Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Blue Box (X/animetv_jp)
Anggia Khofifah P

Manga Blue Box (Ao no Hako) karya Kouji Miura resmi menutup perjalanannya setelah lima tahun menghiasi majalah Weekly Shonen Jump. Bab terakhir, yaitu Chapter 250, diterbitkan dalam edisi ke-33 Weekly Shonen Jump yang terbit di Jepang pada 13 Juli, sekaligus menandai berakhirnya salah satu manga romance olahraga paling sukses di generasi terbaru Shueisha.

Penutupan ini juga menjadi momen penting bagi Weekly Shonen Jump karena sebelumnya manga komedi romantis Hima-Ten! lebih dulu mengakhiri serialisasinya pada akhir Juni, sehingga dua seri romance populer tamat secara berurutan.

Blue Box pertama kali memulai serialisasinya pada April 2021 dan dengan cepat menarik perhatian pembaca berkat perpaduan cerita olahraga, romansa, serta kisah coming-of-age yang terasa hangat dan realistis. Alih-alih hanya berfokus pada pertandingan atau kisah cinta, Kouji Miura menghadirkan keseharian para remaja yang berusaha mengejar impian sekaligus memahami perasaan mereka sendiri ketika tumbuh menuju masa dewasa.

Cerita berpusat pada Taiki Inomata, siswa SMA Eimei yang menjadi anggota tim bulu tangkis putra. Sejak awal, Taiki diam-diam menyukai Chinatsu Kano, seniornya yang merupakan pemain andalan tim basket putri. Keduanya sering bertemu saat latihan pagi di gimnasium sekolah.

Hubungan Taiki dan Chinatsu mengalami perubahan besar ketika sebuah keadaan membuat Chinatsu harus tinggal serumah dengan keluarga Taiki. Situasi yang tidak biasa itu menjadi titik awal berkembangnya hubungan mereka. Di satu sisi, Taiki harus terus meningkatkan kemampuannya sebagai atlet bulu tangkis demi mengejar impian bertanding di tingkat nasional. Di sisi lain, ia juga berusaha mengungkapkan perasaannya kepada Chinatsu tanpa mengganggu fokus mereka masing-masing terhadap olahraga.

Sepanjang serialisasinya, Blue Box dikenal karena penggambaran karakter yang terasa alami. Manga ini tidak hanya memperlihatkan semangat para atlet muda dalam berlatih dan bertanding, tetapi juga menggambarkan rasa gugup, harapan, kecemasan, hingga kebahagiaan yang muncul ketika seseorang mulai jatuh cinta. Pendekatan tersebut membuat kisah Taiki dan Chinatsu terasa dekat dengan kehidupan para pembacanya.

Popularitas Blue Box tumbuh pesat sejak awal penerbitannya. Pada Next Manga Awards 2021, manga ini berhasil meraih Global Special Prize, kemudian menempati posisi keempat dalam daftar Nationwide Bookstore Employees' Recommended Comics 2022. Kesuksesan tersebut terus berlanjut hingga jumlah sirkulasinya melampaui 10 juta eksemplar, menjadikannya salah satu manga romantis tersukses yang diterbitkan Weekly Shonen Jump dalam beberapa tahun terakhir.

Menjelang bab terakhir diterbitkan, Kouji Miura sempat menyampaikan pesan singkat kepada para pembaca melalui Weekly Shonen Jump.

Ia mengungkapkan bahwa bab penutup akan menjadi "upacara kelulusan" bagi para karakter utama. Menurutnya, sejak awal ia memang telah merencanakan agar kisah Blue Box berakhir bersamaan dengan kelulusan Taiki dan kawan-kawan dari sekolah menengah atas.

Keputusan tersebut dinilai selaras dengan tema utama Blue Box yang menyoroti perjalanan remaja menuju kedewasaan. Kelulusan menjadi simbol bahwa Taiki dan Chinatsu telah menyelesaikan satu fase penting dalam hidup mereka, baik sebagai atlet maupun sebagai individu yang belajar memahami cinta, persahabatan, dan masa depan. Karena itu, banyak pembaca menilai penutupan cerita terasa alami tanpa harus memperpanjang alur di luar tujuan utamanya.

Kesuksesan Blue Box juga melahirkan adaptasi anime yang tayang mulai Oktober 2024 hingga Maret 2025. Musim pertamanya diproduksi oleh Telecom Animation Film dengan sutradara Yuichiro Yano, komposisi seri oleh Yuko Kakihara, desain karakter karya Miho Tanino, serta musik garapan Takashi Omama. Adaptasi tersebut mendapat sambutan positif dan semakin memperluas popularitas manga di berbagai negara.

Musim kedua dijadwalkan tayang pada Oktober 2026.