Hayuning Ratri Hapsari | Yas Julia
Potret Aurelie Moeremans (Instagram/aurelie)
Yas Julia

Nama Aurélie Moeremans kembali ramai diperbincangkan publik dalam beberapa waktu terakhir. Bukan karena proyek akting terbarunya, melainkan karena keberaniannya meluncurkan buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.

Lewat buku tersebut, Aurélie membuka fragmen masa lalu yang selama ini jarang ia ungkap ke ruang publik, sekaligus memantik diskusi luas tentang isu child grooming, relasi tidak sehat, dan kesehatan mental penyintas.

Sebagai figur publik yang telah berkarier lebih dari satu dekade, langkah Aurélie ini menjadi sorotan. Ia tidak hanya hadir sebagai aktris, tetapi juga sebagai individu yang berani bersuara melalui tulisan.

Latar Belakang Keluarga dan Kehidupan Pribadi

Aurélie Moeremans memiliki nama lengkap Aurélie Alida Marie Moeremans. Ia lahir di Brussel, Belgia, pada 8 Agustus 1993 dan berusia 32 tahun per Januari 2026. Aurélie merupakan aktris berdarah campuran Belgia dan Indonesia. Ayahnya, Jean Marc Moeremans, diketahui berasal dari Belgia, sementara ibunya, Sri Sunarti, berasal dari Klaten, Jawa Tengah.

Latar belakang multikultural tersebut membentuk Aurélie sebagai pribadi yang terbiasa hidup di dua budaya berbeda. Dalam kehidupan beragama, ia diketahui menganut agama Katolik dan dibesarkan dalam keluarga yang menjunjung nilai spiritual serta nilai toleransi. Aurélie adalah anak sulung dan memiliki seorang adik laki-laki, Jeremie Moeremans, yang juga dikenal sebagai aktor di industri hiburan Tanah Air.

Masa Kecil dan Pengalaman Hidup

Sejak kecil, Aurélie menghabiskan masa kanak-kanaknya di Belgia sebelum kemudian pindah ke Indonesia saat remaja. Perubahan lingkungan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ia beberapa kali menghadapi tekanan sosial, pengalaman perundungan, serta dinamika keluarga yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia.

Pengalaman-pengalaman inilah yang kelak menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Dalam berbagai kesempatan, Aurélie menyebut bahwa masa mudanya dipenuhi kebingungan, rasa takut, dan proses pencarian jati diri. Semua itu kemudian dituangkan secara reflektif dalam buku Broken Strings.

Awal Karier di Dunia Hiburan

Perjalanan Aurélie Moeremans di dunia hiburan dimulai pada 2007. Ia mulai dikenal publik lewat berbagai peran di sinetron dan film Indonesia. Sejak aktif secara profesional pada 2008 hingga sekarang, Aurélie membangun karier yang cukup konsisten sebagai pemeran, penyanyi, dan model.

Namanya kerap diasosiasikan dengan karakter perempuan lembut dan romantis. Namun seiring waktu, Aurélie mulai memilih peran yang lebih beragam dan menantang, menandai proses pendewasaan kariernya di industri hiburan.

Buku Broken Strings dan Keberanian Bersua dengan Masa Lalu

Pada Januari 2026, Aurélie merilis buku memoar Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Buku ini diterbitkan secara independen dan dapat diakses gratis secara daring. Di dalamnya, Aurélie menuliskan refleksi pribadi tentang masa remajanya, termasuk pengalaman kekerasan emosional dan child grooming yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mentalnya.

Aurélie menggunakan nama samaran untuk menggambarkan tokoh-tokoh tertentu dan tidak menyebut individu secara langsung. Ia menegaskan bahwa penulisan buku ini bukan untuk membuka konflik atau menyerang pihak tertentu, melainkan sebagai proses self healing dan bentuk keberanian untuk berdamai dengan masa lalu.

Perilisan Broken Strings memicu diskusi luas di ruang publik. Banyak pembaca mengapresiasi keberanian Aurélie mengangkat isu sensitif yang kerap luput dari perhatian. Buku ini juga membuka percakapan tentang perlindungan anak, relasi kuasa di industri kreatif, serta pentingnya ruang aman bagi penyintas kekerasan untuk bersuara.

Di sisi lain, muncul pula perdebatan mengenai batas antara memoar pribadi dan potensi pencemaran nama baik. Meski demikian, hingga Januari 2026, belum ada putusan hukum terkait isi buku tersebut.

Lewat Broken Strings, Aurélie Moeremans tidak hanya memperkenalkan sisi personal yang selama ini tersembunyi, tetapi juga menunjukkan keberanian untuk tumbuh dan berdamai dengan masa lalu.

Dari aktris multitalenta hingga penulis memoar reflektif, Aurélie kini melangkah ke fase baru dalam hidup dan kariernya. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik sorotan kamera, ada perjalanan manusia yang penuh luka, proses, dan harapan untuk sembuh.