Member boy group Super Junior baru-baru ini mengonfirmasi kesetiannya pada agensi lamanya SM Entertainment. Meski sang idola kini telah pindah ke agensi baru, Antenna.
Dilansir Allkpop pada Minggu (30/11/2025), Kyuhyun belum lama ini tampil di program variety show 'I Came to Promote, But...' yang ditayangkan di kanal YouTube resmi Netflix Korea. Pada kesempatan tersebut cast dari program 'Three Idiots in Kenya' ikut memeriahkan suasana. Meliputi penampilan dari produser Na Young Seok, Kyuhyun, serta pembawa acara Yoo Byung Jae dan Jonathan.
Dalam episode kali ini 'I Came to Promote, But...' membahas tentang aktivitas ganda Kyuhyun sebagai solois di bawah agensi Antenna. Serta aktivitas grup bersama Super Junior yang masih di-handle oleh SM Entertainment.
Memiliki kontrak ganda dalam beraktivitas, Kyuhyun mengaku tetap setia pada agensi SM Entertainment yang telah membesarkan namanya. Meski ia kini aktif di bawah naungan agensi Antenna saat beraktivitas solo.
"Pink Blood (mengacu pada warna signature agensi SM) masih mengalir deras dalam diriku," sebut Kyuhyun mengakui kesetiannya pada mantan agensinya tersebut.
Tak ingin pilih kasih dan mengecewakan agensi baru, sang idola juga menyebut Yellow Blood kini ikut mengalir dalam dirinya, merujuk pada warna logo agensi Antenna. "Tentu saja Yellow Blood juga mengalir dalam diriku," imbuhnya.
Di lain sisi penampilan Kyuhyun di program variety show 'Three Idiots in Kenya' merupakan bagian dari aktivitas solonya yang diatur oleh agensi Antenna. Menanggapi hal tersebut, Kyuhyun mengaku status kontrak gandanya diatur berdasarkan jadwal dan waktu luang yang ia miliki.
"Hari ini aku bersama Antenna. Aku tidak bisa memilih, aku menyukai semuanya. Jika aku sedang melakukan tur, aku sepenuhnya adalah anggota Super Junior," terang Kyuhyun.
Dedikasi Kyuhyun dalam menjalani perannya sebagai artis solo maupun anggota Super Junior mengundang bahasan tentang bagaimana perasaan sang idola setelah pindah agensi.
Alih-alih menjawab dengan serius, vokalis utama grup Super Junior tersebut justru menggoda host acara, Yoo Byung Jae, yang merupakan pemilik agensi Black Paper (agensi yang menaungi Jonathan) dengan memperingatinya untuk berhati-hati.
Tak lupa ia juga bercanda pada Jonathan dengan mengatakan, "Biasanya saat artis ingin pindah agensi, CEO agensi tersebut akan mengatakan 'Coba saja pindah dan cari tahu sendiri bagaimana perbedaannya.'"
Menanggapi komentar Kyuhyun, Yoo Byung Jae langsung membalas dengan mengatakan ia akan meminta artisnya untuk tidak pindah dari agensi yang ia dirikan. Serta berjanji akan melakukan yang lebih baik lagi untuk mereka.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Rude oleh Hearts2Hearts: Percaya Diri dan Tak Terikat Aturan Konvensional
-
BLACKPINK Bawa Pesan Keberanian dan Persatuan di Comeback Lagu Terbaru, Go
-
Sah! Tiffany SNSD dan Byun Yo Han Resmi Jadi Pasangan Suami Istri
-
Sambut Ultah ke-20 BigBang, Program Good Day Bareng G-Dragon Garap Season 2
-
Usung Pesona Kontras, Intip 3 Konsep Unik Album Debut NCT JNJM 'Both Sides'
Artikel Terkait
-
Kyuhyun Super Junior Kenang Kisah Cinta Pertama di Lagu Like Our First Snow
-
Jeno dan Jaemin NCT Comeback Sebagai Aktor di Drama Wind Up, Tayang 2026!
-
SM Entertainment Beri Klarifikasi Soal EXO-CBX, Tegaskan Dua Isu Berbeda
-
Gandeng Penulis Physical: 100 Netflix, Ma Dong Seok Debut di Variety Show I AM BOXER
-
Choi Siwon Super Junior Tuai Badai Kecaman, Diam soal Gaza tapi Vokal Serang Islam
Entertainment
-
Min Hee Jin Siap Lepas Rp300 Miliar Demi Satukan Kembali 5 Anggota NewJeans
-
Disney+ Dilaporkan Susun Jadwal Tayang Knock-Off, Kim Soo Hyun Comeback?
-
Rude oleh Hearts2Hearts: Percaya Diri dan Tak Terikat Aturan Konvensional
-
Kim So Hyun dan Song Kang Berpotensi Reuni di Drama Romantis White Scandal
-
Tips PDKT Lewat Gelas: Anime Botan Kamiina Siap Bikin Kamu "Mabuk" Cinta di April 2026!
Terkini
-
Serba-serbi Ramadan: Ikhlas Bersedekah atau Butuh Validasi Manusia?
-
Janji Upah Tinggi Berujung Jerat Perdagangan Orang: Membaca Kasus Dugaan TPPO di Serang
-
The Citizen: Luka Imigran Muslim 2001 dan Wajah Amerika di Era Trump
-
Ulasan Novel Animal Farm, Ketika Kesetaraan Hanya Menjadi Ilusi
-
Hustle Culture vs Slow Living: Haruskah Kita Merasa Bersalah Saat Istirahat?