Langkah timnas Norwegia di ajang Piala Dunia 2026 memang harus berakhir di babak perempat final kemarin. Melansir dari laman Instagram @arsiptimnas, tim asal daerah Skandinavia tersebut harus takluk secara dramatis dari timnas Inggris dengan skor akhir 1-2 di babak perempat final kemarin.
“Inggris berhasil menjadi negara ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia dengan skor akhir 2-1 di Stadion Miami, Florida, Minggu (12/7/2026). Bellingham jadi pahlawan di pertandingan ini dengan mencetak gol penentu di babak extra time dan sekaligus memastikan perjalanan Haaland dkk harus terhenti di babak perempat final,” tulis laman Instagram @arsiptimnas.
Meskipun timnas Norwegia gagal melaju ke babak semifinal, perjuangan Erling Haaland dkk di ajang Piala Dunia 2026 kali ini tetap patut mendapatkan apresiasi setinggi langit. Pasalnya, sebelum ajang Piala Dunia 2026 ini, timnas Norwegia dianggap kurang diperhitungkan mampu melaju ke babak perempat final. Terlebih lagi, mereka sudah cukup lama absen dari babak putaran final Piala Dunia.
Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), timnas Norwegia di ajang Piala Dunia 2026 kali ini dianggap menjadi salah satu kontestan dengan comeback tournament paling mengejutkan sejauh ini. Pasalnya, mereka terakhir kali berlaga di ajang Piala Dunia adalah pada edisi Piala Dunia 1998 silam di Prancis, atau kurang lebih sekitar 28 tahun yang lalu.
Kala itu, Norwegia yang juga menjadi tim kejutan mampu melaju ke babak 16 besar. Bahkan, di ajang Piala Dunia 2026 kali ini, timnas Norwegia mampu mencetak rekor baru dengan sukses melangkah ke babak perempat final untuk pertama kalinya meskipun pada akhirnya harus takluk di tangan Inggris.
Lantas, apakah performa gemilang yang ditunjukkan timnas Norwegia di ajang Piala Dunia 2026 kali ini bisa menjadi acuan kebangkitan sepak bola di wilayah Skandinavia?
Sepak Bola Skandinavia Pernah Berjaya dan Menjadi Fenomena di Masa Lalu
Bagi orang awam, wilayah Skandinavia merupakan kumpulan negara yang berada di wilayah Eropa bagian utara yang dekat dengan kawasan Kutub Utara. Melansir dari laman transfermarkt.com, wilayah ini meliputi negara Norwegia, Swedia, Denmark, Finlandia, dan Kepulauan Faroe.
Ciri khas dari negara-negara di wilayah ini adalah diyakini sebagai tempat berkembang dan menyebarnya budaya Viking yang menjadi salah satu sejarah peradaban manusia terbesar yang pernah ada. Tidak heran jika saja orang-orang dari wilayah Skandinavia umumnya memiliki kemampuan fisik yang cukup luar biasa dan juga memiliki postur tubuh yang relatif tinggi.
Di dunia sepak bola, negara-negara Skandinavia memang menjadi kekuatan di era sepak bola lama atau pada abad ke-20. Kala itu, dua negara, yakni Swedia dan Denmark, dianggap menjadi tim yang cukup diperhitungkan dalam percaturan sepak bola Eropa dan dunia. Bahkan, kedua negara tersebut juga sempat menjadi tim yang cukup ditakuti di kawasan Eropa.
Di masa kini, memang Swedia dianggap kurang begitu memiliki prestasi di kancah sepak bola internasional. Namun, di masa lalu, negara asal salah satu legenda sepak bola dunia, yakni Zlatan Ibrahimovic, ini pernah dijuluki salah satu tim kuda hitam yang cukup diperhitungkan di pesepakbolaan dunia.
Tercatat, prestasi terbaik Swedia adalah mampu meraih posisi runner-up di ajang Piala Dunia 1958 silam. Bahkan, mereka juga dua kali meraih peringkat ke-3 di edisi Piala Dunia 1950 dan 1994. Tidak mengherankan jika Swedia sampai saat ini masih dianggap memiliki rekor terbaik di antara negara-negara Skandinavia.
Lalu, Denmark juga tercatat pernah merajai sepak bola Eropa pada dekade 1990-an. Bahkan, mereka mampu mengejutkan dunia dengan sukses meraih gelar juara Piala Eropa edisi 1992 silam. Padahal, kala itu mereka dianggap sebagai tim underdog dalam kompetisi.
Kini, suksesnya Norwegia melaju ke babak perempat final ajang Piala Dunia 2026 dianggap sebagai sebuah fenomena yang menyita banyak perhatian. Bahkan, hal ini dianggap sebagai awal mula kebangkitan marwah pesepakbolaan Skandinavia yang dahulu pernah ditakuti dan diperhitungkan di pesepakbolaan dunia.
Baca Juga
-
Comeback yang Berakhir Air Mata: Mengapa Piala Dunia 2026 Jadi Mimpi Buruk Neymar?
-
Tampil Gila di Piala Dunia 2026, Vozinha Layak Menunda Masa Pensiunnya!
-
Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?
-
Bukan Sekadar Bola, Konflik Mbappe vs Senator Paraguay Berpotensi Jadi Masalah Diplomatik!
-
Babak Belur di Kandang Sendiri: Akhir Perjalanan Tragis AS, Kanada, dan Meksiko di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Duel Skuat Rp16 Triliun: Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Thomas Tuchel Yakin Mental Baja Inggris Mampu Tumbangkan Argentina
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Barcelona Jadi Tim Penyumbang Pemain Terbanyak
-
Inggris vs Argentina: Semifinal yang Lebih dari Sekadar Sepak Bola
-
Piala Dunia 2026: Ada 2 Alasan Mengapa Saya Tak Heran Argentina Bisa Lolos ke Babak Semifinal
Hobi
-
Inggris vs Argentina: Semifinal yang Lebih dari Sekadar Sepak Bola
-
Piala Dunia 2026: Ada 2 Alasan Mengapa Saya Tak Heran Argentina Bisa Lolos ke Babak Semifinal
-
Rivalitas Inggris vs Argentina: Sejarah, Gengsi hingga Hand of God
-
Rooney Beri Wejangan Untuk Inggris Jelang Kontra Argentina di Semifinal
-
Lamine Yamal Tak Gentar Hadapi Prancis: Kepercayaan Diri Ubah Spanyol
Terkini
-
Ironi Demokrasi: Ketika Pembelaan Hanya Milik Mereka yang Berkuasa
-
Jangan Asal Beli! 5 HP Gaming Rp2 Jutaan yang Paling Worth It
-
Cetak Sejarah! Michael Jadi Film Biopik Pertama yang Tembus 1 Miliar Dolar
-
Review Series Hacked, Teror Misterius di Balik Layar Ponsel yang Diretas
-
Mobile Suit Gundam Wing dan Code Geass Resmi Luncurkan Manga Crossover Baru