Kabar gembira dari idola member grup CRAVITY, Hyeongjun, yang akan melebarkan sayapnya di dunia entertainment melalui debut aktingnya di sebuah drama pendek. Melansir Soompi pada Kamis (5/3/2026), agensi Hyeongjun mengumumkan, “Hyeongjun CRAVITY akan tampil dalam Kill the Romeo. Mohon berikan banyak dukungan dan antisipasi saat ia mengungkapkan sisi baru dirinya melalui peran ‘Hyeongjun.’”
Kill the Romeo merupakan drama romantis komedi dengan konsep unik. Serial ini mengusung format interactive multi-ending short-form drama, yang berarti cerita dapat memiliki berbagai akhir berbeda tergantung pilihan yang diambil oleh penonton.
Premis ceritanya dimulai ketika seorang pembunuh profesional yang menjalani kehidupan ganda sebagai penggemar idol menerima misi baru. Namun, situasi berubah drastis ketika ia mengetahui bahwa target yang harus ia bunuh justru adalah idol favoritnya sendiri.
Konflik menjadi semakin menarik ketika sang pembunuh, yang dikenal sebagai pembunuh kelas atas, menyadari bahwa targetnya adalah Hyeongjun, idol yang paling ia kagumi. Situasi ini menciptakan dilema emosional antara menjalankan misi atau melindungi sosok yang ia idolakan.
Drama ini menggunakan format first-person interactive FMV (Full Motion Video), sebuah pendekatan visual yang memungkinkan penonton merasakan pengalaman seolah berada langsung di dalam cerita. Melalui sudut pandang orang pertama, penonton akan mengikuti alur cerita dari perspektif sang pembunuh.
Dalam proyek ini, Hyeongjun memerankan karakter idol yang menggunakan nama yang sama dengan dirinya di kehidupan nyata. Hal ini membuat perannya terasa lebih autentik sekaligus menarik bagi penggemar. Dalam cerita, Hyeongjun digambarkan sebagai pusat dari sebuah grup idol populer dan menjadi bias utama bagi sang pembunuh.
Karakter tersebut dikenal memiliki kepribadian yang hangat dan ceria, serta sifat yang penuh perhatian terhadap orang lain. Namun, hidupnya berubah ketika ia menyadari sesuatu yang mengejutkan dalam sebuah acara fan signing.
Di tengah interaksi dengan penggemar, ia mengetahui bahwa dirinya telah menjadi target pembunuhan. Momen ini menjadi titik awal konflik utama dalam cerita. Setelah fakta tersebut terungkap, alur cerita akan berkembang sesuai keputusan penonton.
Setiap pilihan yang dibuat akan membawa karakter Hyeongjun menuju jalur cerita yang berbeda. Dalam beberapa kemungkinan, ia mungkin berhasil selamat, sementara dalam skenario lain nasibnya bisa berakhir tragis. Elemen inilah yang membuat drama ini terasa berbeda dari format drama tradisional.
Gaya visual orang pertama yang digunakan dalam Kill the Romeo juga dirancang untuk meningkatkan tingkat imersi penonton. Dengan pendekatan ini, penonton tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga berperan sebagai karakter dalam cerita. Mereka harus membuat keputusan penting yang secara langsung memengaruhi jalannya narasi.
Konsep interaktif ini memberikan pengalaman menonton yang lebih dinamis. Penonton dapat menonton ulang drama untuk mencoba pilihan yang berbeda dan melihat bagaimana cerita berubah. Setiap jalur cerita menghadirkan perkembangan dan akhir yang unik.
Bagi Hyeongjun, proyek ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas spektrum kariernya. Sebagai idol yang dikenal dengan energi ceria dan kepribadian hangat, ia kini memiliki peluang untuk menunjukkan kemampuan aktingnya kepada publik. Debut ini juga menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi dunia hiburan di luar musik.
Sementara itu, proses syuting drama Kill the Romeo telah selesai dilakukan. Saat ini, tim produksi tengah menyelesaikan tahap akhir pascaproduksi sebelum drama tersebut resmi dirilis. Serial ini dijadwalkan tayang pada platform KITZ pada akhir Maret.
Debut akting Hyeongjun ini menjadi momen yang dinanti oleh penggemar CRAVITY, yang penasaran melihat bagaimana sang idol akan menghidupkan karakter dirinya sendiri dalam kisah romantis penuh dilema. Jika proyek ini sukses, langkah ini bisa menjadi awal dari perjalanan panjang Hyeongjun di dunia akting.
Selamat atas debut aktingnya, Hyeongjun!
Baca Juga
-
We Made a Beautiful Bouquet: Ketika Cinta Kalah Oleh Sibuknya Jadi Dewasa
-
Review Howl's Moving Castle: Tak Perlu Sempurna untuk Layak Dicintai
-
Review Film Wonderland: Dunia Kecil untuk Mereka yang Belum Rela Kehilangan
-
Bahasa Indonesia untuk Gen Z: Bertahan di Tengah Gempuran Istilah Nyeleneh
-
FYP hingga Komentar: Bagaimana Media Sosial Mengubah Cara Kita Berbahasa?
Artikel Terkait
Entertainment
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Bosan Slasher? Ini 9 Film Folk Horror yang Cocok Ditonton saat Halloween
-
King's Proposal Diadaptasi Anime TV, Rie Takahashi Isi Suara Karakter Utama
-
Sinopsis Eugenia, Drama Misteri Jepang Terbaru Kishii Yukino dan Kiryu Mai
-
Hey, Somebody oleh Xiaojun WayV: Lagu Debut Solo Penuh Pesan Penyemangat
Terkini
-
Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?