Lisa BLACKPINK akhirnya comeback dengan karya solo terbaru. Penyanyi asal Thailand itu resmi merilis single “SaWaDiKa” pada Jumat, 4 September 2026 pukul 09.00 waktu Korea Selatan atau 07.00 WIB. Lagu ini menjadi pembuka untuk era musik baru Lisa sekaligus single pra-rilis dari EP terbarunya, PRESS PLAY.
Kembalinya Lisa kali ini terasa cukup lekat dengan identitasnya sebagai perempuan kelahiran Thailand. Bahkan, hal tersebut sudah terlihat dari judul lagunya. “SaWaDiKa” diambil dari sapaan dalam bahasa Thailand yang berarti “halo”.
Sapaan tersebut menjadi pembuka lagu sekaligus seperti cara Lisa memperkenalkan dirinya kembali kepada pendengar. Setelah sebelumnya dikenal lewat berbagai warna musik dalam album solonya, kali ini ia kembali menonjolkan sisi rapper dengan musik yang kental dengan hip-hop.
Lisa Kembali Tunjukkan Sisi Rapper
“SaWaDiKa” dibangun dengan produksi hip-hop yang menempatkan rap Lisa sebagai salah satu elemen utama. Lagu ini diproduseri Thom Bridges bersama duo Ojivolta. Lisa juga tercatat ikut terlibat dalam penulisan lagu bersama sejumlah musisi lainnya.
Pada bagian awal, Lisa langsung menyapa pendengar dengan penggalan “Hello, Sawadika”. Setelah itu, ia melanjutkan rap dengan lirik yang banyak menonjolkan rasa percaya diri dan kehidupan sebagai bintang dunia.
Ada pula penyebutan “Lalisa” dan “La Diva” yang membuat lagu ini terasa seperti perkenalan kembali terhadap sosok Lisa yang sudah dikenal publik. Sapaan dalam bahasa Thailand tersebut bukan hanya menjadi judul, tetapi juga bagian yang terus muncul sebagai hook sepanjang lagu.
Dengan durasi sekitar tiga menit, “SaWaDiKa” mengandalkan hook yang mudah dikenali dan rap Lisa sebagai daya utama. Lagu ini sekaligus menunjukkan bahwa sisi rapper yang menjadi salah satu ciri khas Lisa masih menjadi bagian penting dalam karya solonya.
Pesona Thailand Hadir di MV SaWaDiKa
Nuansa Thailand semakin terasa lewat video musik “SaWaDiKa” yang dirilis bersamaan dengan lagunya. MV tersebut disutradarai Bang Jae Yeob dan mengambil lokasi di Bangkok, kota yang menjadi bagian penting dari identitas Lisa.
Alih-alih hanya menjadikan Thailand sebagai nama di judul lagu, video musiknya juga memasukkan berbagai unsur yang lekat dengan negara tersebut. Lisa terlihat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain di Bangkok dengan sejumlah pergantian gaya busana dan koreografi yang enerjik.
Unsur Muay Thai juga dimasukkan ke dalam visual. Ada pula tuk-tuk serta sejumlah lokasi khas Bangkok yang membuat kota tersebut ikut menjadi bagian dari konsep video musik. Salah satu lokasi yang digunakan adalah kawasan Hua Lamphong.
Lisa juga tampil dengan beberapa gaya busana yang mencuri perhatian, termasuk outfit bernuansa olahraga dan pakaian yang menampilkan tulisan “SaWaDiKa”. Konsep tersebut semakin memperkuat tema yang dibawa single ini, yaitu memperlihatkan sisi Lisa sebagai artis global tanpa meninggalkan akar Thailand-nya.
Respons terhadap MV tersebut juga langsung terlihat setelah dirilis. Menurut laporan The Nation Thailand, video musik “SaWaDiKa” dalam satu jam pertama mencapai lebih dari 1,93 juta views di kanal YouTube resmi LLOUD.
Pembuka Era Baru “PRESS PLAY”
“SaWaDiKa” bukan rilisan yang berdiri sendiri. Lagu ini menjadi single pra-rilis untuk EP PRESS PLAY yang dijadwalkan keluar pada 23 Oktober 2026. EP tersebut akan berisi enam lagu dan menjadi proyek musik terbaru Lisa setelah album solo debutnya, Alter Ego, yang dirilis pada 2025.
Setelah “SaWaDiKa”, aktivitas Lisa juga masih cukup padat. Ia akan merilis film dokumenter Always Lalisa di bioskop seluruh dunia pada 12 Oktober 2026 setelah lebih dulu menjalani pemutaran perdana di Toronto International Film Festival.
Lisa juga dijadwalkan menggelar residensi solo VIVA LA LISA di The Colosseum at Caesars Palace, Las Vegas, pada 13–14 dan 27–28 November 2026. Empat pertunjukan tersebut bahkan dilaporkan terjual habis dalam waktu sekitar 10 menit setelah tiket dibuka.
Dengan “SaWaDiKa”, Lisa membuka babak baru karier solonya dengan membawa dua hal sekaligus: karakter rapper yang sudah melekat dengannya dan identitas Thailand yang kali ini ditempatkan lebih jelas di dalam musik maupun visual.
Kini, fokusnya tertuju ke PRESS PLAY. Setelah “SaWaDiKa”, kira-kira seperti apa warna musik yang akan Lisa hadirkan lewat lima lagu lainnya?
Baca Juga
-
Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas
-
Sandiwara Mangrove Massal: Selamatkan Alam atau Cuma Formalitas Pejabat?
-
Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT
-
Bahasa Indonesia Diminati Kampus Dunia, Kok Kita Malah Bangga Pakai Slang?
-
Dua Wajah Indonesia: Sibuk Kejar Dolar Turis, Lalai Urus Kabut Asap
Artikel Terkait
-
Bukan Karena Hamil Duluan, Seungri Tegaskan Sudah Sah Menikah di Tengah Kasus Penganiayaan
-
Fangirling di Usia 20-an: Bolehkah Kita Bahagia Karena Hal Sesederhana Ini?
-
Netflix Pastikan KPop Demon Hunters 2 Akan Tayang Lebih Dulu di Bioskop
-
Agensi Benarkan Laporan Dispatch, T.O.P dan Nana Resmi Berkencan
-
Profil Intak P1Harmony, Viral Berkat Cover Hip Song hingga Duet Bareng Rain
Entertainment
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Bosan Slasher? Ini 9 Film Folk Horror yang Cocok Ditonton saat Halloween
-
King's Proposal Diadaptasi Anime TV, Rie Takahashi Isi Suara Karakter Utama
-
Sinopsis Eugenia, Drama Misteri Jepang Terbaru Kishii Yukino dan Kiryu Mai
-
Hey, Somebody oleh Xiaojun WayV: Lagu Debut Solo Penuh Pesan Penyemangat
Terkini
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?
-
Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas