Apakah Kamu pernah merasakan kecemasan saat berada di ruangan sempit atau tertutup? Mungkin Kamu mengidap claustrophobia. Melansir dari Medical News Today, claustrophobia merupakan jenis gangguan kecemasan yang takut terhadap ruangan sempit dan tertutup.
Kata claustrophobia berasal dari bahasa latin claustrum yang berarti tempat tertutup dan phobos dari bahasa Yunani yang berarti ketakutan.
Biasanya orang dengan claustrophobia akan berusaha keras untuk menghindari ruang kecil atau sempit dan situasi yang memicu kepanikan dan kecemasan mereka. Faktor genetik juga disebut-sebut sebagai penyebab claustrophobia.
Berikut ini adalah gejala, faktor pemicu, serta pengobatan claustrophobia seperti yang dilansir dari laman Medical News Today.
Gejala claustrophobia
Bagi orang yang mengidap kecemasan jika berada di ruang sempit atau claustrophobia biasanya mengalami gejala seperti di bawah ini:
- Berkeringat dan menggigil
- Detak jantung meningkat
- Tekanan darah tinggi
- Pusing
- Pingsan
- Perut mual
- Nyeri dada
- Sulit bernapas
Biasanya claustrophobia dipicu oleh kecemasan akan beberapa hal seperti:
- Berada di lift
- Ruang ganti di pusat perbelanjaan
- Ruang bawah tanah
- Ruangan terkunci
- Terowongan
BACA JUGA: Betrand Peto Ogah Lanjutkan Nyanyi saat Adzan Berkumandang: Yang Mau Sholat Silakan
Jika mengalami gejala claustrophobia yang dipicu hal tersebut di atas, maka tidak ada salahnya anda melakukan diagnosa ke psikolog.
Setelah melakukan diagnosis, psikolog mungkin akan merekomendasikan beberapa pengobatan seperti di bawah ini:
Terapi perilaku kognitif
Tujuan dari terapi ini adalah untuk melatih pikiran pasien agar mereka tidak lagi merasa takut atau terancam oleh ruangan sempit atau tertutup.
Nantinya pasien akan diarahkan ke dalam ruangan kecil untuk membantu mereka menghadapi ketakutan dan kecemasan.
Terapi obat
Obat seperti antidepresan dan relaksan bisa mengatasi gejala, namun terapi obat ini tidak bisa dijadikan sebagai alternatif penyembuhan total dari masalah yang mendasarinya.
Latihan relaksasi dan visualisasi
Untuk mengatasi rasa takut dan kecemasan terhadap suatu hal, latihan relaksasi otot, melakukan meditasi, dan menarik napas dalam-dalam bisa membantu penderita claustrophobia.
BACA JUGA: Gaya Baru Sedikit Terbuka, Pakaian Lesti Kejora Banjir Doa dari Netizen
Pengobatan alternatif
Supleman dan obat alami seperti minyak penenang bisa membantu pasien dalam mengatasi kecemasan dan kepanikan yang diidapnya. Dengan perawatan rutin dua kali dalam seminggu, dan dilakukan setidaknya dalam 10 minggu, claustrophobia bisa diatasi.
Lakukanlah pengobatan secara berkala agar claustrophobia bisa segera diatasi. Bila kecemasan masih kerap timbul, jangan ragu untuk segera menghubungi profesional agar dapat pemeriksaan menyeluruh. Semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Cara Sederhana Ibu Rayakan Kemerdekaan, Lomba Hias Tumpeng di Sekolah Anak
-
Iko Uwais Terpilih Jadi Juri Jackie Chan International Action Film Week
-
From Zero to Hero, Kisah Kang Edai Bawa Budaya Osing Mendunia
-
Kecewa dengan 'The Last House'? Ini 6 Film Thriller Survival yang Jauh Lebih Mencekam!
-
4 Kuliner Hidden Gem Sekitaran Depok, Murah, Enak, dan Bikin Ketagihan
Artikel Terkait
-
Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!
-
V BTS Ungkap Alami Gangguan Pendengaran, Makin Buruk saat Jalani Wamil
-
Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina
-
Sharp Airest Satukan AC dan Air Purifier, Hadirkan Teknologi MERV 14 Bikin Udara Makin Sehat
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
Health
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha
-
Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar
-
Lupakan Lari Ngos-ngosan, Ini Alasan Slow Jogging Lebih Efektif Bakar Lemak
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong