PSSI selaku induk sepak bola Indonesia benar-benar mempersiapkan Timnas U-17 yang diproyeksikan ke Piala Dunia akhir tahun ini dengan sangat serius. Selain menunjuk Bima Sakti yang sukses mengantarkan Timnas U-16 menjadi jawara di Piala AFF 2022 lalu sebagai nakhoda tim, PSSI juga menginstruksikan kepada coach Shin Tae Yong dan Indra Sjafrie untuk membantu Bima dalam melakukan proses seleksi pemain.
Dan kini, sebuah berita menggembirakan kembali berhembus ke tubuh Timnas U-17. Salah satu legenda Inggris yang pernah memperkuat The Blues Chelsea, Dennis Wise dikabarkan tengah bersiap untuk segera terbang ke Indonesia dan membantu Bima Sakti dalam membentuk skuat. Hal ini terkonfirmasi dari channel YouTube GARUDA SPACE yang menginformasikan kedatangan sang legenda.
Kehadiran sosok Dennis Wise sendiri tentu menjadi sebuah hal yang sangat positif bagi Bima Sakti pada khususnya dan Timnas Indonesia U-17 pada umumnya. Pasalnya, legenda Chelsea yang saat ini berusia 56 tahun tersebut sudah sangat tidak asing dengan persepakbolaan Indonesia, khususnya tipikal para pemain muda yang dimiliki negeri ini.
Hal ini tak lepas dari perannya sebagai Direktur Teknis program Garuda Select, yang selama ini concern dalam memantau dan merekrut bakat-bakat muda Indonesia untuk dilatih di benua Eropa. Dengan pengalamannya menjadi direktur teknis Garuda Select hingga musim keenam ini, tentu feeling seorang Dennis Wise sudah sangat teruji dalam melakukan proses seleksi kelayakan pemain untuk Timnas U-17.
Kehadiran Dennis Wise ke tubuh Timnas Indonesia U-17 sendiri tentu akan menambah solid kekuatan tim seleksi. Pasalnya, sebelum kehadiran Wise, PSSI melalui sang ketua umum Erick Thohir telah menginstruksikan kepada dua sosok pelatih terbaik di Timnas Indonesia saat ini, yakni Shin Tae Yong dan Indra Sjafrie, untuk turun secara langsung dalam menyeleksi pemain.
Disadur dari laman suara.com kedua pelatih tersebut diminta untuk membantu coach Bima, dan melakukan proses penjemputan bakat pesepabola di sembilan kota di seluruh Indonesia. Sebuah hal yang sangat perlu diapresiasi, karena selama ini kita mengetahui bahwa baik Indra Sjafrie maupun Shin Tae Yong adalah dua sosok pelatih yang selalu memilih pemain berdasarkan kualitas dan kebutuhan tim.
Kini, dengan kehadiran sang legenda Inggris Dennis Wise, kita tinggal menunggu hasil terbaik dari kolaborasi empat sosok hebat ini di tubuh Timnas Indonesia U-17 proyeksi Piala Dunia mendatang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Tag
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
ANOC World Beach Games 2023 di Bali Batal, Erick Thohir Bahas Nasib Piala Dunia U-17
-
Perbandingan Nilai Pasar Thom Haye dan Mees Hilgers, Dua Keturunan Grade A Calon Pemain Timnas Indonesia
-
Harga Pasar Marselino Ferdinan Kian Melonjak, Deinze Bakal Jual demi Cari Untung?
-
PSSI Resmi Duetkan Shin Tae-yong dan Eks Chelsea untuk Susun Timnas Indonesia U-17
-
Komentari Shin Tae Yong, Pelatih Singapura: Indonesia Bakal Naik Level!
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual