Setiap manusia akan mengalami fase perubahan dalam hidupnya. Perubahan yang akan mengantarkannya pada kedewasaan dan bagaimana cara memandang hidup ini dari beragam sudut pandang. Tentunya akan ada serentetan kejadian yang membuat seseorang itu mengalami perubahan-perubahan, baik itu kejadian yang menyedihkan maupun yang menyenangkan.
Beragam kejadian yang kita alami sehari-hari akan membuat kita berusaha beradaptasi dengan keadaan. Adaptasi, sebagaimana dipaparkan oleh Nisrina P. Utami dalam buku berjudul Adaptasi (Life in Transition) ini, bisa jadi bersifat sangat personal. Satu peristiwa kecil, bisa berarti sebuah peristiwa besar bagi orang lain. Dan bagi beberapa orang, tidak mudah untuk menyadari bahwa ternyata ia membutuhkan waktu dan kadang bantuan untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang dihadapi.
Perubahan memang selalu menyimpan drama. Terlebih bila berkaitan dengan kenyamanan kita selama ini. Misalnya, dari yang semula hidup dengan rasa nyaman dan aman, tiba-tiba ketika dihantam badai masalah, hidup yang kita jalani berubah menjadi tidak nyaman dan tidak aman. Sehingga membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang untuk kembali berbenah atau memperbaiki kondisi yang ada.
Dalam buku ini dijelaskan bahwa perubahan selalu diikuti oleh perasaan tidak nyaman. Kadang, kita sendiri kesulitan untuk mendeskripsikannya dengan kata-kata. Kadang pula, kita sendiri tidak menyadari bahwa kita sedang merasa tidak nyaman. Hingga kemudian, tubuh kita yang berbicara dan memberi tanda. Mulai dari jantung yang berdegup kencang, napas yang menjadi pendek-pendek, hingga perut yang tiba-tiba terasa sakit seperti melilit.
Berada di tempat dan situasi yang nyaman serta familier adalah sebuah kebutuhan dasar yang diharapkan setiap orang. Karena dari tempat yang nyaman dan aman, kita jadi belajar untuk mengeksplorasi hal baru. Kita jadi lebih membuka diri dengan tantangan dan hal-hal baru. Sebab kita selalu butuh tempat bersandar dan pulang untuk menghadapi perubahan yang tidak mudah untuk dilalui (halaman 5).
Tak ada yang tidak berubah dalam hidup ini. Bahkan teman yang dulu sangat dekat sekali pun, bisa jadi kemudian menjadi orang asing. Sebaliknya, orang yang dulu cuek bahkan menjadi musuh, tidak menutup kemungkinan kelak berubah menjadi sosok yang sangat perhatian dan akrab dengan kita.
Artinya, segala hal bisa terjadi. Setiap sesuatu bisa berubah oleh keadaan dan guliran waktu. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempersiapkan beragam kemungkinan yang akan terjadi dalam hidup ini.
Dari berbagai perubahan dalam hidup, tentunya setiap orang mendambakan perubahan ke arah yang lebih baik. Saya merasa sangat yakin bahwa tak ada satu manusia pun di dunia ini yang ingin berubah menjadi pribadi yang tidak baik atau negatif. Karena ciri-ciri orang yang beruntung dan bahagia adalah ketika hari yang dijalani hari ini lebih baik dari hari-hari yang sudah terlewati.
Buku karya Nisrina P. Utami, M.Psi., Psikolog yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo (Jakarta) ini menarik dijadikan sebagai sarana merenungi hidup atau refleksi diri. Harapan penulis, buku ini dapat menjadi salah satu teman yang membersamaimu untuk beradaptasi menghadapi perubahan yang sedang kamu lalui.
Baca Juga
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
Artikel Terkait
-
Kisah Salinem: Pengabdian Sunyi Abdi Dalem di Tengah Gejolak Sejarah Jawa
-
Novel Boulevard of Wedding Dreams: Cara Memaknai Cinta setelah Patah Hati
-
Jangan Menarik Cinta saat Kesepian: Bercermin di Buku Malioboro at Midnight
-
Komsi Komsa: Mengintip Konspirasi Sejarah Global Lewat Petualangan Sam
-
Mengungkap Kedok Maskapai Super Buruk di Novel Efek Jera Karya Tsugaeda
Ulasan
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
Terkini
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan