Made in Korea menjelma sebagai salah satu drama Korea termahal yang pernah digarap dengan bujet produksi mencapai 70 miliar won atau Rp911 miliar untuk dua musim.
Angka yang dilaporkan oleh Korea Herald pada Selasa (1/9/2026) itu bahkan jauh lebih besar dibanding Moving yang disebut menelan bujet produksi sebesar 65 miliar won dan Arthdal Chronicles dengan 54 miliar won.
Made in Korea adalah sebuah serial yang membahas mengenai kisah kekuasaan dan keserakahan menggunakan latar situasi politik Korea Selatan pada era 1970-an.
Made in Korea mencatat jumlah penonton internasional yang tinggi dan menuai banyak pujian dari kritikus, meski respons di Korea Selatan cenderung lebih bervariasi.
Kesuksesan tersebut lantas menjadikan Season 2 hadir dengan ekspektasi lebih besar. Hyun Bin pun mengaku adanya tekanan untuk meneruskan pencapaian musim sebelumnya.
"Bukan berarti saya tak merasa tertekan. Sebab begitu banyak orang menyukai Season 1, sebagian dari diri saya juga ingin mereka akan menonton Season 2," ungkap Hyun Bin seperti diberitakan The Korea Herald pada Selasa (2/9).
Ia turut membahas alur episode-episode terbaru yang lebih singkat dan menjanjikan adanya perubahan cerita yang lebih mendalam.
"Di Season 1, terdapat begitu banyak eksposisi yang dibutuhkan untuk menghadirkan karakter dan situasi dalam setiap episode," jelas Hyun Bin.
"Di Season 2, begitu peristiwa dimulai, ceritanya terus berkembang menjadi satu rangkaian narasi. Saya rasa penonton akan dapat lebih tenggelam di dalamnya dan menyukainya," sambungnya.
Season pertama membahas pada isu perseteruan antara Gi-tae yang dimainkan oleh Hyun Bin dan Geon-young yang diperankan Jung Woo-sung.
Gi-tae adalah seorang taipan kejam yang memanfaatkan ketidakstabilan politik agar dapat meraih kekuasaan yang lebih besar. Sedangkan Geon-young merupakan jaksa gigih yang berusaha untuk menghentikannya.
Pada akhir Season 1, dinamika keduanya justru terbalik. Geon-young dipermalukan dan dipenjara, sementara Gi-tae kian memperkuat perebutan kekuasaannya.
Sembilan tahun setelahnya, hubungan keduanya pun berubah menjadi dendam pribadi.
Musim kedua meneruskan konflik tersebut dengan perkembangan hubungan yang kian personal. Sutradara Woo Min-ho menyebut bahwa serial ini akan memberikan ruang lebih bebas sebab menggunakan karakter-karakter fiktif.
Baca Juga
-
5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Film Komedi Warga Rusun 609
-
Catat Tanggalnya! Sutradara Obsession Siap Rilis Film Horor Komedi 2027
-
Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award
-
5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Avengers Endgame: Encore!
-
Catat Tanggalnya! Taylor Swift Rilis Lagu Baru 'Patient Zero' Pekan Ini
Artikel Terkait
Entertainment
-
Bikin Kaget Fans, Kim Yong Ji Nikahi Pria Jepang dan Nantikan Anak Pertama
-
Shonen Jump+ Buka Kompetisi Manga Heroine "Cute", Hadiah Utama 500.000 Yen
-
Langganan Konten Eksklusif Artis, Worth It atau Justru Bikin Rugi?
-
Sitkom Palace Land Tayang 2027, Intip Daftar Para Pemain Utamanya!
-
6 Rekomendasi Drakor yang Menyimpan Kritik terhadap Sistem Peradilan Formal
Terkini
-
5 Lipstik Merah Bata untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Makeup Makin Stunning!
-
Gaji Habis Buat Healing Terus? Hati-Hati, Bisa Jadi Kamu Korban Tekanan Sosial Digital
-
Gelanggang Anterra: Perjalanan Remaja Tanpa Sihir Menantang Hierarki Dunia
-
Penutupan TPA Sarimukti dan Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Review Street Fighter: Antara Pesta Nostalgia dan Cerita yang Kehilangan Taji