Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
AKMU (Instagram/cemterofinspiration)
Anggia Khofifah P

Lagu terbaru dari duo bersaudara AKMU kembali mencatatkan prestasi gemilang di industri musik Korea Selatan. Dikutip dari Soompi pada Jumat (1/5/2026), lagu pra-rilis mereka berjudul Paradise of Rumors berhasil meraih status bergengsi perfect all-kill, menjadikannya lagu kedua yang mencapai pencapaian tersebut pada 2026 sejauh ini, setelah Bang Bang milik IVE menjadi yang pertama.

Perfect all-kill (PAK) merupakan pencapaian tertinggi dalam sistem tangga lagu Korea, di mana sebuah lagu harus menempati posisi nomor satu secara bersamaan di berbagai platform musik utama. Ini mencakup chart harian dan Top 100 Melon, chart harian dan real-time Genie serta Bugs, chart YouTube Music Top Songs, chart harian VIBE, serta chart real-time FLO. Selain itu, lagu juga harus memuncaki chart mingguan iChart dari Instiz.

Dengan kata lain, pencapaian ini menunjukkan dominasi penuh sebuah lagu di seluruh ekosistem musik digital Korea Selatan.

Keberhasilan Paradise of Rumors semakin mengesankan karena lagu ini dirilis sebagai bagian dari album terbaru mereka, FLOWERING, dan berhasil mencapai status tersebut hampir satu bulan setelah perilisan pada 3 April 2026. Tidak hanya itu, lagu utama lain dalam album yang sama, Joy, Sorrow, A Beautiful Heart, juga menunjukkan performa luar biasa dengan menempati posisi kedua di hampir seluruh chart yang menjadi indikator perfect all-kill.

Secara musikal, Paradise of Rumors menghadirkan nuansa ambient yang menenangkan. Lagu ini diciptakan sebagai bentuk pelarian emosional dari tekanan, rumor, dan kecemasan yang kerap dialami individu. Melalui aransemen lembut dan atmosferik, lagu ini menggambarkan sebuah "pulau imajiner" yang menjadi tempat perlindungan batin, memberikan ruang bagi pendengar untuk beristirahat secara mental.

Lagu ini juga memiliki latar belakang emosional yang cukup mendalam. Terinspirasi dari pengalaman pribadi Lee Su-hyun yang sempat mengalami masa sulit atau slump, Paradise of Rumors menjadi simbol perjalanan menuju pemulihan. Dalam proses tersebut, hubungan erat antara Su-hyun dan sang kakak, Lee Chan-hyuk, turut menjadi elemen penting. Dukungan emosional yang terjalin di antara keduanya tercermin dalam karya musik yang mereka hasilkan bersama.

Dalam liriknya, lagu ini mengangkat tema tentang tekanan sosial dan dampak dari rumor. Kalimat seperti "The rumors ride the wind and spread far away" menggambarkan bagaimana informasi yang belum tentu benar dapat menyebar luas dan memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Namun, di balik itu, terdapat pesan kuat tentang penerimaan diri dan usaha untuk menemukan ketenangan di tengah situasi yang sulit.

Selain Paradise of Rumors, lagu Joy, Sorrow, A Beautiful Heart juga menjadi bagian penting dari narasi album ini. Video musiknya menggambarkan perjalanan emosional seseorang dalam menghadapi kesedihan dan perlahan menemukan kembali kebahagiaan. Kedua lagu ini saling melengkapi, menciptakan cerita yang utuh tentang perjuangan, harapan, dan penyembuhan.

Menariknya, proses kreatif album ini juga dipengaruhi oleh pengalaman nyata. Sebelum perilisan, AKMU sempat membagikan kisah perjalanan Lee Chan-hyuk yang berjalan di Camino de Santiago sebagai upaya membantu adiknya keluar dari masa sulit. Elemen perjalanan tersebut kemudian diadaptasi ke dalam tema dan visual album, memberikan sentuhan autentik pada karya mereka.

Respons publik terhadap lagu ini pun sangat positif. Banyak pendengar mengungkapkan bahwa Paradise of Rumors memberikan kenyamanan emosional dan menjadi teman di saat-saat sulit. Hal ini menunjukkan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium penyembuhan.

Dengan pencapaian perfect all-kill ini, AKMU kembali membuktikan konsistensi mereka sebagai musisi yang mampu menghadirkan karya berkualitas tinggi sekaligus relevan secara emosional.