Sekar Anindyah Lamase | Azilla Intan
Kim Hyang Gi di film Hallan (X/soompi)
Azilla Intan

Aktris Kim Hyang Gi kembali melebarkan sayapnya di panggung internasional dengan pergi ke festival film internasional mewakilkan film sejarah yang pernah ia bintangi, yakni film Hallan.

Film tersebut resmi diundang ke festival film yang bertajuk New York Asian Film Festival (NYAFF) ke-25 di tahun ini. Melansir dari Sports Donga pada Rabu (17/6/2026), dalam rangka menghadiri acara festival yang akan datang, Kim Hyang Gi dijadwalkan hadir bersama sutradara film, yakni Ha Myung Mi untuk bertemu dengan para penonton.

Bergabungnya film Hallan dalam festival ini memiliki makna yang lebih mendalam karena juga akan diselenggarakan sebuah pameran tentang Tragedi Jeju 4.3 (angka 4.3 merujuk pada bulan 4 tanggal 3).

Pameran ini nantinya akan bekerja sama dengan Jeju 4.3 Peace Foundation dan digelar atas usulan dari rumah produksi Whenever Studio. Selain pemutaran film, kegiatan ini diharapkan akan menjadi sarana pertukaran budaya sekaligus memperkenalkan makna sejarah Tragedi Jeju 4.3 kepada masyarakat internasional.

Mengutip dari Jeju Dark Tours, Tragedi Jeju 4.3 (1 Maret 1947 - 21 September 1948) adalah sebuah pemberontakan dan pembantaian massal yang dipicu oleh perlawanan penduduk terhadap pemilu terpisah yang diadakan tahun 1948 dan perpecahan semenanjung Korea di era Perang Dingin.

Tindakan keras dari militer dan polisi dalam tragedi ini menewaskan korban sekitar 30.000 jiwa atau sekitar 10% dari total populasi pulau Jeju. Dinamakan 4.3 karena pada 3 April 1948, kelompok dari sayap kiri bersenjata mulai menyerang pos polisis sebagai bentuk protes menolak pemilu terpisah yang diinisiasi militer AS di wilayah Selatan.

Tentang Fim Hallan dan Peran Kim Hyang Gi

Hallan berlatar di Pulau Jeju pada tahun 1948, mengisahkan tentang perjuangan seorang ibu dan anak perempuan yang berusaha untuk bertahan hidup di tengah situasi yang penuh ancaman.

Kim Hyang Gi akan memerankan karakter Ajin, seorang ibu yang rela mempertaruhkan nyawanya dengan menuruni Gunung Halla demi menemukan putrinya, Haesaeng (diperankan oleh Kim Min Chae). Sang putri terpaksa bersembunyi seorang diri di sebuah desa untuk menghindari pasukan yang sedang aktif melakukan pengejaran. 

Demi mendalami karakter Ajin dalam film Hallan, Kim Hyang Gi melakukan berbagai persiapan sebelum proses syuting dimulai. Ia mulai mempelajari latar belakang tokohnya secara menyeluruh dan mengunjungi beberapa situs sejarah di Jeju bersama dengan para kru produksi untuk dapat memahami kehidupan masyarakat pada masa itu.

Kim Hyang Gi juga berlatih menggunakan dialek Jeju, sehingga ia mampu menampilkan akting yang lebih natural dan mendapatkan apresiasi dari warga lokal setempat. 

Dalam film Hallan, Kim Hyang Gi melakukan berbagai adegan ekstrem, mulai dari menyeberangi pegunungan hingga terjun ke laut yang sangat dingin. Melalui ekspresi yang tenang dan tatapan tegas, ia berhasil menampilkan perjuangan penuh emosional dari karakter yang diperankan.

Penampilannya juga banyak mendapatkan pujian karena mampu menggambarkan penderitaan masyarakat yang berusaha untuk bertahan hidup di tengah tragedi sejarah Jeju 4.3 dan sukses meninggalkan kesan yang mendalam kepada para penonton.

Perilisan Film Hallan

Saat film Hallan dirilis perdana pada bulan November tahun lalu, film ini mencatat berbagai pencapaian yang cukup mengesankan dalam kategori film independen. Walaupun sempat memiliki keterbatasan dalam distribusi, film ini berhasil menarik sekitar 30 ribu penonton ke dalam bioskop. Setelah periode masa tayangnya berakhir, minat masyarakat terhadap film tersebut cukup tinggi melalui permintaan dari pemutaran di berbagai sekolah, institusi pendidikan, hingga organisasi masyarakat.

Respons positif juga datang dari luar Korea Selatan. Di Jepang, film ini telah dirilis pada 3 April untuk memperingati para korban Tragedi Jeju 4.3. Berkat promosi yang diadakan dari mulut ke mulut, jumlah bioskop yang menayangkan film tersebut terus bertambah hingga mencapai 45 lokasi bioskop. Selain itu, beberapa bioskop juga memperpanjang masa tayangnya karena tingginya minat dari para penonton. Hal ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi kategori film independen.

Selain Jepang, Film Hallan juga mendapatkan perhatian di Eropa. Film ini pernah diputar secara khusus di Kino Laika. Pada Maret lalu, film Hallan juga diundang ke dalam kompetisi Festival Film Korea di Florence, Italia. Rencananya, film Hallan akan kembali diputar pada bulan Juli mendatang di Piazza del Florence dan bertemu kembali dengan para penonton setempat.

Setelah memperoleh beberapa respons positif secara internasional di Jepang dan Eropa, film Hallan juga melanjutkan perjalanannya ke Amerika Utara melalui New York Asian Film Festival (NYAFF) yang diselenggarakan pada bulan Juli mendatang. Kehadiranya dalam festival ini menjadi bagian dari adanya upaya untuk dapat memperkenalkan sejarah Tragedi Jeju 4.3 kepada masyarakat di dunia. 

Melalui kesuksesan film Hallan, Kim Hyang Gi semakin memperkuat posisinya sebagai aktris yang diakui baik dari sisi kemampuan akting maupun popularitas. Setelah menunjukkan berbaai penampilan emosional yang kuat dalam film tersebut, ia juga baru-baru ini telah menarik perhatian publik dengan drama terbarunya yang berjudul The Absolute Value of Romance.