Polemik mengenai besaran uang bulanan yang diterima Sarwendah dari Ruben Onsu pasca-perceraian semakin memanas. Setelah pihak Ruben Onsu mengklaim adanya nafkah bernilai ratusan juta rupiah yang diserahkan kepada Sarwendah, kubu mantan personel Cherrybelle itu sontak angkat bicara dan membantah pengakuan sepihak tersebut.
Pihak Sarwendah meluruskan bahwa uang yang diserahkan bukanlah nafkah istri, melainkan biaya kebutuhan anak dengan sistem reimburse yang harus ditalangi dulu oleh Sarwendah.
Bantahan ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Abraham Simon dan Chris Sam Siwu dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/11/2025).
Menurut Abraham Simon, anggapan bahwa Sarwendah menerima uang tunai ratusan juta rupiah sebagai nafkah bulanan adalah keliru. Ia menjelaskan, sejak memiliki anak, Sarwendah tidak lagi menerima uang saku khusus sebagai istri dari Ruben Onsu.
"Setelah mempunyai anak, tidak ada lagi uang khusus untuk istri. Yang ada hanyalah uang untuk keperluan anak-anak dan keperluan rumah tangga," terang Abraham Simon sebagaimana diungkap suara.com, Rabu (19/11/2025).
Lebih lanjut, ia membuka fakta mengejutkan mengenai mekanisme pembayaran semua biaya hidup dan kebutuhan tersebut.
"Ya, dan itu semua di-reimburse," tambahnya.
Sistem reimburse ini berarti biaya dibayarkan terlebih dahulu oleh Sarwendah, lantas diajukan tagihannya kepada Ruben Onsu, seolah menepis anggapan bahwa Sarwendah hanya tinggal menerima uang.
Fakta ini menunjukkan bahwa Sarwendah harus menggunakan uang pribadinya terlebih dahulu untuk membayar semua kebutuhan, mulai dari biaya perawatan hingga kebutuhan rumah tangga. Setelah itu, barulah ia mengajukan tagihan kepada mantan suaminya.
"Jadi Sarwendah ini bukannya enggak punya duit untuk membayar, semua dibayar, tetapi reimburse gitu. Ditalangin dulu," timpal Chris Sam Siwu, kuasa hukum lainnya, memperjelas mekanisme yang berjalan.
Kesepakatan di Hadapan Notaris yang Kini Diungkit
Kuasa hukum Sarwendah menambahkan bahwa sistem pembayaran dengan nominal tertentu ini sekaligus besaran nonimal nafkah berjalan bukan karena paksaan, melainkan atas dasar kesepakatan bersama yang telah dibuat di hadapan notaris.
Bahkan, Sarwendah sempat menunjukkan niat baik dengan menawarkan untuk membagi dua biaya-biaya tersebut. Namun, Ruben Onsu sendiri yang secara tegas menolak tawaran tersebut dan menyatakan kesediaan untuk menanggung seluruh biaya.
"Ada chatting-an Wendah dengan RSO menyatakan bahwa 'ini bagaimana, ini biaya mau kita bagi dua?' Lalu RSO bilang, 'tidak usah, saya yang tanggung jawab semua'," beber Chris Sam Siwu.
Pihak Sarwendah sangat menyayangkan mengapa kesepakatan yang berjalan atas dasar komunikasi dan keikhlasan ini kini seolah diungkit kembali. Mereka merasa pihak Ruben Onsu menjadikan isu tersebut sebagai senjata untuk menyudutkan kliennya di mata publik.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Sarwendah Patahkan Tudingan 2 Bulan Jauhkan Anak dari Ruben Onsu, Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Trauma Didatangi Debt Collector atas Tunggakan Ruben Onsu, Sarwendah Curhat Ketakutan
-
Nafkah Sarwendah dari Ruben Onsu Memanas: Uang Bulanan Sistem Reimburse?
-
Sarwendah Bantah Halangi Ruben Onsu, Beberkan Cara Mudah Bertemu Anak: Ayah Tinggal WhatsApp Aku
-
Bak Karyawan di Rumah Sendiri, 2 Artis Ini Terima Nafkah dari Suami Pakai Sistem Reimburse
Entertainment
-
Laris Manis! Konser EXO Planet #6 'EXhOrizon' di Jakarta Resmi Tambah Hari
-
5 Film Baru di Bulan April, Ada The King's Warden dan Project Hail Mary
-
7 Artis Papan Atas Ini Didapuk Jadi Bridesmaids Syifa Hadju, Siapa Saja?
-
ADOR Benarkan Keberadaan NewJeans di Denmark, Comeback Makin Dekat?
-
Park Shin Hye Hamil Anak Kedua, Siap Sambut Kelahiran pada Musim Gugur
Terkini
-
Economy Hingga Universal Basic Income: Beranikah Indonesia Mengubah Konsep UMR 8 Jam Kerja?
-
"Skripsi yang Baik Adalah Skripsi yang Selesai": Curhat Mantan Mahasiswa Si Paling Perfeksionis
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
Rahasia The Power of Habit, Mengapa Niat Saja Tidak Cukup untuk Berubah Jadi Lebih Baik?
-
Novel Damar Kambang, Mencari Kebebasan di Balik Tabir Adat