Citra Fedi Nuril sebagai aktor spesialis peran poligami tampaknya sulit dilepaskan, bahkan di film terbarunya, Pangku. Ekspektasi penonton yang berharap melihat sisi baru sang aktor seketika pupus, berganti senyum geli saat alur cerita kembali mempertemukan Fedi dengan karakter suami beristri lebih dari satu.
Hadi, nama karakternya, adalah pria yang digambarkan baik, meski dilanda rasa sepi. Nuansa peran ini seolah menggemakan kembali gema peran Fedi di film seperti Ayat-Ayat Cinta atau 1 Imam 2 Makmum.
Meski polanya familiar, Fedi memiliki caranya sendiri untuk membuat penonton salah fokus dan terkejut, walau sudah terlanjur menjulukinya 'duta poligami'.
"Sampe bang Reza Rahadian juga milih bang Fedi untuk peran yang ternyata begitu lagi begitu lagi," komentar netizen kesal, dikutip dari Suara.com pada Kamis (13/11/2025).
Reaksi netizen lain tak kalah kocak. Seorang pengguna menuliskan komentar bercanda, menyoroti kebiasaan Fedi yang sering memerankan karakter poligami.
Dengan nada humor, ia menulis, “Emang ya tabiat demen poligami ga ilang-ilang, gue lempar juga lu ke rawa-rawa ya Hadi,” dikutip dari Suara.com pada Kamis (13/11/2025).
Menariknya, Fedi Nuril sendiri menyadari betul persepsi publik terhadapnya. Ia bahkan punya trik jitu untuk mengantisipasi reaksi penonton Pangku.
Melalui akun X pribadinya, ia sempat melontarkan tulisan permintaan bernada canda. "Tolong buzzerin bahwa Hadi itu baik, tapi kesepian aja,” cuitnya pada Sabtu (8/11/2025).
Langkah ini sontak memicu beragam reaksi dari warganet. Ada yang menanggapinya dengan tawa, ada pula yang membenarkan julukan 'duta poligami' memang sudah sangat melekat.
Julukan tersebut seolah menjadi identitas yang tak terpisahkan dari akting Fedi, dan film Pangku menjadi bukti bahwa karakter ini masih bisa mengundang perbincangan warganet, meski sudah sering dijumpai.
Meskipun karakter Hadi terasa familier, pendekatan Fedi dalam memerankannya membuat film ini tetap terasa segar dan menghibur.
Respons penonton di media sosial menunjukkan perpaduan antara keterkejutan dan tawa, membuktikan karakter yang sering diulang tetap memiliki daya tarik tersendiri jika dibawakan dengan cara yang pas.
Baca Juga
-
Dari Lumpur Pantai Baros: Mengubah Aksi Tanam Mangrove Jadi Seni dan Refleksi Diri
-
Lebih dari Sekadar Angkat Senjata, Ini Cara Bela Negara di Kehidupan Sehari-hari
-
Restitusi untuk Korban Tindak Pidana Masih Sulit Direalisasikan
-
Dirut ANTAM dari Eks Tim Mawar, Negara Tutup Mata soal Rekam Jejak HAM
-
Rp17 Miliar Terkumpul, Musisi Indonesia Peduli bagi Korban Bencana
Artikel Terkait
-
Dilema Reza Rahadian saat 'Keadilan (The Verdict)' harus bersaing dengan 'Pangku'
-
Penonton Ketipu Perannya di Film Pangku, Fedi Nuril Langsung Kerahkan Buzzer
-
Fedi Nuril 'Serang' Pihak yang Anggap Soeharto Pahlawan, Warganet Ungkit Undang-Undang
-
Aliff Ali Diduga Poligami Tanpa Izin, Nuning Irpana Lapor Polda Metro Jaya
-
Cerita Fedi Nuril Dituntut Pakai Karinding Buat 'Panggil' Qorin, Sampai Undang Guru Khusus
Entertainment
-
Baekhyun EXO Tampil Perdana di The Kelly Clarkson Show, Debut di TV Amerika
-
Bangkitkan Semangat! Taeyong dan Haechan Rilis Lagu Bitter Sweet (Addiction)
-
Sorachi Umumkan Rilis Manga Baru April Ini, 7 Tahun Setelah Gintama Tamat
-
Park Seo Joon dan Uhm Tae Goo Bintangi Drakor Kriminal Berjudul Born Guilty
-
ENHYPEN Siap Sambangi Jakarta, Gelar Konser pada 23 Januari 2027
Terkini
-
Ferrari F40, Proyek Supercar Terakhir Karya Enzo Ferrari yang Jadi Legenda
-
Dunia Milik Siapa? Bedah Rahasia Penguasa Bareng Noam Chomsky
-
Kabar Duka Dokter Muda Tewas Akibat Campak: Bukan Sekadar Penyakit Anak-Anak!
-
Google Pixel 10a Rilis, HP Google Termurah di Lini Pixel dengan Fitur AI
-
Kenapa Luka Batin Tidak Pernah Hilang? Mengungkap 'Kerak' Trauma yang Membentuk Diri Anda