Polemik seputar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang menyeret nama Dwi Sasetyaningtyas ikut berdampak pada sorotan terhadap sejumlah figur publik di Indonesia.
Sejumlah artis yang diketahui menempuh pendidikan di luar negeri melalui LPDP kini ikut dipertanyakan kontribusinya, terutama mereka yang dinilai mampu secara finansial tanpa bantuan negara.
Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Tasya Kamila. Statusnya yang kini fokus sebagai ibu rumah tangga dan mengurus dua anak membuat sebagian publik mempertanyakan bentuk kontribusinya kepada negara setelah menyandang status alumni LPDP.
Unggahan Klarifikasi dan Sikap Terbuka
Menanggapi perbincangan tersebut, Tasya Kamila memilih bersikap terbuka. Pada Selasa, 24 Februari 2026, ia mengunggah konten berjudul “Laporan Kontribusi sebagai Alumni Awardee LPDP” melalui akun Instagram pribadinya.
“Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat, yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau 'investasi' kita menghasilkan output yag baik buat bangsa,” tulis Tasya di awal penjelasannya.
Dalam unggahan itu, Tasya menyampaikan bahwa kritik dan pertanyaan publik adalah hal yang wajar, mengingat dana LPDP berasal dari uang negara.
Latar Pendidikan dan Alasan Memilih Jurusan
Tasya menjelaskan bahwa ia menempuh pendidikan magister di jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy di Columbia University dan telah menyelesaikan studinya delapan tahun lalu.
Pilihan jurusan tersebut berkaitan erat dengan perannya sebagai Duta Lingkungan Hidup pada 2005.
Selama masa studi, Tasya mengaku aktif di berbagai kegiatan pendukung.
Ia terlibat dalam organisasi internasional, menjalani magang di Kementerian ESDM, serta mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Ia juga menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan IPK 3,75.
Dalam ceritanya, Tasya turut menyinggung momen personal yang berat. Ia tidak dapat pulang ke Indonesia saat sang ayah meninggal dunia karena tengah menjalani ujian akademik.
Kontribusi Selama Masa Bakti LPDP
Setelah lulus, Tasya kembali ke Indonesia dan menjalani Masa Bakti LPDP selama periode 2018 hingga 2023 sesuai ketentuan 2n+1. Ia menegaskan bahwa masa tersebut dimanfaatkannya untuk berkontribusi di berbagai bidang.
“Berikut beberapa bentuk tanggung jawab dan kontribusiku: menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik,” tulis Tasya.
Sebagai figur publik, Tasya tetap aktif menjalankan peran sebagai Duta Lingkungan Hidup dan menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian.
Ia juga menggerakkan aksi akar rumput melalui yayasan Green Movement Indonesia yang fokus pada isu keberlanjutan.
Selain itu, Tasya terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan pemuda, mulai dari talkshow, seminar, hingga workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.
Ia juga sempat mengajar di platform pendidikan daring serta aktif di industri kreatif nasional.
Media sosialnya pun dimanfaatkan sebagai sarana berbagi pengetahuan dan kampanye nilai-nilai positif demi mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia.
Catatan soal Definisi Kontribusi
Dalam unggahannya, Tasya turut memberikan penjelasan penting terkait aturan LPDP. Ia menyebut bahwa bentuk kontribusi tidak dijabarkan secara rinci oleh lembaga tersebut.
“Disclaimer: LPDP tidak menuliskan secara eksplisit apa bentuk 'kontribusi untuk Indonesia' selama Masa Bakti,” jelas istri Randi Bachtiar itu.
Menurutnya, ruang kontribusi sangat luas dan tidak selalu harus dimaknai secara formal atau struktural.
Kontribusi Tak Berhenti Meski Jadi Ibu Rumah Tangga
Di akhir pernyataannya, Tasya menegaskan bahwa peran sebagai ibu rumah tangga tidak menghapus kesempatan untuk tetap berkontribusi bagi bangsa. Ia meyakini setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk memberi dampak positif.
“Siapapun kita memiliki tempat untuk berkontribusi, asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para ibu rumah tangga,” pungkas Tasya.
Unggahan tersebut pun menuai beragam respons dari warganet, mulai dari dukungan hingga diskusi lanjutan soal makna kontribusi alumni LPDP di tengah sorotan publik yang semakin tajam.
https://www.instagram.com/p/DVHcIruk5Fs/?igsh=MWQxd292ZXJlazNpMQ==
https://amp.suara.com/entertainment/2026/02/24/073116/kontribusi-sebagai-alumni-lpdp-dipertanyakan-tasya-kamila-singgung-statusnya-sebagai-irt?page=all
Baca Juga
-
Polemik Konten Anak Jadi WNA, LPDP Ingatkan Dwi Sasetyaningtyas soal Etika?
-
4 Inspirasi Outerwear ala Lee Sung Kyung untuk Daily Look yang Chic dan Effortless
-
Butuh Ide Outfit Bukber? Intip 4 Ide Gaya Hijab Elegan ala Sashfir Ini
-
Hotman Paris Siap Bela ABK Terancam Hukuman Mati dalam Kasus Narkoba
-
Ju Ji Hoon dan Ha Ji Won Bersatu dalam Pernikahan Penuh Intrik di Climax
Artikel Terkait
Entertainment
-
EVANGELION Kembali, Studio Khara dan CloverWorks Garap Seri Anime Baru
-
Tayang 26 Maret, Ini Jajaran Pemain Drakor Cabbage Your Life
-
Shin-chan Masuk Dunia Yokai, Film ke-33 Umumkan Tayang Juli 2026 di Jepang
-
Ilustrator Cuti Hamil, Jadwal Terbit Manga The 100 Girlfriends Diperlambat
-
Annie Awards 2025: Tak Ada Anime Menang, KPop Demon Hunters Borong 10 Piala
Terkini
-
Mengenal Ojil dan Hanoy: Duo Kreator Bahasa "Yumdhi" Kesayangan Gen Z
-
Mudik Perantau Jakarta: Ekspektasi Sukses dan Realitas Tak Selalu Indah
-
Polemik Konten Anak Jadi WNA, LPDP Ingatkan Dwi Sasetyaningtyas soal Etika?
-
Review Film CAPER: Amanda Manopo Ungkap Sisi Kelam Teror Pinjol Ilegal
-
Di Balik War Takjil: Ada Mesin Ekonomi Rakyat yang Bergerak Tanpa Henti