Lintang Siltya Utami | Ernik Budi Rahayu
The Boyz (Soompi)
Ernik Budi Rahayu

Konflik antara idol dan agensi kembali jadi sorotan. Kali ini datang dari grup K-pop The Boyz yang secara tegas membantah pernyataan agensi mereka, ONE HUNDRED, terkait pembayaran penyelesaian kontrak.

Dilansir dari media dari MAEL BUSINESS pada Rabu (22/4/2026), melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak hukum yang mewakili sembilan anggota The Boyz menyebut klaim agensi bahwa pembayaran telah 'selesai' sebagai tidak benar. Mereka menegaskan bahwa hingga saat ini, para anggota belum menerima pembayaran apa pun, termasuk untuk periode kuartal ketiga dan keempat tahun lalu.

Konflik Kontrak yang Makin Memanas

Permasalahan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Februari lalu. Saat itu, sebagian besar anggota The Boyz kecuali satu member mengajukan penghentian kontrak eksklusif mereka dengan agensi.

Alasannya cukup serius yakni, mereka menilai agensi tidak memenuhi kewajiban pembayaran dengan semestinya. Tak hanya itu, permintaan untuk meninjau dokumen terkait keuangan juga disebut tidak ditanggapi dengan baik oleh pihak agensi.

Menurut perwakilan hukum mereka, penundaan pembayaran bahkan sudah terjadi jauh sebelum pengajuan gugatan ke pengadilan. Agensi disebut beberapa kali menetapkan tenggat waktu pembayaran dan berjanji akan menyelesaikan kewajiban, namun janji tersebut tidak pernah benar-benar direalisasikan.

Saling Klaim yang Bertolak Belakang

Di sisi lain, ONE HUNDRED memiliki versi cerita yang berbeda. Agensi tersebut menyatakan bahwa mereka telah membayar sejumlah besar biaya kontrak dan penyelesaian kepada para anggota, serta telah menyusun rencana pembayaran secara transparan.

Namun, pihak The Boyz justru menyayangkan pernyataan tersebut. Mereka menilai klaim agensi tidak sesuai fakta dan berpotensi menyesatkan opini publik, terutama di tengah proses hukum yang masih berjalan.

Melalui pengacaranya, para anggota juga meminta agar tidak ada lagi pernyataan sepihak yang justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kelelahan, baik bagi artis maupun penggemar.

Masuk Ranah Hukum Pidana

Konflik ini tidak hanya berhenti pada sengketa kontrak. The Boyz juga telah mengajukan pengaduan pidana terhadap CEO ONE HUNDRED atas dugaan pelanggaran kepercayaan yang diperberat.

Kasus tersebut kini telah dilimpahkan ke unit investigasi kejahatan keuangan di Kepolisian Metropolitan Seoul. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi bukan sekadar administratif, tetapi juga berpotensi masuk ke ranah hukum yang lebih serius.

Pihak artis menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan proses hukum dan menyerahkan seluruh bukti yang diperlukan kepada penyidik.

Tak berhenti di situ, pihak The Boyz juga memberikan peringatan tegas kepada agensi mereka. Jika pernyataan yang dianggap menyesatkan terus berlanjut, mereka siap mengambil langkah hukum tambahan, baik secara perdata maupun pidana.

Mereka juga berharap semua pihak bisa fokus pada proses hukum yang sedang berjalan, alih-alih saling melontarkan klaim di media. Tujuannya agar keputusan bisa diambil secara objektif dan masalah cepat diselesaikan.

Dampaknya bagi Karier dan Fans

Konflik ini tentu menjadi perhatian besar, terutama bagi para penggemar. Di tengah popularitas The Boyz yang terus meningkat, sengketa dengan agensi bisa berdampak pada aktivitas grup ke depan.

Situasi ini juga kembali mengingatkan publik pada pentingnya transparansi dalam hubungan antara artis dan agensi di industri hiburan Korea.

Kini, semua mata tertuju pada proses hukum yang sedang berjalan. Apakah konflik ini akan berakhir damai, atau justru semakin memanas? Yang jelas, kasus ini menjadi salah satu drama nyata di balik gemerlap dunia K-pop yang tak kalah menarik dari panggung hiburannya.