Penyanyi solo asal Korea Selatan, Lee Hi (nama asli Lee Ha Yi), tengah menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa agensi pribadi yang ia dirikan telah beroperasi selama lebih dari lima tahun tanpa melakukan pendaftaran resmi kepada otoritas terkait.
Kasus ini menarik perhatian karena berkaitan langsung dengan kepatuhan hukum di industri hiburan Korea yang dikenal memiliki regulasi ketat.
Mengutip dari Allkpop pada Selasa (27//01/2026), agensi tersebut bernama 808Hi Recordings, sebuah one-person entertainment agency yang didirikan pada April 2020.
Berdasarkan catatan korporasi, perusahaan ini awalnya menggunakan nama Lee Hi Co., Ltd. dan dalam beberapa bulan terakhir tercatat telah mengganti nama perusahaan hingga tiga kali. Struktur perusahaan ini juga bersifat kekeluargaan, di mana Lee Hi tercatat sebagai CEO, sementara kakak perempuannya menjabat sebagai direktur internal.
Meski telah berdiri cukup lama, agensi ini baru menyelesaikan pendaftaran sebagai popular culture and arts planning business pada 21 Januari di Kantor Distrik Mapo, Seoul, atau sekitar lima tahun sembilan bulan sejak pertama kali didirikan.
Dalam hukum Korea Selatan, khususnya melalui Popular Culture and Arts Industry Development Act, setiap individu maupun badan usaha yang menjalankan kegiatan manajemen hiburan diwajibkan untuk mendaftarkan usahanya kepada pemerintah daerah setempat.
Aturan ini bertujuan untuk melindungi pelaku industri, artis, serta memastikan tata kelola yang transparan. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi berat, mulai dari hukuman penjara maksimal dua tahun hingga denda sebesar 20 juta won Korea atau sekitar 230 juta rupiah.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan (Ministry of Culture, Sports and Tourism/MCST) sebelumnya telah memberikan masa tenggang atau voluntary registration guidance period hingga akhir tahun lalu.
Kebijakan ini dibuat untuk memberi kesempatan kepada banyak agensi hiburan yang belum terdaftar agar dapat mematuhi hukum tanpa langsung dikenai sanksi administratif. Namun, berdasarkan laporan yang dikutip dari Field News, 808Hi Recordings baru menyelesaikan proses pendaftaran sekitar tiga minggu setelah masa tenggang tersebut berakhir.
Menanggapi pemberitaan yang beredar, pihak manajemen Lee Hi, Duover Entertainment, menyampaikan pernyataan resmi.
Mereka menjelaskan bahwa selama ini Lee Hi menjalankan aktivitas keartisannya di bawah kontrak eksklusif bersama Duover, sehingga baik pihak artis maupun perusahaan tidak menyadari bahwa badan usaha pribadi milik Lee Hi memerlukan pendaftaran terpisah sebagai agensi manajemen hiburan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kelalaian ini terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap prosedur hukum yang berlaku.
Duover juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Mereka mengakui adanya unsur kelalaian dan ketidaktahuan dari kedua belah pihak, baik artis maupun perusahaan.
Selain itu, pihak agensi menyatakan bahwa Lee Hi telah menyelesaikan pendidikan atau pelatihan yang diwajibkan dalam proses pendaftaran dan kini seluruh prosedur administratif telah dirampungkan. Ke depannya, mereka berjanji akan melakukan peninjauan hukum secara lebih menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Dengan berakhirnya masa tenggang pendaftaran dan diumumkannya pengetatan pengawasan oleh MCST, perhatian publik kini tertuju pada kemungkinan langkah administratif yang akan diambil oleh otoritas setempat. Meski pendaftaran telah diselesaikan, fakta bahwa agensi tersebut beroperasi di luar kerangka hukum selama lebih dari lima tahun tetap menjadi catatan penting.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi pelaku industri hiburan, baik artis maupun manajemen, akan pentingnya memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku demi keberlangsungan karier dan industri yang sehat.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
KiiiKiii Rilis Mini Album Kedua Delulu Pack, Usung Pesan Kebebasan Diri
-
Anime Komedi Romantis PonSuka Tayang April, Ungkap Teaser dan Pengisi Suara
-
Arden Cho Dikritik usai Dukung Cha Eun Woo di Tengah Isu Penghindaran Pajak
-
Viral Video Jisoo BLACKPINK 'Diabaikan' di Hong Kong, BLINK Beri Pembelaan Menohok
-
Scenes from Awajima Rilis PV Kedua, Potret Mimpi dan Luka Remaja Panggung
Artikel Terkait
-
CL 2NE1 Diserahkan ke Jaksa Atas Tuduhan Mendirikan Agensi Ilegal
-
Dispatch Buka Suara: Kronologi Agensi Keluarga Cha Eun Woo dan Dugaan Penggelapan Pajak
-
Cha Eun-woo Terseret Dugaan Penggelapan Pajak, Agensi Siap Ikuti Hukum
-
Cha Eun Woo ASTRO Diselidiki Dugaan Penggelapan Pajak, Fantagio Buka Suara
-
Nam Joo Hyuk Resmi Gabung dengan Agensi Fable Company, Siap Buka Babak Baru
Entertainment
-
Rigen Nyanyikan Lagu Samsons: Netizen Sebut Lebih Bams dari Vokalis Asli
-
Sinopsis Pavane, Film Korea Romansa Baru Moon Sang Min dan Go Ah Sung
-
Profil Rayn Wijaya, Biodata dan Kisah Cintanya dengan Ranty Maria
-
KiiiKiii Rilis Mini Album Kedua Delulu Pack, Usung Pesan Kebebasan Diri
-
Kejutan! TREASURE Rayakan 2000 Hari Debut Lewat Better Than Me Special Film