Kembali datang kabar mengejutkan dari Inara Rusli yang baru-baru ini mengunjungi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Kedatangan Inara dilakukan untuk melaporkan mantan suaminya, Virgoun, terkait dugaan pengambilan paksa ketiga anak mereka.
Kondisi ini menjadi sorotan publik karena hak asuh anak secara hukum sebenarnya berada di tangan Inara setelah perceraian.
Dengan dukungan tim hukumnya, Inara hadir memberikan keterangan singkat kepada media yang meliput.
Saat ditanya mengenai izin pengambilan anak-anaknya oleh Virgoun, Inara menegaskan tidak pernah memberikan persetujuan.
"Enggak," ujarnya singkat, disertai penegasan bahwa tidak ada komunikasi sebelumnya terkait perpindahan anak-anaknya.
"Enggak, enggak ada belum ada izin," tambah Inara, menekankan bahwa langkah mantan suaminya dilakukan tanpa persetujuan pihak yang sah.
Dukungan dari Komnas PA
Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, memberikan dukungan penuh terhadap laporan Inara Rusli. Menurut Agustinus, tindakan mengambil anak secara paksa dari pemegang hak asuh resmi merupakan pelanggaran serius yang berdampak pada kondisi psikologis anak.
"Hak asuh anak itu berada di tangan si ibu," ujar Agustinus, merujuk pada surat keputusan pengadilan, dikutip dari channel YouTube Reyben Entertainment pada Minggu (1/2/2026).
Agustinus menambahkan, pengalaman traumatis seperti ini bisa meninggalkan dampak mental jangka panjang bagi anak-anak.
"Itu bagian dari kekerasan sebetulnya karena kita juga harus memikirkan bagaimana psikisnya anak-anak," jelasnya.
Fakta Pengambilan Anak Sejak November 2025
Inara mengungkap fakta memilukan bahwa anak-anaknya sudah dibawa oleh Virgoun sejak November 2025. Sejak saat itu, akses komunikasi Inara dengan buah hatinya tertutup rapat.
Ia baru bisa bertemu kembali dengan anak-anaknya melalui kunjungan langsung ke sekolah mereka.
Meskipun situasinya emosional, Inara memilih untuk tidak membahas detail teknis pelaporan secara terbuka. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada Komnas PA.
"Untuk penjelasan lebih lengkapnya mungkin nanti bisa disampaikan sama Pak Agus," ucapnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Inara hanya menyampaikan permohonan sederhana kepada publik untuk memberikan dukungan moral agar anak-anaknya tetap sehat dan terlindungi.
"Mohon doanya aja mudah-mudahan anak-anak dalam keadaan sehat terus," katanya dengan harap.
Langkah Selanjutnya Komnas PA
Komnas PA kini berencana memanggil Virgoun untuk memberikan klarifikasi serta menjalani proses mediasi.
Lembaga ini menekankan bahwa kepentingan terbaik anak harus menjadi prioritas utama, melebihi kepentingan ego orang tua.
Selain itu, pihak Komnas PA berencana melibatkan psikolog guna menilai kondisi mental anak-anak Inara, mengingat kasus ini sudah menjadi konsumsi publik.
Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan kesejahteraan anak-anak tetap terjaga di tengah konflik yang memanas.
Baca Juga
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!
-
4 Inspo OOTD Modern Street ala Yeosang ATEEZ, Minimalis tapi Eye-Catching!
-
Classic Vibes! 4 Padu Padan Dress ala Gawon MEOVV yang Menarik untuk Dicoba
-
Angkat Kisah Perempuan Melawan, My Brilliant Career Bakal Tayang 13 Agustus
-
4 Gaya OOTD Y2K Chic ala Juun Hearts2Hearts, Manis tapi Tetap Edgy!
Artikel Terkait
-
Inara Rusli Laporkan Virgoun ke Komnas Perlindungan Anak yang Bawa Kabur Anak-anaknya
-
Demi Jemput Cucu, Eva Manurung Rela Kenakan Hijab
-
Virgoun Restui Ahmad Dhani dengan Inara Rusli: Aku Sih Yes
-
Masih Ngarep Istri Sah, Insanul Fahmi Akui Kesalahan Main Belakang dengan Inara Rusli
-
Tak Lagi I Love You Mawa, I Love You Inara, Insanul Fahmi Kini Pilih Istri Sah
Entertainment
-
5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama
-
Rilis PV Perdana, Millennium Family Diadaptasi Jadi Anime
-
Ariana Grande Umumkan akan Hiatus usai Tur Konser Eternal Sunshine Rampung
-
Berlatar London Abad ke-19, Film ke-46 Doraemon Tayang Musim Semi 2027
-
9 Karakter Anime dengan Kisah Masa Lalu Paling Kelam, Ada Akaza hingga Guts
Terkini
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"