Sekar Anindyah Lamase | Raysazahra A.M
Potret Jaafar Jackson (Instagram/jaafarjackson)
Raysazahra A.M

Aktor pendatang baru Jaafar Jackson tidak butuh waktu lama untuk memantapkan kariernya di dunia perfilman Hollywood.

Setelah mencetak debut gemilang lewat Michael yang sukses meraup pendapatan hingga USD 1 miliar, keponakan mendiang King of Pop ini telah mengamankan proyek film terbarunya bertajuk Supermax bersama Will Smith.

Kabar bergabungnya Jaafar Jackson diumumkan langsung oleh Will Smith melalui media sosial pada Senin (3/8/2026). Smith mengunggah sebuah video yang memperlihatkan percakapan pesan singkatnya dengan Jaafar.

Detail karakter yang akan diperankan oleh Jaafar Jackson masih dirahasiakan, tapi Will Smith sedikit membocorkan bahwa peran tersebut akan menjadi "bagian yang sangat menyenangkan."

Disutradarai oleh David Gordon Green, Supermax akan menampilkan Will Smith dan AnnaSophia Robb sebagai dua agen FBI.

Keduanya ditugaskan untuk menyelidiki sebuah kasus pembunuhan yang mustahil terjadi di dalam balik dinding penjara berkeamanan maksimum yang tak bisa ditembus.

Bagi Will Smith sendiri, Supermax menandai proyek kembalinya ke layar lebar setelah absen lebih dari dua tahun sejak perilisan Bad Boys: Ride or Die yang kala itu sukses meraup pendapatan melampaui USD 400 juta.

Keterlibatan aktor berusia 30 tahun ini di Supermax datang di tengah penantian pengumuman resmi terkait sekuel Michael.

Penampilan Jaafar Jackson yang memukau saat bertransformasi menjadi pamannya, Michael Jackson, tak hanya menuai pujian kritis, tetapi juga diprediksi kuat akan menempatkan namanya di bursa penghargaan film bergengsi.

Seperti diketahui, film Michael berakhir jauh sebelum menceritakan akhir hayat sang bintang pop, sekaligus menghindari rentetan kontroversi yang mengelilinginya.

Tepat sebelum credit title bergulir, penonton disuguhkan sebuah tulisan yang berbunyi: "Kisah Ini Berlanjut" (His Story Continues).

"Film pertama ini berhenti jauh sebelum menceritakan kisah Michael Jackson secara utuh," ungkap bos Lionsgate, Adam Fogelson.

"Masih ada banyak sekali karya musik luar biasa di dalam katalognya yang belum sempat disentuh pada bagian cerita ini. Jadi, kami telah menyatakan bahwa ada ruang untuk film lain. Saya bisa memastikan bahwa tim pembuat film tengah bekerja keras untuk bersiap menggarap film kedua. Ketika momen yang tepat tiba, kami akan dengan sangat antusias mengumumkan bahwa hal itu pasti terjadi," pungkasnya.

Secara garis besar, film Michael mengangkat kisah hidup sang legenda pop, di mana porsi cerita yang cukup besar didedikasikan untuk menyoroti masa kecilnya di Gary, Indiana.

Penonton disuguhkan hubungan keluarganya yang rumit, terutama ambisi sang ayah, Joe (Colman Domingo), yang sangat mendominasi demi mencetak Michael dan saudara-saudaranya menjadi bintang besar lewat grup Jackson 5 dengan cara apa pun.

Di sisi lain, sang ibu, Katherine (Nia Long), harus menyaksikan metode didikan Joe yang kasar dengan batin yang berkecamuk. Kendati menyakitkan untuk disaksikan, ambisi dan kerasnya latihan Joe membuahkan hasil.

Keluarga itu sukses meroket ke puncak popularitas dan pindah ke sebuah rumah mewah di Los Angeles saat Michael baru berusia sekitar 11 tahun.

Beranjak dewasa, Michael harus berjuang keras mencari kemandirian dan jati dirinya sendiri karena sang ayah begitu mengontrol dan bersikeras mempertahankan eksistensi Jackson 5 tanpa batas waktu.

Michael mungkin menjadi salah satu sosok paling dicintai di dunia, tetapi di saat yang sama, ia juga menjadi orang yang paling kesepian. Kontradiksi inilah yang menjadi konflik emosional paling menarik dalam film tersebut.

Bagi para penggemar setia, film ini turut menghadirkan deretan momen ikonis, mulai dari proses syuting video musik Thriller hingga insiden kebakaran mengerikan saat syuting iklan komersial Pepsi.

Rangkaian peristiwa tersebut merangkum perjalanan karier Michael di era '70-an dan '80-an, tepat saat ia berada di puncak popularitasnya.