Pemain muda Arema, Arkhan Fikri akhirnya mencatatkan menit bermain bersama timnas Indonesia senior. Pada laga kedua melawan Brunei Darussalam di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran pertama, pemain berusia 18 tahun tersebut masuk sebagai pemain pengganti.
Disadur dari laman lapangbolastats, pemain kelahiran 28 Desember 2004 tersebut masuk pada menit ke 72 dengan menggantikan pemain kunci lini tengah, Ricky Kambuaya. Namun sayangnya, selama 18 menit bermain di level senior, Arkhan Fikri belum bisa menunjukkan performa maksimal dan kualitas terbaik yang dimilikinya.
Sejatinya, hal tersebut tidaklah masalah, mengingat laga melawan Brunei Darussalam adalah laga perdananya. Dengan usia yang masih belum genap 19 tahun, Arkhan Fikri masih memiliki waktu yang panjang untuk berkembang ke top level permainannya sebagai seorang gelandang.
Menampilkan permainan kurang maksimal di laga debutnya, apa yang terjadi pada Arkhan Fikri sejatinya juga pernah dialami oleh Muhammad Ramadhan Sananta. Ketika menjalani laga debutnya di FIFA match day bulan September 2022 lalu, Sananta bahkan harus "berperang" dengan tiga lawan sekaligus.
Selain harus berperang dengan tim Curacao, Sananta kala itu juga harus berhadapan dengan rasa nervous yang dia rasakan, pun kondisi yang tak fit hanya beberapa saat saja setelah debut. Maka tak mengherankan jika pada akhirnya coach Shin kembali menarik keluar Sananta meski baru bermain 15 menit menjalani debutnya.
Namun, selepas rasa nervous yang terjadi padanya di laga debut, Sananta berhasil menjalani laga-laga selanjutnya dengan lebih baik. Di FIFA match day kedua bulan September, Sananta sudah mampu tampil dengan cukup baik di laga yang juga berhadapan dengan Curacao.
Tren positif Sananta pun berlanjut, hingga akhirnya bisa kembali menjadi bagian Timnas Indonesia di Piala AFF 2022 lalu. Bahkan, pada laga melawan Brunei Darussalam di fase grup, Sananta berhasil mencatatkan gol pertamanya bagi Timnas Indonesia di level senior.
Berkaca dari apa yang terjadi pada seorang Sananta, mungkin akan sangat tepat jika Arkhan Fikri belajar banyak dari sang penyerang. Terlebih, keduanya sempat memiliki pengalaman yang sama yakni menjalani debut kurang meyakinkan bersama Timnas Indonesia level senior, meskipun selalu tampil baik dan menjadi andalan di level junior.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Statistik Apik Shayne Pattynama, Pantas Main Reguler Gantikan Pratama Arhan di Timnas Indonesia
-
Jalani Debut, Arkhan Fikri Belum Mampu Tampilkan Mode Permainan Terbaiknya
-
Jadi Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Rapor Filipina di FIFA Matchday Oktober
-
Sandi Walsh Janji Bela Timnas Indonesia Bulan Mendatang, Netizen: Jaga Kesehatan
-
Batal Calonkan Diri, Erick Thohir Dukung Arab Saudi Jadi Host Piala Dunia 2034
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?