Hampir semua orang punya ritual yang sama saat memakai toilet umum. Ada yang mengelap dudukan toilet dengan tisu, ada yang melapisinya dengan beberapa lembar tisu sebelum duduk, bahkan ada yang memilih setengah jongkok karena takut tertular penyakit dari permukaan toilet.
Kebiasaan itu terasa wajar karena dudukan toilet sering dianggap sebagai salah satu bagian paling kotor di ruang publik. Namun, benarkah mengelap dudukan toilet dengan tisu selalu membuatnya lebih bersih?
Ternyata jawabannya tidak sesederhana itu.
Kebiasaan Mengelap Dudukan Toilet Tak Selalu Dianjurkan
Produsen toilet asal Jepang, TOTO, mengingatkan bahwa dudukan toilet berbahan resin atau plastik sebaiknya tidak dibersihkan dengan cara menggosok menggunakan tisu kering atau kain kasar secara berulang.
Menurut penjelasan perusahaan tersebut, gesekan yang terus-menerus dapat menimbulkan goresan halus pada permukaan dudukan toilet. Goresan ini mungkin tidak terlihat oleh mata, tetapi dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran dan noda sehingga permukaan lebih mudah berubah warna seiring waktu.
Artinya, yang dipersoalkan bukan aktivitas membersihkan toilet, melainkan cara membersihkannya. Untuk perawatan permukaan dudukan toilet, penggunaan kain lembut yang dibasahi air atau cairan pembersih ringan dinilai lebih aman dibanding menggosok dengan bahan abrasif.
Para ahli juga menyarankan menghindari penggunaan pengencer, sikat logam, atau bahan pembersih yang terlalu keras karena dapat merusak lapisan permukaan toilet.
Lalu, Bagaimana Cara Membersihkan Dudukan Toilet yang Benar?
Jika menggunakan toilet umum dan ingin memastikan kebersihannya, langkah yang lebih dianjurkan adalah membersihkan permukaan dengan tisu yang dibasahi disinfektan atau cairan pembersih yang tersedia di lokasi, bukan sekadar menggosok keras dengan tisu kering.
Beberapa hal yang dapat dilakukan sebelum duduk di toilet umum antara lain:
- Periksa apakah dudukan toilet tampak bersih dan kering.
- Gunakan toilet seat cleaner atau disinfektan bila tersedia.
- Bersihkan permukaan secara perlahan dengan tisu lembap.
- Hindari menggosok terlalu kuat agar permukaan tidak cepat rusak.
- Cuci tangan dengan sabun setelah selesai menggunakan toilet.
Dalam banyak kasus, kebersihan tangan setelah dari toilet justru memiliki pengaruh lebih besar terhadap pencegahan penularan penyakit dibanding ritual mengelap dudukan toilet berulang-ulang.
Perlukah Melapisi Dudukan Toilet dengan Tisu?
Kebiasaan lain yang sangat umum adalah melapisi dudukan toilet dengan beberapa lembar tisu sebelum duduk. Banyak orang merasa cara ini memberikan perlindungan tambahan dari kuman.
Namun, sejumlah ahli kebersihan menilai manfaatnya tidak sebesar yang dibayangkan. Lapisan tisu sangat tipis dan mudah menyerap kelembapan. Saat seseorang duduk, tisu dapat menjadi lembap sehingga perlindungannya menjadi terbatas.
Selain itu, risiko tertular penyakit dari dudukan toilet sebenarnya relatif rendah selama kulit dalam keadaan utuh dan tidak terdapat luka terbuka. Sebagian besar kuman penyebab infeksi lebih sering menyebar melalui tangan yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata.
Dengan kata lain, mencuci tangan dengan benar tetap menjadi langkah paling penting setelah menggunakan toilet umum.
Bahaya Lain: Duduk Terlalu Lama di Toilet
Ada satu kebiasaan yang justru lebih sering diabaikan, yaitu terlalu lama duduk di toilet sambil bermain ponsel.
Posisi duduk di toilet membuat area rektum berada lebih rendah dibanding saat duduk di kursi biasa. Jika berlangsung terlalu lama, tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus dan dasar panggul dapat meningkat.
Beberapa ahli mengaitkan kebiasaan ini dengan meningkatnya risiko keluhan seperti:
- wasir atau hemoroid,
- rasa tidak nyaman pada area panggul,
- kesemutan akibat posisi duduk terlalu lama,
- serta kebiasaan mengejan yang berlebihan.
Karena itu, menggunakan toilet seperlunya dan menghindari berlama-lama sambil bermain ponsel merupakan kebiasaan yang lebih sehat.
Jadi, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Kesimpulannya, tujuan utama saat memakai toilet umum adalah menjaga kebersihan secara efektif, bukan sekadar mengikuti kebiasaan yang terasa aman.
Mengelap dudukan toilet dengan tisu kering ternyata tidak selalu dianjurkan, terutama untuk perawatan permukaan toilet berbahan resin. Jika ingin membersihkan dudukan toilet, gunakan metode yang lebih lembut dan higienis, seperti tisu lembap atau disinfektan.
Yang tak kalah penting, jangan lupa mencuci tangan dengan sabun setelah selesai menggunakan toilet dan hindari duduk terlalu lama sambil bermain ponsel.
Pada akhirnya, toilet umum memang perlu digunakan dengan hati-hati, tetapi kewaspadaan terbaik bukanlah rasa takut berlebihan, melainkan kebiasaan higienis yang benar.
Baca Juga
-
Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains
-
Pajak Buku dan Masa Depan Literasi: Sudah Waktunya Pembebasan PPN Diperluas?
-
Sayap Tanpa Rupa, Terbang Tanpa Suara
-
HYROX Makin Ramai di Indonesia, Apa yang Membuatnya Begitu Istimewa?
Artikel Terkait
-
Perempuan dan Tren Aktif Olahraga: Gaya Hidup Sehat atau Tekanan Body Goals?
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Smart Training Ubah Cara Masyarakat Menjalani Gaya Hidup Sehat
-
Masyarakat RI Makin Hidup Sehat, Bisnis Wellness Punya Peluang Moncer
-
Tren Lari Kian Meningkat, Gaya Hidup Sehat Makin Mengakar di Indonesia
-
Bukan Cuma Bakar Kalori, Ini 5 Alasan Mengapa Bulu Tangkis Bikin Tubuh Lebih Bugar
Health
-
Lupakan Lari Ngos-ngosan, Ini Alasan Slow Jogging Lebih Efektif Bakar Lemak
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains
-
Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih
-
Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja
-
Cara Pintar Simpan Obat Agar Tetap Manjur: Jangan Lakukan 3 Hal Ini!
Terkini
-
Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027
-
Bekerja untuk Hidup atau Hidup untuk Bekerja? Menggugat Obsesi pada Produktivitas
-
Gabung Aprilia, Pecco Bagnaia Balas Dendam pada Marc Marquez dan Ducati?
-
Teror Spoiler di Era Streaming: Ketika Menonton Bukan Lagi Soal Menikmati Cerita
-
Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing