Hayuning Ratri Hapsari | Raysazahra A.M
Film Sinners (Warner Bros. Pictures)
Raysazahra A.M

Film Sinners mencetak sejarah di ajang bergengsi Academy Awards. Academy Awards ke-98 akan digelar pada 15 Maret 2026 di Dolby Theatre, Ovation Hollywood, Los Angeles. Ajang ini akan merayakan pencapaian film-film terbaik yang dirilis pada tahun 2025, salah satunya Sinners.

Dalam pengumuman nominasi Oscar 2026 yang dirilis Kamis pagi waktu setempat, film garapan Ryan Coogler tersebut mencatatkan jumlah nominasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sinners meraih total 16 nominasi, sekaligus memecahkan rekor sepanjang sejarah perhelatan Oscar. Capaian ini melampaui rekor yang sebelumnya dipegang La La Land, All About Eve, dan Titanic, yang masing-masing masuk 14 nominasi.

Berikut daftar lengkap nominasi yang diraih Sinners di Piala Oscar 2026:
Best Picture
Best Directing – Ryan Coogler
Actor in a Leading Role – Michael B. Jordan
Actor in a Supporting Role – Delroy Lindo
Actress in a Supporting Role – Wunmi Mosaku
Original Screenplay – Ryan Coogler
Original Score – Ludwig Göransson
Original Song – “I Lied To You”
Casting – Francine Maisler
Cinematography
Production Design
Costume Design – Ruth E. Carter
Film Editing
Makeup and Hairstyling
Sound
Visual Effects

Menjelang pengumuman nominasi Oscar, Ryan Coogler sempat mengungkap sisi personal di balik proses kreatif film Sinners. Sutradara tersebut mengaku proyek ini membantunya keluar dari bayang-bayang impostor syndrome yang selama ini ia rasakan sebagai pembuat film.

Dalam wawancara terbaru dengan The Hollywood Reporter, Ryan Coogler membandingkan pengalamannya menggarap Sinners dengan proyek-proyek sebelumnya, termasuk film berskala besar seperti Black Panther dan Creed.

Meski kini dikenal sebagai salah satu sutradara paling diapresiasi di generasinya, Ryan Coogler mengaku tekanan yang ia rasakan pada proyek-proyek terdahulu sangat besar.

Di semua pekerjaanku sebelumnya, rasanya selalu seperti, ‘Kalau ini gagal, aku tidak akan pernah bisa bekerja di kota ini lagi’. Tekanan itu mungkin terdengar tidak rasional, tapi juga terasa sangat mungkin terjadi. Risiko kegagalannya besar, dan aku selalu takut dengan dampaknya terhadap masa depanku di industri ini,” ungkap Ryan Coogler, dikutip pada Jumat (23/1/2026).

Ketika mengerjakan Sinners, aku tidak lagi berpikir seperti itu. Aku sudah membuat cukup banyak film. Di proyek ini, rasanya benar-benar seperti pekerjaanku. Aku tidak merasa seperti sedang menipu siapa pun. Rasa impostor syndrome itu berkurang,” ujarnya kembali.

Pendekatan yang lebih lepas dari tekanan tersebut tampaknya berdampak langsung pada hasil akhirnya. Dibandingkan karya-karya Ryan Coogler sebelumnya, Sinners kerap dipandang sebagai proyek yang paling ambisius dan eksperimental. Banyak pihak menilai kebebasan kreatif yang ia rasakan kali ini justru membuka ruang bagi eksplorasi yang lebih berani.

Berlatar tahun 1932, Sinners membuka kisahnya dengan adegan ketika Sammie muncul tiba-tiba di sebuah gereja dalam kondisi penuh luka, tubuh berlumuran darah, sambil menggenggam gitar yang telah rusak.

Cerita lalu mundur sehari sebelumnya. Sammie adalah sepupu dari Smoke dan Stack, saudara kembar yang sama-sama diperankan Michael B. Jordan. Keduanya baru kembali ke Mississippi dari Chicago untuk membuka juke joint milik mereka sendiri.

Bersama Sammie, Stack berkeliling kota untuk menyiapkan malam pembukaan. Bo Chow, pemilik toko kelontong setempat, bersedia menyuplai makanan, sementara istrinya, Grace, membantu membuat papan nama. Mereka juga merekrut Delta Slim sebagai pemain piano, serta Cornbread untuk mengurus keamanan.

Lingkaran orang-orang di sekitar mereka kian bertambah. Sammie mengajak Pearline, perempuan yang menarik perhatiannya. Mary, mantan kekasih Stack, datang tanpa diundang. Di sisi lain, Smoke kembali bertemu Annie, rekan lamanya yang menyimpan sejarah tersendiri.

Malam pembukaan juke joint pun dimulai dengan suasana meriah. Namun segalanya berubah ketika Sammie naik ke atas panggung. Musik yang ia mainkan bukan sekadar hiburan.

Permainannya begitu kuat hingga seolah menembus batas antara dunia orang hidup dan kematian. Tanpa disadari, kekuatan itu justru mengundang kehadiran yang tidak diharapkan dan mengubah pesta menjadi awal dari teror yang tak terelakkan.