Patah hati sering kali membuat seseorang ingin menjauh dari urusan percintaan untuk sementara karena ada rasa lelah menghadapi hubungan yang terus berakhir dengan kekecewaan. Dalam kondisi seperti itu, punya seseorang yang bisa diajak makan dan berbincang tanpa tuntutan apa pun rasanya sudah cukup menyenangkan.
Premis sederhana inilah yang coba dimainkan Dinner Mate. Drama Korea yang dibintangi Song Seung Heon dan Seo Ji Hye ini mempertemukan dua orang asing yang sama-sama sedang menghadapi masalah dalam kehidupan percintaan mereka.
Pertemuan yang awalnya tidak direncanakan perlahan berubah menjadi hubungan yang terasa nyaman, meski keduanya tidak langsung menyadari ke mana arah kedekatan tersebut.
Lantas, apakah Dinner Mate mampu mengemas cerita proses pulih dari patah hati menjadi kisah yang menarik untuk diikuti? Simak ulasan lengkapnya.
Mengusung Premis yang Cukup Menjanjikan
Kalau melihat premisnya, Dinner Mate punya ide yang cukup menarik untuk ukuran drama romantis. Kedua tokoh utama tidak perlu terikat status pacaran, tidak perlu saling mengetahui kehidupan pribadi, dan tidak harus memikirkan hubungan tersebut akan dibawa ke mana.
Menurut saya, kesederhanaan itulah yang membuat bagian awal drama ini terasa menyenangkan. Hae Kyung (Song Seung Heon) dan Do Hee (Seo Ji Hye) bisa membicarakan banyak hal tanpa beban.
Ada sesuatu yang terasa ringan dari hubungan mereka karena keduanya sama-sama tidak sedang mencari pasangan. Mereka hanya membutuhkan teman untuk menikmati makan malam dan berbagi cerita.
Premis ini juga memberi ruang bagi romansa yang berkembang secara perlahan. Ada proses mengenal kebiasaan, memahami karakter, sampai akhirnya muncul rasa nyaman. Perkembangan seperti ini membuat hubungan mereka terasa lebih natural.
Chemistry Pemeran Utama Jadi Penyelamat Cerita
Chemistry Song Seung Heon dan Seo Ji Hye sebagai Hae Kyung dan Do Hee layak diacungi jempol. Keduanya punya dinamika yang terasa hidup, terutama dalam adegan-adegan sederhana ketika mereka hanya makan atau berbincang. Tidak perlu selalu ada adegan romantis untuk membuat hubungan mereka menarik.
Do Hee yang ceria dan cukup spontan juga menjadi pasangan yang cocok untuk karakter Hae Kyung yang lebih tenang. Perbedaan kepribadian tersebut membuat percakapan mereka tidak terasa monoton.
Ada momen lucu, ada pula percakapan yang lebih serius, tetapi keduanya tetap punya kesan seperti dua orang yang memang menikmati keberadaan satu sama lain. Adegan makan malam dan percakapan mereka menjadi bagian paling nyaman dari keseluruhan cerita.
Di balik kisah cintanya, drama ini juga menyampaikan pesan sederhana bahwa proses pulih dari patah hati tidak harus selalu dilakukan dengan terburu-buru. Terkadang, bertemu seseorang yang membuat kita nyaman dan bisa menikmati hal-hal sederhana bersama sudah cukup menjadi langkah untuk kembali membuka hati.
Terlalu Banyak Gangguan Membuat Cerita Kehilangan Fokus
Sayangnya, kenyamanan tersebut tidak berlangsung mulus karena Dinner Mate memberikan porsi yang cukup besar untuk konflik mantan kekasih. Padahal, hubungan Hae Kyung dan Do Hee sudah memiliki daya tarik sendiri. Kehadiran karakter dari masa lalu memang bisa menjadi pemicu konflik, tetapi di sini porsinya terlalu dominan.
Karakter mantan kekasih mereka bahkan beberapa kali membuat cerita terasa berlebihan. Hal serupa juga terasa pada beberapa subplot komedi. Tidak semuanya berhasil memberikan humor yang pas.
Selain itu, editing serta pengarahan di beberapa bagian juga kurang smooth sehingga perpindahan antar scene kadang terasa kurang nyaman.
Meski masih memiliki beberapa kekurangan dalam pengembangan konflik dan eksekusinya, Dinner Mate tetap layak ditonton, terutama bagi penonton yang menyukai drama romantis ringan dengan perkembangan hubungan yang perlahan.
Baca Juga
-
Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?
-
Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan
-
Ketika Pemimpin Tak Percaya Pakar, Bagaimana Negara Menentukan Arah?
-
Mode Survival Rakyat: Ayah Antre BBM, Ibu Cari Sembako, Anak Keracunan MBG
-
365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist
Artikel Terkait
-
Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4
-
Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan
-
Sinopsis Dive Into You: Cinta Lintas Waktu, Tayang 26 September
-
Review Can This Love Be Translated?: Cinta Tak Semudah Menerjemahkan Kata
-
Drama Korea Love Your Enemy: Ditakdirkan untuk Saling Bertemu dan Bersaing
Ulasan
-
Ulasan Culture Shock: Perjalanan Riko Menghadapi Dunia Baru di Jakarta
-
Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!
-
Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan
-
Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai
-
Pasti Ada Jalan Keluar: Mengubah Cara Pandang dalam Menghadapi Masalah
Terkini
-
Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4
-
Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak
-
Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?
-
Sinopsis Dive Into You: Cinta Lintas Waktu, Tayang 26 September
-
Tren Menulis Artikel Pakai AI: Bantu Produktivitas atau Hambat Kreativitas?