Hayuning Ratri Hapsari | Desyta Rina Marta Guritno
F1 (Instagram/@f1)
Desyta Rina Marta Guritno

Akhir pekan ini, ajang Formula 1 kembali berlanjut lewat seri GP China 2026 yang digelar di Sirkuit Internasional Shanghai. Setelah seri pembuka yang penuh drama di F1 GP Australia 2026, para pembalap kini kembali bersiap menghadapi tantangan berbeda.

Balapan yang berlangsung pada 13–15 Maret 2026 tersebut menjadi salah satu seri yang cukup dinanti karena menghadirkan format sprint race pertama pada musim ini. Dengan demikian, sesi kualifikasi pun juga akan dilaksanakan sebanyak 2 kali.

GP China 2026 diperkirakan akan kembali menghadirkan persaingan sengit di lintasan Shanghai. Para tim dan pembalap tentu ingin memanfaatkan seri ini untuk mengumpulkan poin penting sekaligus menjaga momentum di awal musim.

Mercedes

Performa 2 pembalap Mercedes di GP Australia 2026 lalu memang spektakuler, George Russell dan Kimi Antonelli mendominasi dengan start dan finish di posisi 1-2. Atas hasil ini, banyak orang menyebut keduanya sebagai favorit juara di Shanghai.

Kendati demikian, George Russell tidak menganggap enteng apa pun. Dia tetap mewaspadai tim-tim yang berpotensi menjadi ancaman bagi dia dan tim.

"Kita harus berjuang, Ferrari berada sangat dekat di belakang. Kita melihatnya di balapan, mereka sangat cepat. McLaren masih belum mendapatkan pembaruan besar dari uji coba musim dingin dan kami pikir mereka saat ini kelebihan beban. Saya yakin ketika McLarsn menghadirkan pembaruan, pengembangannya akan sangat cepat. Kami tidak menganggap enteng apa pun," ungkap Russell, dilansir dari situs resmi F1, formula1.com.

Ferrari

Jika diamati lagi, persaingan musim ini akan berjalan lebih kompetitif. Dapat kita lihat bagaimana duo Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, memberikan perlawanan sengit pada Mercedes hingga dapat finis di urutan 3-4.

Jelang GP China 2026 ini, baik Charles Leclerc optimis atas peluang Ferrari untuk melawan Mercedes seperti yang terjadi di Melbourne.

"Saya sangat berharap demikian (bersaing dengan Mercedes). Di sesi kualifikasi, dibutuhkan banyak kerja keras untuk mengubah keunggulan yang mereka miliki. Selisih delapan persepuluh detik di Melbourne benar-benar sangat besar," ujar Leclerc.

Di sisi lain, Lewis Hamilton masih belum yakin seratus persen bisa mengalahkan Mercedes, belum lagi dengan tim-tim lain yang pastinya siap melawan. Fokus Hamilton kini lebih kepada persiapan untuk memaksimalkan performa mobil.

Red Bull

Selain Mercedes dan Ferrari, masih ada Red Bull yang juga siap melawan. Red Bull tampil cukup impresif dengan Isack Hadjar yang finis di P3 dan Max Verstappen yang comeback dari P20 ke P6.

Usai GP Australia lalu, Max Verstappen dengan optimis menyatakan bahwa dia tidak khawatir dengan performa Mercedes yang gemilang pada saat itu.

"Saya bisa khawatir tentang itu, tapi itu tidak akan mengubah apa pun, kan? Saya tidak khawatir tentang itu. Kami hanya bekerja sebagai tim untuk mencoba menutup kesenjangan itu dan selangkah demi selangkah, mudah-mudahan kami bisa lebih kompetitif," kata Max.

McLaren

Sementara McLaren yang kurang garang di Albert Park kemarin masih dianggap mampu untuk bangkit dan kembali menjadi juara.

Salah satu momen yang amat ditunggu di GP China 2026 adalah penampilan Oscar Piastri. Setelah gagal melihat aksinya di seri pembuka Australia lalu akibat kecelakaan yang dia alami, Shanghai akan menjadi balapan perdana dan momen comeback untuk pembalap asal Negeri Kanguru tersebut.

Di sisi lain, rekan setimnya, Lando Norris, mengatakan bahwa McLaren perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik di Shanghai nanti.

"Mempelajari apa yang bisa kita pelajari dadi orang lain dan diri kita sendiri, dan melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik secara keseluruhan di Shanghai" jelas Norris.

Melihat kondisi dan persiapan dari 4 tim di atas, tampaknya mereka sama-sama optimis untuk bisa memberikan yang terbaik, tanpa menganggap remeh kekurangan mereka dan performa tim lain. Menurut kalian, siapa yang akan menang di Shanghai?