Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Ilustrasi perayaan anime Mii-chan and Yamada-san (X/miichan__anime)
Anggia Khofifah P

Adaptasi anime Mii-chan and Yamada-san resmi diumumkan tayang pada 2027. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, tim produksi merilis video promosi spesial, ilustrasi perayaan dari kreator manga Nene Azuki, serta mengonfirmasi bahwa informasi mengenai jajaran staf dan pengisi suara akan diumumkan di kemudian hari.

Namun, tak lama setelah pengumuman tersebut, adaptasi ini justru memicu perdebatan di media sosial karena tema cerita yang dinilai sensitif.

Menanggapi berbagai reaksi publik, akun resmi X (sebelumnya Twitter) anime Mii-chan and Yamada-san merilis pernyataan resmi pada 27 Juli.

Dalam pernyataan berjudul Regarding the Anime Adaptation of Mii-chan and Yamada-san, komite produksi mengakui adanya berbagai kekhawatiran dan pendapat yang muncul setelah adaptasi diumumkan.

Mereka menyatakan, "Kami memutuskan untuk mengadaptasi karya ini karena meyakini bahwa menghadirkan manga aslinya dalam bentuk animasi memiliki nilai dan makna tersendiri."

Selain itu, proses produksi disebut akan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan prasangka maupun kesalahpahaman terhadap isu-isu yang diangkat dalam cerita. Tim produksi juga mengungkapkan akan berkonsultasi dengan para ahli selama pengembangan anime, sekaligus menyertakan klasifikasi usia serta content warning yang sesuai sebelum penayangannya.

Di akhir pernyataan, mereka meminta dukungan para penggemar agar terus mendampingi perjalanan Mii-chan and Yamada-san.

Manga Mii-chan and Yamada-san mulai diserialisasikan melalui aplikasi resmi Kodansha, Magazine Pocket (MagaPoke), sejak September 2024. Berlatar di kawasan hiburan malam Kabukicho, Shinjuku pada tahun 2012, cerita ini mengikuti kehidupan Yamada, seorang hostes klub malam, serta Mii-chan, pegawai baru yang selalu tampak sedikit tertinggal dibanding orang-orang di sekitarnya.

Selama 12 bulan, pembaca diajak mengikuti kehidupan mereka di dunia hiburan malam yang keras. Mii-chan digambarkan sebagai sosok yang penuh semangat dan pekerja keras, tetapi mengalami kesulitan membaca kanji maupun memahami situasi sosial. Karena keterbatasan tersebut, ia kerap menjadi bahan ejekan dan dianggap sebagai sosok yang patut dikasihani.

Di sisi lain, Yamada perlahan mulai memahami ketulusan Mii-chan. Melihat bagaimana gadis itu terus berusaha meski menghadapi berbagai kesulitan membuat hubungan keduanya berkembang menjadi salah satu daya tarik utama dalam cerita.

Meski memiliki ilustrasi bergaya imut dan hangat, Mii-chan and Yamada-san justru menyajikan kisah yang sangat realistis. Manga ini mengangkat tema kesepian, tekanan sosial, serta kerasnya kehidupan di dunia hiburan malam tanpa banyak romantisasi. Kontras antara visual yang lembut dengan isi cerita yang berat inilah yang membuat karya tersebut banyak diperbincangkan.

Popularitas manga ini berkembang sangat pesat, terutama melalui media sosial seperti X, TikTok, dan YouTube. Hingga saat ini, manga tersebut telah memiliki lebih dari 2,8 juta kopi beredar meski baru menerbitkan enam volume.

Sebagai perbandingan, saat adaptasi anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba diumumkan pada Juni 2018, manga tersebut memiliki sekitar 2,5 juta kopi beredar setelah merilis 11 volume. Perbandingan ini menunjukkan bahwa Mii-chan and Yamada-san telah membangun basis pembaca yang sangat besar hanya dalam waktu singkat.

Tak hanya dari sisi penjualan, manga ini juga meraih berbagai pencapaian lain. Mii-chan and Yamada-san menempati peringkat keempat kategori pembaca pria dalam Kono Manga ga Sugoi! 2026. Sementara itu, berbagai video terkait serial ini di YouTube dan TikTok telah mengumpulkan lebih dari 100 juta penayangan secara kumulatif. Setiap kali bab terbaru dirilis, judulnya juga hampir selalu masuk jajaran 10 besar trending topic di Jepang.

Menariknya, manga ini juga telah dipastikan akan berakhir pada volume ketujuh. Dengan serialisasi yang kini memasuki tahap akhir, banyak pembaca penasaran mengenai nasib akhir Mii-chan dan Yamada. Pengumuman adaptasi anime pun semakin meningkatkan antusiasme sekaligus rasa penasaran para penggemar.

Sebagai bagian dari perayaan, Nene Azuki turut membagikan ilustrasi spesial yang menampilkan Mii-chan dan Yamada tersenyum berdampingan di bawah tulisan "Congratulations! Anime Adaptation". Hamukatsu, hamster peliharaan kesayangan Mii-chan, juga tampak hadir dalam ilustrasi tersebut.

Melalui pesan resminya, Azuki mengaku sangat bersyukur atas adaptasi anime ini. Ia berterima kasih kepada seluruh pembaca yang telah mendukung serial tersebut sejak awal. Sang kreator juga mengungkapkan bahwa anime dikerjakan oleh tim produksi yang luar biasa, dengan komunikasi yang terus terjalin selama proses produksi. Ia berharap dunia Mii-chan and Yamada-san dapat berkembang lebih luas melalui berbagai bentuk ekspresi yang hanya bisa dihadirkan oleh medium animasi.

Dengan pendekatan yang lebih berhati-hati dari pihak produksi serta perhatian besar terhadap pesan asli manga, adaptasi anime Mii-chan and Yamada-san kini menjadi salah satu proyek anime 2027 yang paling banyak disorot. Di tengah kontroversi yang mengiringinya, para penggemar pun menantikan bagaimana kisah emosional ini akan dihidupkan dalam format animasi.