Hayuning Ratri Hapsari | Natasya Regina
Teuku Rassya dan Cleantha Islan (Instagram/teukurassya)
Natasya Regina

Teuku Rassya kini tengah disibukkan dengan rangkaian persiapan menuju hari pernikahannya yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat ini.

Putra sulung Tamara Bleszynski itu tampak antusias menyambut fase baru dalam hidupnya setelah menjalin hubungan selama lima tahun dengan sang kekasih, Cleantha Islan.

Saat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 13 Januari 2026, Rassya berbagi cerita mengenai konsep pernikahan yang telah mulai dimatangkan.

Ia mengungkapkan bahwa acara akan digelar secara indoor di sebuah hotel di Jakarta, dengan mengusung nuansa budaya yang mencerminkan latar belakang masing-masing keluarga.

Lamaran Berjalan Lancar dan Penuh Kebahagiaan

Rassya mengaku bersyukur karena proses lamaran yang telah dilalui sebelumnya berjalan lancar. Acara tersebut dihadiri keluarga besar dari kedua belah pihak, termasuk kehadiran ibu kandungnya, Tamara Bleszynski, sang ayah Teuku Rafly Pasya, serta ibu sambungnya.

"Pastinya bahagia banget. Setelah 26 tahun hidup, akhirnya aku rasa aku sudah mendapatkan pasangan yang cocok. Dan insya Allah ya niatnya sih dalam beberapa bulan ke depan mau nikah," ungkap Teuku Rassya kepada awak media, dikutip dari Suara.com.

Ia menambahkan bahwa momen lamaran menjadi titik penting dalam perjalanan hubungannya.

"Kemarin sudah sempat menjalani acara lamarannya, alhamdulillah didatangin oleh kedua belah keluarga, baik dari sisi aku maupun calon aku. Jadi ya hari yang berbahagialah kemarin," tuturnya.

Menggabungkan Tradisi Aceh dan Budaya Jepang

Salah satu hal yang paling menyita perhatian dari rencana pernikahan Teuku Rassya adalah konsep akulturasi budaya. Ia memastikan prosesi akad nikah akan tetap berpegang pada adat Aceh, sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usul keluarganya.

Di sisi lain, Rassya juga ingin memberi ruang bagi latar belakang tunangannya yang memiliki darah Jepang. Sentuhan budaya tersebut rencananya akan dihadirkan dalam sesi resepsi agar kedua identitas keluarga dapat terakomodasi dengan seimbang.

"Oke, kalau Akad-nya yang pasti sih Aceh. Akad-nya sih lumayan ya tradisional Aceh. Tapi mungkin ada beberapa yang disesuaikan prosedurnya," jelas Rassya.

"Kalau resepsinya sendiri kita masih mikir terus terang, tapi mungkin ada internasional karena dari sisi pasangan aku juga ada keturunan dari Jepang-nya. Jadi coba mengakomodir itulah," lanjutnya.

Persiapan Detail Pernikahan dan Peran Wedding Organizer

Soal teknis acara, Rassya memastikan seluruh rangkaian pernikahan akan berlangsung di Jakarta. Ia mengaku cukup aktif memberikan masukan, terutama terkait desain dan dekorasi. Meski begitu, ia tetap mempercayakan urusan teknis kepada Wedding Organizer agar alur acara berjalan rapi dan sesuai rencana.

"Aku juga baru belajar kan baru pertama kali nikah, alhamdulillah insya Allah juga sekalinya aja gitu kan. Tapi prosesnya ternyata banyak ya yang harus disiapin selama kita mau nikah. Baik itu dari venue-nya, dekornya, itu lumayan menarik sih," katanya.

Restu Penuh dari Keluarga, Terutama Sang Ibu

Keputusan Teuku Rassya untuk melangkah ke jenjang pernikahan di usia 26 tahun mendapat dukungan penuh dari keluarga, terutama dari ibunya. Menurut Rassya, Tamara Bleszynski sudah lama mengenal calon menantunya dan menjalin hubungan yang hangat, meski Cleantha bukan berasal dari kalangan selebritas.

"Mama support banget. Mama juga sudah kenal kan dari awal sama calon istri dan dia sangat support, sangat dekat juga alhamdulillah. Dan ya aku sebagai anak sih happy lah bisa lihat dia bisa dekat sama calon istri," ungkapnya.

Pilih Simpan Rapat Tanggal Pernikahan

Meski persiapan sudah berjalan cukup jauh, Rassya memilih untuk tidak mengungkapkan tanggal pasti pernikahan. Saat ditanya soal kemungkinan bulan April, ia hanya tersenyum dan mengaku ingin menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum hari bahagia tiba.

"Insya Allah lah. Enggak mau pamali gitu, takut kan bahaya katanya," ujarnya singkat.

Menariknya, di tengah kesibukan mempersiapkan pernikahan dengan konsep dua budaya, Rassya mengaku jarang mengalami perbedaan pendapat dengan pasangannya.

Ia memberikan kebebasan bagi Cleantha untuk mengekspresikan ide dan keinginannya dalam merancang acara impian mereka.

Soal Suvenir, Pilih Sederhana dan Tulus

Menutup perbincangan, Rassya menanggapi santai pertanyaan mengenai suvenir pernikahan yang kerap identik dengan kemewahan di kalangan artis. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk pamer, melainkan ingin memberikan sesuatu yang tulus dan sesuai kemampuan.

"Sebisa mungkin pasti aku ngasih apa yang aku bisa, bukan untuk show off atau apapun itu, tapi ya sesuai dengan kemampuan aja sih," pungkasnya.

Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan penuh dari keluarga, Teuku Rassya tampak siap menyambut hari bahagianya dengan konsep pernikahan yang sarat makna dan nilai budaya.