Musim pancaroba seringkali datang bersamaan dengan "tamu" tak diundang bagi si kecil: batuk dan pilek. Sebagai orang tua, melihat anak tidak nyaman karena hidung meler atau batuk terus-menerus tentu membuat khawatir. Seringkali, kita menganggapnya sebagai flu biasa yang akan sembuh dengan sendirinya.
Namun, ada kalanya gejala yang tampak ringan ini merupakan awal dari infeksi yang lebih serius, seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV). Virus ini, yang sangat umum menyerang anak-anak, bisa menjadi ancaman besar, terutama bagi bayi yang lahir prematur atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Mengenali gejalanya sejak dini adalah kunci untuk bisa memberikan penanganan yang tepat dan cepat.
Di tengah peringatan Hari Bayi Prematur Sedunia, AstraZeneca kembali menegaskan pentingnya perlindungan tambahan bagi bayi prematur terhadap penyakit pernapasan berat, khususnya Respiratory Syncytial Virus (RSV). Virus ini, yang seringkali dianggap sebagai flu biasa, bisa sangat berbahaya bagi anak-anak kecil.
Prof. Cissy Rachiana Sudjana Prawira, dr., Sp.A(K), MSc., Ph.D, seorang Konsultan Respirologi Anak, menjelaskan secara mendalam bagaimana cara mengenali RSV sejak tahap awal, terutama pada anak usia 1–3 tahun, serta langkah-langkah pengobatan ringan yang bisa dilakukan di rumah.
Gejala RSV pada Anak: Kapan Harus Mulai Waspada?
Gejala RSV pada batita seringkali tampak serupa dengan flu biasa pada awalnya. Namun, perkembangannya bisa lebih cepat dan lebih berat.
Hidung Berair, Batuk, dan Bersin: Ini adalah tanda awal yang paling umum. Meskipun tampak ringan, kombinasi gejala ini menunjukkan bahwa virus telah mulai menginfeksi saluran pernapasan atas.
Malas Makan dan Minum: Seiring infeksi berkembang, anak biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan dan minum. Kondisi ini sangat penting untuk dipantau karena bisa menyebabkan dehidrasi.
Napas Jadi Lebih Cepat: Ini adalah gejala yang sangat perlu untuk diperhatikan. Napas yang lebih cepat dari biasanya adalah tanda bahwa RSV telah memengaruhi saluran pernapasan bawah, yang bisa menyebabkan peradangan dan penyempitan.
Cara Mengatasi di Rumah (untuk Gejala Ringan)
Untuk kasus RSV yang ringan, pengobatan bisa dilakukan secara suportif, yaitu dengan membantu tubuh anak melawan infeksi dan meredakan gejalanya. Prof. Cissy menegaskan bahwa karena RSV adalah virus, tidak ada obat yang bisa membunuhnya secara langsung.
Beberapa pengobatan ringan yang bisa dilakukan oleh orang tua di rumah antara lain:
Berikan Obat Demam: Jika anak mengalami demam atau tampak sangat tidak nyaman, obat penurun panas bisa diberikan sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.
Perbanyak Cairan: Cairan sangat penting untuk bisa mencegah dehidrasi. Air putih, susu, atau cairan lain yang disukai oleh anak bisa diberikan lebih sering.
Jauhkan dari Asap Rokok: Paparan asap rokok bisa memperburuk iritasi pada saluran pernapasan dan memperberat gejala batuk.
Berikan Makanan Sehat: Makanan yang lunak dan mudah untuk ditelan bisa membantu anak untuk tetap mendapatkan nutrisi meskipun nafsu makannya sedang menurun.
Perbanyak Istirahat: Istirahat akan membantu tubuh untuk bisa pulih lebih cepat. Usahakan agar anak bisa tidur lebih lama dan menghindari aktivitas yang berat.
Namun, jika gejala memburuk, terutama bila anak sulit bernapas atau tampak sangat lemas, segera bawa ke dokter atau rumah sakit.
(Flovian Aiko)
Baca Juga
-
Tayang 26 Maret, Ini Jajaran Pemain Drakor Cabbage Your Life
-
Shin-chan Masuk Dunia Yokai, Film ke-33 Umumkan Tayang Juli 2026 di Jepang
-
Mudik 2026 Makin Lancar, 6 Ruas Tol Baru Dibuka Gratis Selama Arus Lebaran!
-
Terjebak Algoritma: Mengapa Internet Hanya Menampilkan yang Kita Suka?
-
Reuni, Bukber, dan Panggung Pencapaian yang Terselubung
Artikel Terkait
-
Bukan Cuma Flu Biasa, Virus RSV Bisa Jadi 'Pembunuh' Senyap bagi Bayi Prematur
-
RSV Luncurkan Helm Terbaru yang Didesain untuk Kebutuhan Harian
-
Lonjakan Kasus Flu di Perkotaan, Benarkah Dipicu Perubahan Iklim?
-
4 Virus dan Bakteri yang Bisa Picu Keracunan Makanan, Apa Saja?
-
Penyebaran Virus Ternyata Secepat Ini, Pantas Syahrini Lap Tangan ke Jas Suami Usai Pegang Mikrofon
Health
-
Ngopi saat Sahur, Efektifkah untuk Menjaga Energi Selama Puasa?
-
Hindari Mi Instan, Pilih Telur Dadar Sayur Agar Puasa Tetap Berenergi
-
Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?
-
Olahraga Saat Puasa: Mitos, Fakta, dan Panduan dari dr. Tirta
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
Terkini
-
Tayang 26 Maret, Ini Jajaran Pemain Drakor Cabbage Your Life
-
Shin-chan Masuk Dunia Yokai, Film ke-33 Umumkan Tayang Juli 2026 di Jepang
-
Mudik 2026 Makin Lancar, 6 Ruas Tol Baru Dibuka Gratis Selama Arus Lebaran!
-
Terjebak Algoritma: Mengapa Internet Hanya Menampilkan yang Kita Suka?
-
Reuni, Bukber, dan Panggung Pencapaian yang Terselubung