Sebagai seorang penyintas memori lagu People You Know dari Selena Gomez, rasanya kian mak jleb kala mendapati satu video short Youtube dimana Jisoo Blackpink dan Jung Hae In beradu akting diiringi backsound tersebut. Dari cuplikan dramanya, kemungkinan mengandung vibes angsat sih. Jadilah aku googling dan menemukan judul Snowdrop.
Melansir IMDb, Snowdrop adalah drama besutan sutradara Jo Hyun Tak yang diadaptasi dari jurnal tulisan seorang mantan tahanan kamp penjara Korea Utara yang rilis pada 18 Desember 2021 - 30 Januari 2022.
Drama ini mengusung genre historical, romansa, misteri, dan tragedi yang disajikan dengan riuh. Selain itu, Snowdrop juga mengguncang psikologis penonton lewat atmosfer pekatnya dunia politik kala itu.
Definisi ‘People You Know’ Versi Drama
Snowdrop mengisahkan seorang mahasiswa pascasarjana dari universitas terkemuka Jerman yakni Im Soo Ho (Jung Hae In) yang terluka dan bersimbah darah. Dia lantas ditolong oleh Eun Young Ro (Jisoo Blackpink) dan dirawat secara sembunyi-sembunyi di dalam asrama perempuan universitasnya.
Kedekatan mereka awalnya bergaya platonis manis, kemudian berubah menjadi romantis. Namun, misteri Soo Ho perlahan terkuak ke udara. Tentang tujuannya datang kemari, hubungannya dengan negara tetangga, sampai motifnya berhasil dikuliti.
Hingga di puncak momentumnya, Soo Ho dan Young Ro yang semula dekat dipaksa menjadi rival asing yang nggak segan menodongkan senjata. Akankah mereka tetap menjaga loyalitas pada satu sama lain? Ataukah mengorbankan satu sama lain demi loyalitas pada negara masing-masing?
Bakat Akting Jisoo Blackpink Terbukti dalam Snowdrop
Saat aku menonton drama ini untuk pertama kali, atau bahkan dari cuplikan short saja, aku langsung kesengsem dengan duet akting Jisoo Blackpink dan Hae In. Jisoo yang seorang idol KPOP bisa berakting juga woy!
Jisoo berhasil memuaskan ekspektasi penonton kala memerankan Young Ro sebagai mahasiswa polos tetapi cerdas. Ekspresinya disetel bisa santai, ala malu-malu kucing, tetapi bisa membawakan scene teror dan tragedinya hingga menusuk tulang. Maksudku, aktingnya disini tuh natural dan nggak berasa kepaksa ya. Ditunjang dengan busana ala 80an yang menawan sekali lho!
Sedangkan Hae In juga mampu mengimbangi Jisoo dengan keren nan vibesnya ngemong banget. Bahasa matanya kuat sekali, seolah memiliki spektrum khas guna menyampaikan plot cerita. Di awal mungkin berasa abang sulung ngasuh adik bungsu, tapi vibes Hae In mampu berbalik arah menjadi rival mutlak nggak terbantahkan. Ekspresi wajahnya juga mampu menjaga rahasia, alias sukses nggak membocorkan spoiler ke penonton.
Sinematografi Ala 80an yang Menawan
Snowdrop sendiri berlatar tahun 1987 yang sinematografinya disokong betul-betul. Komposisi warnanya hangat, lebih kalem, dan nggak tajam. Namun atmosfernya diatur sedemikian rupa sehingga scene komedi, romansa, dan tragedinya tetap tersampaikan dengan lugas.
Pihak produksi juga mampu menginput busana pemain yang selaras dengan tahun tersebut. Sehingga penonton mampu mengenali perbedaan trend fashion Korea era lampau dan era kini. Busana-busananya juga memiliki tone hangat, sederhana, bergaya casual tapi tetap sopan. Didukung dengan hair stylist yang nggak neko-neko, alias tetap mengedepankan sisi kesederhanaan plot.
Namun, sajian konflik brutal dan konsekuensi genre tetap disajikan dengan logis, kendati fokus utamanya ada pada romansa. Justru ini yang kadang terabaikan dalam drama.
Background Soo Ho sebagai mata-mata Korea Utara pun boleh dikata relate ya. Dia dituntut membaur dengan masyarakat sipil hingga menjalin hubungan demi keberlangsungan misi. Mau disangkal dan dipungkiri pun, demikianlah kinerja mata-mata atau intel ya. Jadi, sisi romansa itu sejatinya adalah pengalihan isu semata.
Kok Pihak Produksi Seberani Ini Sih?
Aku sendiri cukup menyukai akting Jisoo dan Hae In yang klop, kompak, dan saling melengkapi. Yang semula ala abang adik, sahabat platonis, berujung romansa tragisnya itu ngena sekali di hati. Dibarengi dengan visual mereka memang dasarnya serbuk berlian, tetapi tetap cocok untuk latar 80an.
Sebagai penonton, kuakui bahwa akting mereka nggak kaleng-kaleng dalam menyampaikan plot cerita yang sejatinya berat.
Namun kalau harus membuka lembaran sejarah, drama ini sejatinya penuh kontroversi. Dimulai dari pengambilan latar 1987 yang mengacu pada Gerakan Demokrasi Juni 1987 dimana merupakan peristiwa besar bagi dua Korea. Pun pada beberapa scene, drama ini seakan mendistorsi kebenaran sejarah mereka.
Aku nggak tahu apakah pihak produksi berupaya menyajikan intrik romansa yang kemungkinan terjadi tentang peristiwa politik besar itu, atau sekadar menyuguhkan sisi lain yang nggak pernah terekspos.
Antara Cengar-Cengir atau Nangis Kejer
Snowdrop sebenarnya menyimpan trik psikologis yang kuat. Para penonton bakal diajak naik roller coaster emosi, mengenai bapernya interaksi Soo Ho - Young Ro, dan ending yang nggak bisa dibantah. Tentang takdir, janji, dan loyalitas yang selalu memiliki neraca kebimbangan dalam kehidupan nyata.
Sense romansanya kuat, pekat, tapi bukan tipikal eksplisit atau dark romance walaupun dibumbui pesona manipulasi. Efek psikologisnya bahkan menembus layar, jadi sebaiknya ditonton dengan persiapan mental ya.
Bukan gore juga sih, tapi lebih pada melek sejarah dan agar nggak gampang kebawa plot yang agak terdistorsi. Mungkin, drama yang sebaiknya ditonton untuk usia 18 tahun ini patutlah mendapatkan nilai 7/10 ya.
Identitas Drama
- Judul: Snowdrop
- Adaptasi: jurnal tulisan mantan tahanan Korea Utara
- Sutradara: Jo Hyun Tak
- Genre: romance, misteri, psikologis, historical
- Rilis: 18 Desember 2021 - 30 Januari 2022
- Platform: Disney +
- Negara Asal: Korea Selatan
- Bahasa: Bahasa Korea
- Jumlah Episode: 16
Baca Juga
-
Be Wise: Bagaimana Membaca Menjadi Aplikator Sosial untuk Membaca Karakter Manusia
-
Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance
-
Never-Ending Summer: Drama dengan Opening Bergaya Donghua yang Colorful
-
Teknologi Masif, Bagaimana Radio Jadi Wadah Aspirasi dan Apresiasi HUT RI?
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
Artikel Terkait
-
Ulasan The Sound of Magic: Melihat Standar Kedewasaan dalam Hidup Anak Muda
-
Drakor Our Beloved Summer: Kisah Mantan Kekasih yang Bikin Gagal Move On
-
Segera Tayang! Intip Fakta-Fakta Menarik Drama Korea 'New Recruit 4'
-
Review Drama Korea: The Apartment Job, Kupas Skandal Korupsi dengan Humor
-
If You Wish Upon Me: Menemukan Alasan Hidup dari Mereka yang Menanti Ajal
Ulasan
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants
-
Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
-
Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail
-
Review Reacher Season 3: Kembalinya Sang Serigala Penyendiri yang Tangguh!
-
Ulasan First Love: Ketika Cinta Pertama Menemukan Jalan Pulang
Terkini
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
5 Serum Kombinasi Peptide dan Retinol untuk Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
-
Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita
-
Netflix Umumkan Anime Baru hingga Tanggal Tayang Cyberpunk: Edgerunners 2
-
Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'