Sekar Anindyah Lamase | Raysazahra A.M
Film Cruella (IMDb)
Raysazahra A.M

Harapan penggemar untuk melihat kelanjutan kisah Cruella di layar lebar kembali menguat. Craig Gillespie selaku sutradara baru-baru ini menuturkan bahwa sekuel film tersebut masih berpeluang diwujudkan.

Dalam wawancara bersama The Playlist, Craig Gillespie ditanya mengenai potensi digarapnya Cruella 2. Ia tidak memberi kepastian, tetapi mengisyaratkan proyek tersebut masih masuk dalam rencana.

"Itu mungkin saja terjadi. Proyek itu masih menjadi salah satu agenda yang sedang dipertimbangkan," kata Craig Gillespie, dikutip pada Minggu (5/7/2026).

Hal ini mencuatkan harapan bahwa Emma Stone berpotensi kembali memerankan Cruella de Vil. Namun, jika sekuel benar-benar diproduksi, proses pengembangannya kemungkinan masih harus menyesuaikan jadwal sang aktris yang saat ini menjadi salah satu bintang paling sibuk di Hollywood.

Film Cruella pertama kali tayang pada Mei 2021. Film ini meraih pendapatan lebih dari US$233 juta di box office global dan mendapat respons positif dari para kritikus.

Di ajang bergensi Academy Awards ke-94, Cruella bahkan memenangkan kategori Best Costume Design dan turut masuk nominasi Best Makeup and Hairstyling.

Film tersebut juga memenangkan kategori kostum terbaik di Critics' Choice Awards dan British Academy Film Awards (BAFTA), sementara Emma Stone masuk nominasi Best Actress in a Motion Picture – Musical or Comedy di Golden Globe Awards ke-79.

Cruella sendiri mengisahkan Estella Miller, gadis berbakat di bidang desain busana yang tumbuh di Inggris pada 1960-an. Sejak kecil, Estella kerap dikucilkan karena rambut hitam-putihnya yang tidak biasa serta sifatnya yang pemberontak.

Setelah dikeluarkan dari sekolah, ibunya, Catherine, mengajaknya pindah ke London. Dalam perjalanan, mereka singgah di Hellman Hall untuk meminta bantuan kepada pemilik rumah tersebut.

Namun, sebuah insiden tragis terjadi ketika Catherine tewas setelah didorong sekawanan anjing Dalmatian dari balkon tebing.

Kehilangan sang ibu membuat Estella menjadi yatim piatu dan melarikan diri ke London, tempat ia bertemu Jasper dan Horace yang kemudian menjadi sahabat sekaligus rekan beraksi.

Berlatar 1977, Estella, Jasper, dan Horace bertahan hidup dengan melakukan pencurian kecil. Berkat bantuan Jasper, Estella mendapat pekerjaan di department store Liberty.

Meski awalnya hanya ditugaskan sebagai petugas kebersihan, bakatnya dalam dunia mode akhirnya menarik perhatian Baroness von Hellman, perancang busana ternama yang terkenal perfeksionis dan otoriter. Estella kemudian direkrut untuk bekerja di rumah mode milik Baroness.

Suatu hari, Estella menyadari Baroness mengenakan kalung yang dahulu dimiliki ibunya. Percaya bahwa kalung itu menyimpan jawaban atas kematian Catherine, Estella menyusun rencana bersama Jasper dan Horace untuk merebutnya kembali saat pesta Black and White Ball.

Demi menyembunyikan identitasnya, Estella menciptakan alter ego bernama Cruella yang terinspirasi dari julukan yang diterimanya sejak kecil. Ia berhenti mewarnai rambut hitam-putih alaminya dan mulai tampil dengan gaya busana yang berani serta provokatif.

Sosok Cruella perlahan berkembang menjadi rival terbesar Baroness dan lambat laun memicu persaingan sengit yang mengubah kehidupan keduanya.

Di sisi lain, Craig Gillespie saat ini tengah disibukkan dengan promosi Supergirl yang disutradarainya. Sementara Emma Stone belakangan ini juga tampil dalam berbagai proyek besar seperti Favourite, Poor Things, dan Bugonia.

Meski belum ada kepastian mengenai jadwal produksi maupun tanggal rilis, pernyataan Craig Gillespie menjadi sinyal terbaru bahwa peluang Cruella 2 masih terbuka.

Jika proyek tersebut benar-benar mendapat lampu hijau, Emma Stone diprediksi akan kembali memerankan salah satu karakter paling ikonis tersebut.