons Kabar Hamish Daud Selingkuh
Entertainment
-
Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds
-
Penuh Kehangatan, Mark Lee Ungkap Arti Kebahagiaan Sejati di Lagu Happiest
-
Sinopsis Trinity, Serial tentang Ancaman Nuklir dan Konspirasi Global
-
Sinopsis Bad Day, Kisah Seorang Ibu yang Ditimpa Kesialan Bertubi-tubi
-
CODE GEASS: Star Chaser Aspal Umumkan Jadwal Tayang 2027, Seiyuu, dan Staf
Terkini
-
Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?
-
Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil
-
Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik
-
Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4
-
Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat