Badminton Asia Junior Championships 2023 yang dihelat di Among Rogo Sports Hall, Yogyakarta, Indonesia telah menggelar laga semifinal untuk team event pada Senin (10/7/2023). Tim junior Indonesia yang dihadang Thailand berhasil persembahkan kemenangan sempurna 3-0.
Jadi pembuka laga, sektor ganda campuran kembali sumbang poin kemenangan perdana bagi tim junior Merah Putih. Adrian Pratama/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menang dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-15 atas Tanakorn Meechai/Fungfa Korpthammakit. Skor sementara 1-0 untuk tim Indonesia.
Setelah melakoni tiga gim yang ketat di perempat final, Alwi Farhan kembali terlibat drama rubber game kontra tunggal putra Thailand, Nachakorn Pusri. Kehilangan set pertama, Alwi Farhan berhasil membalik keadaan lewat kemenangan beruntun yang telak. Alwi menang rubber dengan skor 19-21, 21-8, 21-11 dan bawa keunggulan 2-0 untuk tim Indonesia.
Laga ketiga dari sektor tunggal putri jadi kunci kemenangan dan mengantar tim Indonesia melaju ke babak final. Mutiara Ayu Puspitasari sukses ungguli Saranporn Sombutwatthananukool usai laga rubber yang dramatis. Mutiara menang dengan skor akhir 17-21, 21-7, dan 21-18.
Kemenangan ini sekaligus mengantar tim junior Indonesia melaju ke partai puncak team event Badminton Asia Junior Championships 2023 untuk berebut gelar juara beregu campuran kontra Jepang. Sebelumnya, tim junior Jepang lolos ke babak final usai kandaskan tim Taipei dengan skor 3-1.
Tim junior Jepang sendiri merupakan peraih medali perak dalam gelaran Badminton Asia Junior Championships 2018. Sedangkan edisi tahun 2019, tim Jepang kembali gagal raih gelar juara pasca kandas di babak perempat final usai hadapi tim Thailand.
Sama-sama pernah masuk final dan gagal sabet medali emas, praktis gelaran Badminton Asia Junior Championships kali ini jadi momentum sekaligus ambisi yang tertunda bagi tim junior Indonesia dan Jepang.
Baca Juga
-
Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial
-
Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia
-
Ramai Tren "Stop the Wedding" di Medsos, Bukti Gen Z Makin Muak dengan Budaya Patriarki?
-
Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?
-
Beban Pajak Mencekik, Daya Beli Sekarat: Di Mana Batas Lelah Kelas Menengah?
Artikel Terkait
-
Pratama Arhan Jarang Dapat Menit Bermain di Tokyo Verdy, Nasibnya Berujung Kaya Elkan Baggott?
-
Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1, Eks Gelandang Timnas Indonesia Bongkar Rahasia RANS Nusantara
-
Effendi Simbolon Dipanggil PDIP Soal Beda Dukungan Capres, Prabowo: Itu Bukan Urusan Saya
-
Pratama Arhan Bucin Tingkat Dewa, Marshella Aprilia Disuruh Pindah Agama
-
Marselino Ferdinan Masuk Skuad Utama KMSK Deinze Bersama sang Kapten Hendrickx
Hobi
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
Terkini
-
Sinopsis 'One Year to Live, Buy a Man', Film Romcom Shibasaki Ko di Netflix
-
November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan
-
Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya
-
Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?
-
Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026