M. Reza Sulaiman | Ukhro Wiyah
The Gangster, The Cop, The Devil (IMDb)
Ukhro Wiyah

Bisakah seorang polisi bekerja sama dengan gangster untuk menangkap seorang pembunuh?

Jujur janggal, ketika ada gangster yang selama ini menjadi incaran polisi untuk dipenjarakan, justru malah menjadi orang yang membantu polisi menangkap penjahat. Namun, apakah benar para gangster itu membantu atau malah mempunyai rencana tersendiri ketika pembunuh yang diburu sudah berada di tangan mereka? Mengingat kerja sama yang terjalin bukan atas dasar saling percaya, melainkan karena mempunyai musuh yang sama, semua kemungkinan bisa terjadi.

Sinopsis Film The Gangster, The Cop, The Devil

Film ini bercerita tentang Jang Dong-soo (Ma Dong-seok), seorang bos mafia yang disegani dan memiliki pengaruh besar di dunia kriminal.

Suatu malam, Dong-soo menjadi korban serangan brutal dari seorang pembunuh berantai misterius. Beruntung, ia berhasil selamat dan menjadi satu-satunya korban yang mampu lolos dari sang pelaku.

Di sisi lain, ada Jung Tae-seok (Kim Mu-yeol), seorang detektif yang dikenal keras kepala dan sering kali bertindak di luar aturan demi menangkap pelaku kejahatan.

Menyadari bahwa mereka sama-sama memburu orang yang sama, Dong-soo dan Tae-seok akhirnya membentuk aliansi yang tidak biasa. Namun, kerja sama tersebut bukan tanpa syarat. Keduanya sepakat bahwa siapa pun yang lebih dulu menangkap sang pembunuh berhak menentukan nasibnya.

Ulasan Film The Gangster, The Cop, The Devil 

Pertama kali saya tahu tentang film ini adalah saat ada seorang creator yang mengulasnya di Tiktok. Konten review itu tiba-tiba muncul di beranda saya. Ia memberikan cuplikan adegan yang cukup menarik perhatian. Seorang pimpinan gangster yang tampak garang memberikan payungnya kepada seorang siswi yang terlihat kehujanan. Melihat scene yang diambil dari film itu seketika menyadarkan saya bahwa setiap manusia mempunyai sisi baik dan sisi buruk yang mungkin tidak selalu bisa kita lihat dan ketahui. Seperti halnya Jang Dong-soo, meskipun dari luar terlihat garang dan telah melakukan banyak kejahatan, dia tetaplah manusia biasa yang juga punya hati nurani.

Premis yang diusung dari film ini tak kalah menarik. Alih-alih menggunakan sudut pandang polisi mengejar penjahat, penulis naskah memilih membuat polisi dan penjahat bekerja sama untuk menangkap penjahat lainnya. Akting Kim Mu-yeol yang di sini berperan sebagai polisi ambis dan Ma Dong-seok sebagai bos gangster terasa hidup. Mereka mampu merepresentasikan karakter masing-masing dengan meyakinkan.

Meskipun karakternya kontras dan bertolak belakang, tapi interaksi antara dua tokoh utama ini tetap terasa seru. Ada banyak momen ketika keduanya saling curiga, berdebat, bahkan mencoba memanfaatkan satu sama lain. Namun, justru dari situ chemistry mereka terasa natural.

Selain mereka berdua, karakter psikopat di film ini juga tampil dengan cukup mengesankan. Meski tidak banyak bicara, tetapi ekspresi dan sorot mata yang dia berikan cukup membuat orang yang melihatnya merasa ngeri. Ia membunuh tanpa motif yang jelas, bahkan seolah menikmati rasa takut dari setiap korbannya.

Mengusung genre thriller, film ini punya atmosfer menegangkan sejak di menit-menit pertama. Adegan pembunuhan dengan pisau ditampilkan cukup brutal dan mungkin akan terasa mengganggu bagi sebagian penonton. Namun, untuk adegan aksi, kejar-kejaran, hingga proses penyelidikan dikemas dengan ritme yang pas sehingga tidak terasa membosankan.

Meskipun demikian, bukan berarti film ini tanpa kekurangan. Selain adegan kekerasannya yang ditampilkan secara eksplisit, ada adegan lain yang saya rasa kurang berdampak ke alur cerita. Salah satunya kedatangan tim investigasi khusus yang katanya ditugaskan menyelesaikan kasus pembunuhan berantai. Tetapi sampai akhir, yang benar-benar bekerja dan bisa menangkap pelakunya tetap Kim Mu-yeol dan timnya. Sehingga kehadiran tim khusus tersebut terasa percuma dan sia-sia.

Menonton film ini membuat saya menyadari bahwa dunia tidak selalu terbagi menjadi hitam dan putih. Ada situasi ketika batas antara benar dan salah terasa begitu tipis. Ada kalanya hukum tidak mampu memberikan jawaban yang diharapkan, sementara rasa keadilan menuntut sesuatu yang lebih.

Secara keseluruhan, The Gangster, The Cop, The Devil bukan hanya tentang perburuan seorang pembunuh berantai. Film ini juga berbicara tentang bagaimana manusia terkadang harus berkompromi dengan prinsip yang mereka pegang ketika dihadapkan pada situasi yang ekstrem.

Jika kalian menyukai film aksi kriminal dengan ketegangan yang konsisten dan chemistry antarkarakter yang kuat, The Gangster, The Cop, The Devil wajib masuk watchlist kalian.