China keluarkan larangan berkaitan dengan kegiatan cosplay (costume play) dan penjualan merchandise serial anime populer Jepang Detective Conan menyusul perselisihan yang terjadi antara kedua negara yang masih memanas.
Usai kedua negara tegang imbas ungkapan dari Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan, muncul gelombang kecaman mengenai kolaborasi terbaru Conan dengan seri manga My Hero Academia yang banyak menuai kritikan karena disebut memicu kembali ingatan atas kekejaman Jepang pada masa perang.
Boikot Detective Conan di China ini dilakukan pada sejumlah acara festival anime terutama di Chongqingdan Lanzhou, usai berbagai pihak menjelaskan bahwa kampanye kolaborasi antara dua karya Jepang itu merupakan tindakan yang "menghina rakyat China".
Pada 2020, My Hero Academia sempat ditarik dari sejumlah platform video di China sebab nama salah satu tokoh antagonisnya, yakni Maruta Shiga.
Nama Maruta Shiga itu disebut merujuk pada Unit 731, unit operasi rahasia Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang dikenal kejam sebab membuat eksperimen mengenai manusia dalam penelitian senjata biologis dan kimia di China timur laut pada zaman perang.
Kata "Maruta" yang punya arti "kayu gelondongan" adalah istilah sandi yang dimanfaatkan untuk menyebut para korban eksperimen manusia. Di sisi lain, nama "Shiga" pada Kiyoshi Shiga, bakteriolog Jepang terkenal yang berhasil menemukan bakteri penyebab penyakit pada 1897.
Dilansir dari The Straits Times, kolaborasi itu dibuat untuk merayakan 30 tahun Detective Conan dan 10 tahun My Hero Academia. Para kreator manga dari kedua seri itu juga saling mengunggah ilustrasi karakter utama masing-masing yang menjadi bagian dari proyek kolaborasi.
Pelaksanaan acara di Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu di barat laut China, menjelaskan bahwa pengunjung yang menggunakan kimono, sandal kayu, atau busana lain yang dihubungkan dengan militerisme akan dilarang masuk.
Mereka berpendapat My Hero Academia berhubungan dengan "masalah sejarah yang melukai perasaan rakyat China".
Pihak penyelenggara pameran di Beijing yang dilaksanakan pada 7-8 Februari ini memaparkan bahwa larangan cosplay dan jual-beli merchandise tersebut ditujukan untuk menghadirkan "suasana yang kondusif".
Selain Detective Conan, ajang pameran anime di Chongqing juga melarang cosplay serta penjualan merchandise dari permainan Jepang terkenal, Pokemon.
Upaya ini ditempuh menjadi respons atas kemarahan publik di China mengenai rencana pelaksanaan acara permainan kartu dengan tema Pokemon di Kuil Yasukuni, Tokyo. Kuil itu sering menjadi lokasi yang dihubungkan dengan sejarah perang.
Acara permainan kartu tersebut, yang dijadwalkan pada 31 Januari, akhirnya resmi batal.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Rilis di Netflix, Straight to Hell Kuak Sisi Lain Peramal Terkenal Sedunia
-
Belum Rilis, Pihak Produksi Lanjut Syuting Musim Kedua Serial Harry Potter
-
Rilis 1 Juli, Elle akan Hadirkan Masa SMA Elle Woods sebelum Legally Blonde
-
Berjudul The One Piece, Anime Versi Remake Akan Tayang 2027 di Netflix
-
5 Drama Korea dari Byeon Woo-seok, Populer Ada Lovely Runner!
Artikel Terkait
-
Apa Itu Melolo? Bisa Dapat Saldo DANA Gratis dari Nonton Drama China?
-
Kitchen Karya Banana Yoshimoto: Menemukan Harapan di Tengah Kehampaan
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Lee Chae Min Digaet Bintangi Adaptasi Drama Korea dari Novel Jepang Populer
-
CFA Bersih-bersih Besar, Eks Ketua hingga Mantan Pelatih Timnas China Kena Larangan Seumur Hidup
Entertainment
-
ADOR Buka Suara soal Gugatan Plagiarisme Lagu How Sweet Milik NewJeans
-
Lampaui 3 Juta Penonton, Salmokji jadi Film Horor Korea Terlaris Kedua
-
Studio Ghibli Resmi Menerima Penghargaan Bergengsi Setara Nobel di Spanyol
-
Sinopsis The Honest Realtor, Film Komedi Dibintangi Tomohisa Yamashita
-
Era Baru Dimulai, Anime The Ghost in the Shell Resmi Umumkan Tayang 7 Juli
Terkini
-
Triangle of Sadness: Film yang Mengungkap Kerapuhan Struktur Sosial Manusia
-
Lebih Dekat dengan Sang Pencipta dalam Syahdu-nya Seni Merayu Tuhan
-
Jam Tangan Casio AQ-240 Resmi Meluncur: Desain Vintage, Harga Bersahabat
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?