Lintang Siltya Utami | Dian Haerani
Descendants of the Sun. (Soompi.com)
Dian Haerani

Drama Korea legendaris, Descendants of the Sun, yang merayakan anniversary ke-10 di tahun ini akan diadaptasi menjadi film layar lebar Indonesia!

Menyadur Soompi pada Senin (7/9/2026), rumah produksi NEW mengumumkan rencana untuk merilis Descendants of the Sun Indonesia (judul sementara), sebuah film yang mengadaptasi serial aslinya agar sesuai dengan nuansa dan latar belakang lokal, di bioskop-bioskop Indonesia pada tahun 2027.

Berbeda dari serial aslinya yang memiliki 16 episode, versi Indonesia akan dikemas menjadi film layar lebar dengan cerita yang disesuaikan dengan latar, budaya, serta kondisi sosial Indonesia.

Yang membuat proyek ini semakin menarik adalah jajaran pemain dan sutradaranya. Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo dipercaya menjadi pemeran utama, sementara posisi sutradara diisi oleh Hanung Bramantyo. Selain mereka, Eva Celia dan Yoshi Sudarso juga ikut bergabung dalam proyek tersebut.

Jika dalam versi Korea penonton mengenal Yoo Si Jin dan Kang Mo Yeon yang diperankan oleh Song Joong Ki dan Song Hye Kyo, versi Indonesia akan menghadirkan karakter dengan identitas baru. Reza Rahadian memerankan Baskara, seorang tentara, sedangkan Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Cahaya, seorang dokter.

Eva Celia juga akan memerankan karakter Mutia yang memiliki latar belakang militer. Namun, jangan membayangkan film ini hanya akan mengganti nama karakter dan lokasi syuting dari Korea menjadi Indonesia. Hanung Bramantyo justru menegaskan bahwa proyek tersebut bukan sekadar remake, melainkan adaptasi bebas yang harus dilokalkan.

Menurut Hanung, cerita asli Descendants of the Sun yang terdiri dari 16 episode tidak mungkin begitu saja dipadatkan menjadi film tanpa melakukan perubahan besar. Karena itu, ia memilih untuk mengambil gagasan utama dari cerita tersebut lalu mengolahnya kembali agar memiliki relevansi dengan kehidupan Indonesia.

Salah satu hal yang tetap dipertahankan adalah konflik antara dunia militer dan medis. Dua profesi tersebut memiliki prinsip yang berbeda. Seorang dokter memiliki tanggung jawab utama untuk menyelamatkan kehidupan, sementara seorang tentara memiliki tugas untuk menjaga keamanan dan keselamatan negara.

Pertemuan dua dunia dengan prinsip yang berbeda inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama cerita. Di tengah perbedaan cara pandang tersebut, hubungan personal dan kisah cinta para karakternya kemudian berkembang menjadi konflik yang lebih kompleks.

Menariknya, versi Indonesia juga akan membawa konflik tersebut lebih dekat dengan persoalan yang ada di dalam negeri. Alih-alih membawa karakter ke wilayah konflik negara asing seperti dalam versi Korea, Hanung ingin menghadirkan cerita yang berangkat dari kondisi dan persoalan yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia.

Untuk mempersiapkan perannya, para pemain pun tidak hanya mengandalkan kemampuan akting. Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dirinya harus mempelajari bahasa militer, sistem komando, hingga istilah yang digunakan dalam kegiatan menembak.

Sementara itu, Dian Sastrowardoyo mendapatkan pelatihan dari dokter sungguhan untuk memahami berbagai istilah medis dan situasi yang berkaitan dengan operasi.

Bagi Dian, memerankan seorang dokter yang kompeten juga membutuhkan tantangan tersendiri. Karakternya digambarkan sebagai dokter yang cukup diandalkan ketika menghadapi situasi sulit. Karena itu, ia harus mampu menampilkan sosok yang percaya diri dan terlihat benar-benar menguasai pekerjaannya.

Sementara Eva Celia juga menjalani persiapan fisik untuk memerankan karakter dari dunia militer. Ia melakukan latihan untuk membentuk otot dan menyesuaikan kondisi fisiknya dengan tuntutan karakter yang dimainkan.

Di balik berbagai persiapannya, proyek ini juga memiliki nilai khusus karena menjadi hasil kolaborasi antara industri film Indonesia dan Korea Selatan. NEW ikut terlibat dalam proses produksi, sementara distribusi film di Korea Selatan nantinya akan ditangani oleh Contents Panda, anak perusahaan NEW.

Sebelumnya, Hanung Bramantyo juga dikenal berhasil mengadaptasi film Korea Miracle in Cell No. 7 ke dalam versi Indonesia. Film tersebut menjadi salah satu film lokal dengan pencapaian box office besar. Pengalamannya dalam mengolah cerita Korea agar tetap memiliki rasa Indonesia tentu membuat proyek Descendants of the Sun Indonesia semakin menarik untuk dinantikan.

Saat ini proses syuting Descendants of the Sun Indonesia telah selesai dan film tersebut sedang memasuki tahap pascaproduksi. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia pada 2027.

Apakah versi Indonesia akan mampu menghadirkan rasa nostalgia bagi penggemar drama aslinya sekaligus menawarkan cerita yang terasa dekat bagi penonton Indonesia? Nantikan terus jawabannya!