Lionel Messi adalah salah satu pemain sepak bola terbaik di dunia saat ini. Raihan 7 trofi Ballon D'or pun menjadi bukti. Namun tidak banyak yang tau bahwa Kapten Timnas Argentina tersebut pernah kehilangan gairah sepak bola saat memperkuat Paris Saint Germain (PSG).
PSG sendiri adalah klub raksasa Prancis milik Naseer Al Khelaifi. Lionel Messi sendiri terpaksa pindah ke ibu kota Paris karena klub lamanya, Barcelona sedang mengalami krisis finansial.
Bersama PSG, Messi sama sekali tidak dihormati seperti halnya saat berkostum Barcelona. Apalagi di sana juga masih ada Kylian Mbappe yang menjadi anak emas di PSG.
Selama memperkuat PSG, peforma Lionel Messi pun terlihat biasa-biasa saja. Dia bahkan sama sekali tidak disukai oleh supertor PSG sendiri. Hal ini karena pemain berjuluk La Pulga tersebut tidak mampu mempersembahkan trofi bagi klub yang bermarkas di Parc Des Princess.
Parahnya saat Lionel Messi menjadi bagian dari skuad PSG menjadi trio lini depan mematikan bersama Kylian Mbappe dan Neymar, pencapaian klub liga Prancis tersebut justru mengalami penurunan signifikan di ajang liga Champions Eropa
PSG dalam dua musim bersama Messi selalu terhenti di babak 16 besar Liga Champions. Sedangkan sebelumnya saat Messi belum bergabung peforma PSG jauh lebih baik yakni pernah mencapai final tahun 2020. Walaupun di partai puncak harus menyerah dari Bayern Munchen.
Selama dua tahun di PSG, Lionel Messi sudah tampil dalam total 75 laga resmi di seluruh kompetisi. Mantan pemain Barcelona tersebut mengukir 32 gol dan 35 assist.
La Pulga juga turut serta membantu PSG meraih 2 trofi Liga Prancis dan 1 trofi Piala Prancis. Namun pencapaian tersebut sama sekali tidak cukup, karena kendati tanpa Messi sekaligus Trofi tersebut selalu mendarat di Parc Des Princess.
Dilansir dari Sportskeeda, Messi memang mengakui bahwa bermain untuk PSG adalah hal yang paling sulit selama berkarier sebagai pesepak bola profesional.
"Ada dua tahun yang sulit. Saya kehilangan rasa saat bermain sepak bola" ujar Lionel Messi kepada Apple Tv seperti yang dikutip dalam laman Sportskeeda pada Kamis (24/8/2023).
"Perjalanan kembali memperkuat Timnas Argentina justru menjadi hal yang paling membahagiakan bagi saya" ujar Lionel Messi menambahkan.
Itulah sedikit banyak yang disampaikan oleh Lionel Messi. Ia juga berharap Inter Miami menjadi tempat yang tepat untuk tetap menikmati permainan sepak bola dalam level klub seperti halnya saat masih bermain untuk Barcelona.
Baca Juga
-
Mengenal Zahaby Gholy, Striker Indonesia yang Jadi Pemain Terbaik di Piala AFF U-16
-
Hanya Penghangat Bangku Cadangan, Pratama Arhan akan Susul Asnawi ke Liga Thailand?
-
Siap Bela Timnas Indonesia, Ini Dia Sosok Mauro Zijlstra
-
Ernando Ari Akui Hampir Jadi Korban Malpraktek Dokter Gadungan Timnas
-
Kalahkan Calvin Verdonk, Segini Harga Fantastis Thom Haye Usai Bela Timnas Indonesia!
Artikel Terkait
-
Magis Lionel Messi Bawa Inter Miami ke Final U.S. Open Cup 2023! Cetak 2 Assist Krusial
-
Bukan Lagi Messi, Cristiano Ronaldo Punya Rival dari India Jelang Debut di Liga Champions Asia
-
Menggali 5 Momen Terpenting dalam Riwayat Kehormatan Neymar bersama PSG
-
Bakal Tampil di Piala Dunia U-17 Indonesia, Wonderkid Barcelona Pecahkan Rekor LaLiga Spanyol
-
Cristiano Ronaldo Dilecehkan Akibat Lionel Messi, Liga Arab Saudi Turun Tangan
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club
-
Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?