Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Teaser visual anime The Fake Alchemist (X/niseren_project)
Anggia Khofifah P

Kadokawa resmi mengumumkan bahwa manga fantasi The Fake Alchemist (Nisemono no Renkinjutsushi) karya Jiro Sugiura dan Umemaru akan mendapatkan adaptasi anime televisi. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Kadokawa juga merilis teaser visual dan video peringatan yang menampilkan proses perjalanan karya ini dari proyek independen hingga menjadi serial anime.

Berdasarkan informasi yang diumumkan Kadokawa, studio Passione dipercaya untuk menangani produksi animasinya. Studio ini dikenal lewat sejumlah judul anime populer bergenre fantasi dan supernatural, sehingga kehadirannya langsung menarik perhatian para penggemar yang menantikan bagaimana dunia The Fake Alchemist akan diwujudkan dalam format animasi.

The Fake Alchemist memiliki perjalanan yang cukup unik. Sebelum menjadi manga komersial, karya ini awalnya dikenal sebagai webcomic independen yang dipublikasikan secara daring dan berhasil membangun basis penggemar yang kuat. Popularitasnya terus meningkat hingga akhirnya mendapatkan serialisasi resmi di platform KadoComi milik Kadokawa pada Juni 2023.

Menurut Kadokawa, edisi komersialnya kini telah melampaui satu juta kopi beredar di Jepang, sebuah pencapaian yang menunjukkan besarnya minat pembaca terhadap seri tersebut.

Dalam video peringatan yang dirilis bersamaan dengan pengumuman anime, diperlihatkan evolusi karya ini dari sketsa awal yang dibuat oleh Jiro Sugiura, kemudian berlanjut ke versi manga yang digambar oleh Umemaru, hingga akhirnya memasuki tahap produksi anime oleh Passione. Karakter Nora menjadi fokus utama dalam video tersebut dan juga tampil dalam teaser visual yang telah dipublikasikan.

Cerita The Fake Alchemist mengambil latar di negara-kota Orichalconia, sebuah dunia fantasi tempat alkimia dan sihir menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Tokoh utamanya adalah Paracelsus, seseorang yang bereinkarnasi ke dunia tersebut dan menjalani hidup sebagai seorang alkemis. Meski terlihat biasa saja, ia sebenarnya menyembunyikan kemampuan istimewa atau cheat skill yang sangat kuat.

Kehidupan Paracelsus berubah drastis ketika ia membuat kontrak dengan Nora, seorang gadis budak yang juga merupakan pengguna sihir kutukan. Tidak lama kemudian, ia bertemu Coco, seorang elf yang kehilangan keempat anggota tubuhnya sekaligus seluruh panca inderanya. Demi menyelamatkan Coco, Paracelsus memulai upaya sederhana dari bengkel kecil miliknya.

Namun, misi penyelamatan tersebut perlahan berkembang menjadi konflik berskala besar yang melibatkan alkimia, ilmu sihir, ruang angkasa, hingga keberadaan para dewa.

Jiro Sugiura turut menyampaikan komentarnya terkait adaptasi anime ini. Ia mengaku sangat terkejut sekaligus bahagia melihat karyanya akhirnya mendapatkan versi anime. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak akan terwujud tanpa dukungan para pembaca yang terus mengikuti perjalanan The Fake Alchemist sejak awal.

Sementara itu, Umemaru selaku ilustrator manga juga menyampaikan rasa syukurnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada Sugiura, tim produksi, dan para penggemar yang telah mendukung seri tersebut. Sebagai penggemar cerita aslinya, ia mengaku tidak sabar untuk menyaksikan hasil akhir adaptasi anime yang tengah dipersiapkan.

Selain sukses secara komersial, The Fake Alchemist juga beberapa kali memperoleh pengakuan di berbagai ajang penghargaan manga. Versi webcomic-nya pernah masuk nominasi kategori Web Manga dalam Next Manga Awards 2022 dan kembali mendapatkan nominasi pada edisi 2024. Tidak hanya itu, seri ini juga menempati peringkat ke-15 dalam Sanyodo Bookstore Comic Awards 2025.

Hingga saat ini, detail seperti jajaran staf lengkap, pengisi suara utama, maupun jadwal tayang anime masih belum diumumkan. Meski demikian, pengumuman adaptasi anime ini sudah cukup untuk meningkatkan antusiasme para penggemar.

Manga The Fake Alchemist sendiri masih berlanjut hingga sekarang. Volume kelima telah diterbitkan di Jepang pada Februari 2026. Untuk pembaca internasional, Yen Press menerbitkan versi cetaknya dalam bahasa Inggris, sementara Kadokawa juga menyediakan versi digitalnya untuk pasar global.