"Jenaka, saya tahu apa yang ada di antara kita. Kisah kita seperti sebuah buku yang akhirnya sudah diketahui. Saya mungkin hanyalah bagian kecil bab kisahmu. Tapi, kamu adalah seluruh kisah saya, Jenaka." (Surat untuk Jenaka halaman 377).
Surat untuk Jenaka merupakan sebuah novel romansa sejarah berbalut misteri fantasi karya Gigrey. Novel dengan jumlah halaman kurang dari 500 ini telah diterbitkan oleh penerbit Akad pada tahun 2024 lalu. Setelah diterbitkan pertama kali, novel ini sempat populer di kalangan anak remaja hingga dewasa dan sukses mencetak ulang sebanyak karyanya sebanyak sepuluh kali.
Hal menarik yang ada di novel ini adalah penulisnya mampu menarasikan sejarah pada tahu 1920-an dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, sehingga membuat para pembaca dapat membayangkan latar tempat di Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda. Selain itu, perpaduan yang unik antara misteri kasus pembunuhan dan unsur time-travel di cerita membuat novel ini semakin diminati.
Sinopsis Novel Surat untuk Jenaka
Surat untuk Jenaka mengisahkan tentang seorang mahasiswi jurusan Hukum, Jenaka yang secara tidak sengaja masuk ke dalam sebuah lemari tua peninggalan nenek buyutnya, Cantika. Lemari tua itu yang merupakan sebuah mesin waktu secara ajaib membuat Jenaka terlempar ke tahun 1923, tempat Cantika tinggal di masa itu dan seumuran dengannya. Tidak hanya itu, wajah Cantika sangat mirip dengan Jenaka, bahkan bisa dibilang kembar karena terlalu mirip. Ia juga dibuat terkejut saat mengetahui bahwa tunangan Cantika bukanlah Jati, kakek buyutnya, melainkan Raden Panji.
Selama beberapa saat, Jenaka menghabiskan waktu bersama dengan Cantika, bertemu dengan Pramoedya Bagoes Biroe atau Pram, seorang jaksa pertama yang berasal dari kalangan pribumi di Hindia Belanda. Ia juga bertemu dengan Jati, salah satu teman dekat Pram yang juga kenal dengan Cantika. Jenaka yang saat itu tidak tahu tujuannya berada di masa lalu mulai bertekad untuk mendekatkan Cantika dengan Jati agar di masa depan ia bisa lahir dan menjadi seorang pengacara, cita-cita yang selalu diinginkannya dari kecil.
Namun, rencananya tidak berjalan sesuai keinginan Jenaka. Sebab, pada keesokan harinya, Cantika langsung menjadi tersangka utama atas pembunuhan yang terjadi pada Raden Panji di kediamannya. Hal ini dikarenakan orang terakhir yang Raden Panji temui adalah Cantika. Bersama dengan Pram dan Jati, Jenaka berusaha untuk membuktikan bahwa Cantika tidak bersalah dan mengeluarkan nenek buyutnya dari daftar tersangka.
Apakah Jenaka mampu melakukan hal itu? Bagaimana Jenaka bisa membuktikan bahwa Cantika tidak bersalah? Siapakah pembunuh sebenarnya yang telah membunuh Raden Panji?
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Novel ini memiliki gaya bahasa yang santai, namun tetap sopan dan sesuai untuk digunakan pada zaman itu. Selain itu, premis dan sinopsis novel ini juga menarik perhatian para pembaca. Beberapa trivia, ilmu sejarah, dan bahasa Belanda sedikit diselipkan pada novel ini, membuat nuansa sejarah semakin kental. Surat untuk Jenaka memiliki alur yang sedikit lambat untuk bisa mencapai konflik utamanya, yakni kasus pembunuhan Raden Panji. Meski demikian, penyelesaian konflik utama dalam novel ini cukup memuaskan dan membuat cerita ini cukup membekas di hati para pembaca.
Sementara itu, di bagian layout buku, jarak antara font tulisan masih sedikit rapat dan terkadang ukurannya juga berbeda, membuat pembaca yang tidak terbiasa membaca buku dengan font rapat akan mudah merasa terganggu. Selain itu, ada beberapa typo dari tulisan yang ada di dalamnya.
Jika para pembaca menyukai novel romansa sejarah dengan unsur misteri dan fantasi, tidak masalah dengan alur yang sedikit lambat, font tulisan sedikit rapat, dan romansa yang tidak berlebihan, maka novel ini bisa dijadikan rekomendasi yang sangat tepat.
Namun, jika pembaca tidak menyukai novel dengan alur sedikit lambat, font tulisan yang rapat, dan mudah terganggu dengan typo tulisan, maka novel ini harus dipertimbangkan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: Surat untuk Jenaka
- Penulis: Gigrey
- Tahun Terbit: 2024
- Penerbit: Penerbit Akad
- Tebal: 452 halaman
- ISBN: 9786235953885
Baca Juga
-
Tayang September, Film Tazza: The Song of Beelzebub Jadi Penutup Seri Tazza
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Tayang 2 September, Portrait of a Family Hadirkan Kisah Keluarga Penuh Haru
-
Film Taste of Prison Rilis Potret Perdana, Chemistry Pemain Jadi Sorotan
-
Jung Hae In Berpeluang Bintangi Lucky Seoul, Drakor Terbaru dari tvN
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih
-
Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Ulasan Drama Unmasked: Potret Jurnalisme di Tengah Permainan Kekuasaan
-
Down and Out in Paris and London: Kisah Nyata George Orwell Mengungkap Sisi Gelap Kemiskinan
Terkini
-
Lagi Booming di Korea! Mainan Bola Lilin 'Wakppubol' Ampuh Usir Stres, Kok Bisa?
-
Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Cari Laptop Rp5 Jutaan? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Kuliah dan Kerja
-
5 Rekomendasi Novel Keigo Higashino Terbaik, Sang Masterpiece Misteri Jepang