Hayuning Ratri Hapsari | Rosetiara Sahara
Frewaka (YouTube/Shudder)
Rosetiara Sahara

Saat malam Halloween tiba, maraton film horor seolah menjadi agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan. Namun, jika kamu mulai merasa jenuh dengan formula horor konvensional yang itu-itu saja, mungkin sudah waktunya beralih ke folk horror.

Alih-alih mengandalkan rentetan jumpscare atau sosok pembunuh bertopeng, subgenre ini membangun ketegangan lewat atmosfer pedesaan yang sunyi, ritual, kepercayaan lokal, hingga komunitas terisolasi dengan rahasia kelam. Horornya pun sering kali merayap perlahan, tetapi justru meninggalkan rasa tidak nyaman yang membekas lama setelah film berakhir.

Penasaran film folk horror apa saja yang siap membuat malam Halloween-mu terasa lebih mencekam? Yuk, simak 9 rekomendasinya di bawah ini! 

1. Frewaka (2024)

Frewaka (Prime Video)

Disutradarai oleh Aislinn Clarke, film Irlandia berbahasa Gaelik ini merajut mitologi Celtic kuno dengan isu trauma antargenerasi. 

Ceritanya berpusat pada Shoo (Clare Moonely), seorang perawat yang dikirim ke desa terpencil untuk merawat lansia bernama Peig (Brid Ni Neachtain) yang mengidap agorafobia parah. Peig hidup dalam ketakutan ekstrem terhadap entitas gaib bernama Na Sídhe yang diyakini pernah menculiknya puluhan tahun silam. 

Awalnya, Shoo menganggap bahwa ketakutan Peig bersumber dari kondisi mentalnya. Namun, seiring berjalannya waktu, paranoia itu perlahan menular padanya, diikuti kemunculan berbagai kejadian ganjil yang tidak masuk akal di rumah tersebut.

2. Apostle (2018)

Apostle (IMDb)

Jika kamu mencari folk horror dengan intensitas tinggi dan sentuhan kekerasan brutal, karya Gareth Evans ini wajib sekali untuk kamu saksikan. 

Berlatar di tahun 1905, Apostle mengisahkan tentang Thomas Richardson (Dan Stevens), seorang mantan misionaris yang nekat menyusup ke pulau terpencil bernama Erisden demi menyelamatkan adiknya dari cengkeraman sekte sesat.

Di balik kehidupan pulau yang sekilas tampak tenang dan damai, sekte ini ternyata memiliki aturan yang sangat ekstrem. Para pengikutnya diwajibkan menyumbangkan darah mereka secara rutin sebagai persembahan kepada Dewi Pulau (The Goddess). 

Saat krisis pangan melanda, tindakan para petinggi sekte berubah semakin brutal dan tak rasional. Di sinilah Thomas harus berpacu dengan waktu untuk membebaskan adiknya dari pulau tersebut.

3. The Ritual (2017)

The Ritual (Netflix)

Diadaptasi dari novel karya Adam Nevill, film arahan David Bruckner ini mengikuti empat sahabat yang melakukan perjalanan hiking di hutan Swedia untuk mengenang teman mereka yang telah tiada.

Niat hati ingin mencari jalur pintas agar bisa sampai lebih cepat, mereka justru tersesat di hutan yang disucikan oleh ritual pagan. 

Situasi kian mencekam ketika sesosok monster mitologi Nordik bernama Jötunn, yang disembah oleh sekte kuno di hutan tersebut, mulai memburu mereka satu per satu.

The Ritual secara apik mengaitkan ancaman makhluk tersebut dengan rasa bersalah serta trauma pribadi yang dipendam oleh para karakternya.

4. Gaua (2025)

Gaua (IMDb)

Bergeser ke ranah sinema Spanyol, ada Gaua—film berbahasa Basque garapan Paul Urkijo. Berlatar abad ke-17 di tengah maraknya perburuan penyihir di wilayah Basque, film ini mengisahkan perjalanan Kattalin (Yune Nogueiras) yang melarikan diri ke tengah hutan pada malam hari demi menghindari suaminya yang abusif.

Di tengah kegelapan malam, ia merasa terus diburu oleh kekuatan tak kasatmata. Pelariannya kemudian mempertemukannya dengan tiga perempuan tua yang sedang mencuci pakaian sambil bertukar kisah seram. Anehnya, kisah-kisah tersebut ternyata berkaitan erat dengan takdir Kattalin sendiri

Daya tarik utama Gaua terletak pada perpaduan cerita rakyat Basque dan sentuhan dark fantasy. Film ini juga menyuguhkan visual menawan lewat sinematografi low-light dan pencahayaan alami yang sukses membangun atmosfer magis sekaligus misterius.

5. Kwaidan (1964)

Kwaidan (IMDb)

Bagi kamu yang ingin menjelajahi folk horror klasik dari Asia, Kwaidan merupakan salah satu pilihan yang tidak boleh dilewatkan. 

Film antologi horor Jepang garapan Masaki Kobayashi ini mengadaptasi sejumlah cerita rakyat dan mitologi kaidan yang dikumpulkan oleh Lafcadio Hearn ke dalam empat segmen berbeda, mulai dari penebang kayu yang berhadapan dengan Yuki-onna saat badai salju, hingga pemusik tunanetra yang dipanggil arwah penasaran.

Keistimewaan utama film ini ada pada pendekatan visualnya yang sangat artistik dan surealis. Meski memiliki durasi panjang (sekitar 3 jam 3 menit) dengan tempo lambat, semuanya terbayar lunas oleh atmosfer magis yang ditawarkan. 

6. Heresy (2024)

Heresy (IMDb)

Dikenal juga dengan judul Witte Wieven, film asal Belanda karya Didier Konings ini mengambil latar Eropa pada Abad Pertengahan. Kisahnya berpusat pada Frieda (Anneke Sluiters), seorang wanita yang terus-menerus mendapat tekanan sosial dan dikucilkan karena tak kunjung memiliki anak.

Demi mencari kejelasan atas takdirnya, Frieda memberanikan diri melangkah masuk ke dalam hutan terlarang. Langkah nekat itu membawanya pada pengalaman spiritual ganjil yang mengubah jalan hidupnya sekaligus mengguncang kepercayaan seluruh penduduk desa. 

Daya tarik Heresy terletak pada sinematografinya yang suram serta pendekatannya yang otentik terhadap mitos Eropa kuno. Berdurasi singkat sekitar satu jam, film ini cocok buat kamu yang ingin menikmati folk horror lugas dan tidak bertele-tele, tapi tetap menyisakan ketegangan yang pekat.

7. The Severed Sun (2024)

The Severed Sun (Prime Video)

Berikutnya ada The Severed Sun karya Dean Puckett yang menyoroti sisi gelap dari fanatisme keagamaan di sebuah desa terpencil. 

Narasinya utamanya berfokus pada Magpie (Emma Appleton), putri dari seorang pendeta, yang nekat membunuh suaminya sendiri akibat tak tahan terus menjadi korban KDRT. 

Insiden berdarah tersebut rupanya memicu kebangkitan entitas buas bermata putih terang yang meneror desa dan mengincar para pria pelaku kekerasan. Di tengah kepanikan dan rasa saling curiga yang merebak, Magpie justru semakin terpojok oleh lingkungan yang selama ini mengekangnya.

Film ini secara cerdik menelanjangi kemunafikan, patriarki, dan bagaimana dogma agama dipakai untuk mengontrol masyarakat

8. Hagazussa : A Heathen's Curse (2017)

Hagazussa : A Heathen's Curse (IMDb)

Film besutan Lukas Feigelfeld ini berlatar di pegunungan Alpen pada abad ke-15, mengikuti Albrun (Aleksandra Cwen), seorang perempuan muda yang hidup terasing di sebuah pondok terpencil bersama ibunya. Keduanya dicap sebagai penyihir dan dikucilkan secara kejam oleh warga desa sekitar.

Setelah ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia secara tragis, Albrun harus tumbuh dewasa dalam kesepian yang ekstrem. Tekanan semakin menghimpitnya tatkala warga desa terus-menerus memperlakukannya secara keji melalui perundungan dan kekerasan seksual.

Rentetan siksaan fisik dan mental itu membuat Albrun mulai mengalami halusinasi dan serangkaian peristiwa ganjil yang menguji kewarasannya.

Mengusung tempo super slow-burn, film ini sangat minim dialog, artistik, dan kaya akan simbolisme. Tanpa perlu mengandalkan banyak jumpscare, Hagazussa sukses menyisakan rasa tidak nyaman yang membekas lama di benak penontonnya.

9. Hokum (2026)

Hokum (IMDb)

Sebagai penutup daftar, ada karya terbaru dari sutradara Damian McCarthy. Menggandeng Adam Scott sebagai pemeran utama, Hokum menceritakan tentang Ohm Bauman, seorang penulis novel yang berkunjung ke sebuah hotel tua di pedesaan terpencil Irlandia untuk menaburkan abu jenazah orang tuanya.

Selama berada di sana, Ohm mendengar cerita tentang Cailleach, sosok penyihir yang konon dikurung di kamar bulan madu (honeymoon suite), sehingga area tersebut ditutup rapat dan tidak boleh dimasuki.

Awalnya, Ohm yang angkuh dan skeptis menganggap cerita tersebut hanya takhayul belaka. Namun, segalanya berubah menjadi mimpi buruk saat Fiona (Florence Ordesh), salah satu pelayan bar hotel yang sempat akrab dengannya, mendadak menghilang secara misterius tanpa jejak.

Kejadian ini memaksa Ohm untuk berhadapan dengan teror gaib yang rupanya terikat kuat pada trauma dan masa lalu kelam yang selama ini ia kubur.

Nah, itu dia sembilan rekomendasi folk horror yang siap menemani malam Halloween kamu. Dari deretan judul film di atas, mana dulu nih yang akan kamu tonton?