Zaki Muhammad Farhan
Zaki Muhammad Farhan
Ilustrasi olahraga bareng (pexels/Andres Ayrton).

Di akhir tahun 2019, hampir seluruh negara termasuk Indonesia mengalami pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 ini disebabkan karena varian virus SARS Cov-2 yang sangat rentan terjadi pada kesehatan tubuh. Ditambah lagi, proses penularan virus ini begitu cepat. Proses penularan dari virus ini bisa melalui udara, aerosol, dan langsung ke berbagai organ seperti mata. Dengan demikian, selama pandemi Covid-19, kita ditekankan untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan fisik maupun mental agar proses penularan Covid-19 dapat menurun. Hal yang bisa kita lakukan dalam menjaga kesehatan selama pandemi salah satunya adalah rutin berolahraga agar daya tahan tubuh  menjadi lebih kuat.

Saat berolahraga di masa pandemi Covid-19,  kita dianjurkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Adanya kondisi ini, membuat banyak dari kita tidak bisa melakukan semua jenis olahraga. Hal ini terjadi karena olahraga tersebut bisa menjadi sarana penularan dari virus Covid-19. Maka dari itu, jenis olahraga yang mungkin bisa kita sarankan dan bermanfaat untuk dilakukan selama pandemi Covid-19. Adapun yang dimaksud yakni jenis olahraga dengan intensitas dan durasi sedang. 

Menurut Tracy et.all (2021), dalam jurnal biomedik yang berjudul pengaruh olahraga terhadap Coronavirus Disease 2019, olahraga jenis ini dapat meningkatkan respons imun dan daya tahan tubuh terhadap penyakit, terutama di masa pandemi Covid-19. Beda halnya dengan olahraga intensitas tinggi dan terus menerus, kita tidak dianjurkan selama pandemi Covid-19 ini karena bisa memberikan efek penurunan pada sistem imun tubuh, sehingga rentan terpapar virus Covid-19.

Olahraga di masa pandemi Covid-19 selain memberikan manfaat pada peningkatan sistem imun, juga dapat mencegah timbulnya gangguan mental dari pikiran. Terlebih lagi bagi kita yang sedang menjalani karantina dan isolasi mandiri akibat pandemi Covid-19. Gangguan mental yang bisa ditimbulkan selama pandemi Covid-19 dapat berupa stres, cemas, depresi, hingga gejala kelelahan.

Munculnya berbagai penyakit selama pandemi Covid-19 sangat rentan terjadi. Penyakit tersebut dapat berupa penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi dari tubuh. Hal ini kemungkinan terjadi karena malas untuk melakukan aktivitas fisik dan olahraga selama pandemi Covid-19. Orang-orang lebih cenderung menghabiskan waktu selama di rumah untuk bermain gawai, nonton televisi, tidur, dan lain sebagainya. Sehingga, penyakit di atas tergolong sangat rentan kita alami selama pandemi Covid-19 sekarang ini.

Olahraga yang direkomendasikan di era pandemi memenuhi kriteria tersendiri. Antara lain, bertumpu pada kekuatan dan ketahanan yang bersifat individu, intensitas sedang, dan bisa dilakukan di rumah sendiri, tanpa melibatkan banyak orang, serta durasi olahraga yang sedang. Olahraga yang termasuk dalam kriteria di atas berupa lompat tali, sit up, yoga, dan senam zumba.

Lompat tali termasuk jenis olahraga ketananan yang memberikan manfaat kepada kita seperti meningkatkan koordinasi tubuh, menjaga kesehatan jantung, menguatkan otot kaki, dan efektif dalam membakar lemak. Sedangkan sit up termasuk olahraga kekuatan yang memberikan manfaat berupa menguatkan otot perut, memperbaiki postur badan, dan meningkatkan fleksibilitas. 

Yoga dan zumba termasuk olahraga ketahanan yang memberikan manfaat pada tubuh, berupa menjaga metabolisme tubuh agar tetap dalam keadaan stabil, meningkatkan pernapasan, memperkuat energi serta vitalitas. Manfaat yang bisa kita rasakan pada pikiran saat berolahraga selama pandemi Covid-19 yakni bisa meredakan gejala depresi dan gangguan cemas.

Referensi :

 Apituley TLD, Pangemanan DHC, Sapulete IM. Pengaruh Olahraga Terhadap Coronavirus Disease 2019. Jurnal Biomedik. 2021;13:111–7. 

Komentar