Di era digital seperti sekarang, semua peralatan yang berguna bagi kelangsungan hidup manusia kini semakin canggih dan serba digital. Salah satunya yaitu alat pengukur tensi digital. Alat satu ini sangat berguna apalagi pada saat kasus Covid-19 sedang marak-maraknya ketika semua orang tidak bisa selalu keluar rumah untuk memeriksakan kesehatan.
Selain mudah dan praktis, alat tensi digital ini juga tidak perlu menggunakan stetoskop untuk mengukur tekanan darah seseorang. Banyak sekali merek alat tensi digital yang ditawarkan di pasaran. Pilih merek yang bagus dan sudah terjamin kualitasnya.
Lalu bagaimanakah menggunakan alat tensi digital secara tepat? Melansir dari situs halodoc, berikut adalah langkah-langkah yang tepat dan akurat untuk menggunakan alat tensi digital.
- Sebelum mengukur tensi, ada baiknya beristirahat selama 5 menit agar lebih tenang dan rileks
- Langkah pertama, lengan harus ditopang terlentang di atas meja, usahakan agar lengan atas setinggi jantung dan posisi kaki menjejak lantai serta tidak disilangkan.
- Pasang alat pengukur tensi sedikit di atas lipatan lengan, usahakan alat menyentuh kulit langsung. Kamu bisa singsingkan lengan pakaian terlebih dahulu.
- Setelah itu lilitkan dan kaitkan pengait pada kain manset. Jangan terlalu kencang atau kendur.
- Tekan tombol untuk menyalakan daya pada alat tensi digital. Lalu secara otomatis kain manset yang terlilit akan mengembang.
- Kamu sudah bisa melihat hasil tekanan darah. Catat hasilnya.
- Setelah selesai, tekan tombol daya lagi untuk mematikan alat tensi digital.
- Lepas kembali manset. Rapihkan dengan benar agar tidak mudah rusak
Tekanan darah dikatakan normal jika angka menunjukkan 120/80 atau sedikit lebih rendah. Lalu jika menunjukkan 140/90 atau lebih tinggi sudah masuk kategori darah tinggi. Jika hasilnya diantara 120/80 dan 140/90 berarti sudah masuk kategori prehipertensi.
Segera konsultasikan ke dokter jika kamu memiliki tensi jauh di bawah atau di atas normal. Agar lebih mudah mendeteksi penyakit yang bisa ditimbulkan dari tekanan darah yang terlalu tinggi atau rendah. Cek selalu tekanan darah secara berkala agar bisa terus memantau perkembangan kesehatan secara mandiri. Tetap jaga kesehatan dan selamat mencoba!
Baca Juga
-
Dicibir karena Animasi Jelek, Niu Lai Jadi Box Office Saingi The Odyssey
-
6 Rekomendasi Horor Psikologis di Netflix, Siap Mengguncang Kewarasan
-
Sinopsis Monster: The Lizzie Borden Story, Ungkap Kisah Pembunuhan Sadis
-
Agnez Mo Raih Posisi 6 IMDb STARmeter Berkat Perankan Lila Hoth
-
Gosho Aoyama Ungkap Draft Bab Terakhir Detective Conan, Benarkah Segera Tamat?
Artikel Terkait
-
5 Cara Meningkatkan Konsistensi dalam Hidup
-
Kepoin Orang di Instagram Meski Tak Punya Akun, Coba Pakai Cara Ini
-
5 Cara Hadapi Orang Keras Kepala dan Membuatnya Mendengarkan
-
MP3 Juice: Ini Cara Download Lagu MP3 dari Video YouTube Gratis
-
4 Cara Mengatasi Rasa Bersalah pada Sahabat dengan Baik, Memperbaiki Diri!
Health
-
Jangan Paksa Tubuhmu: Mengenal Pentingnya Recovery Day dalam Rutinitas Olahraga
-
Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya
-
Kimpul Mendadak Viral, Benarkah Umbi Lokal Ini Lebih Sehat dari Nasi?
-
Duduk Seharian di Depan Layar? Ini Cara agar Tetap Aktif Tanpa Harus ke Gym
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
Terkini
-
Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah
-
Anime ONE PIECE Resmi Umumkan Dua Film Baru yang Tayang pada 2027 dan 2029
-
Ulasan Tunggu Aku Sukses Nanti: Ketika Arti Kesuksesan Bukan Sekadar Materi
-
Kisah Ajaib Desa Macondo di Serial One Hundred Years of Solitude: Part 1
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?