Pemain belakang andalan Timnas Indonesia, Jordi Amat kembali mendapatkan sorotan tajam terkait penampilannya. Pemain berdarah Indonesia-Spanyol tersebut kembali menyulut pertanyaan besar, karena lagi-lagi bermain flop bersama timnya.
Terbaru, pemain berusia 31 tahun tersebut tampil di bawah performa terbaiknya dalam kekalahan 0-5 Johor Darul Ta'zim dari Kawasaki Frontale di ajang Liga Champions Asia.
Menyadur kanal YouTube The AFC Hub, Jordi Amat yang dipasang sebagai bek tengah di barisan pertahanan JDT, tampil angin-anginan dan jarang sekali melakukan intersep penting untuk menjaga pertahanan timnya.
BACA JUGA: Guna Pulihkan Performa, PSIS Semarang Kembali Pinjamkan Pemainnya
Bahkan, terlihat jelas sang pemain berkali-kali gagal melakukan halauan bola, dan tak terlibat dalam proses pembangunan pertahanan JDT pada laga tersebut.
Maka tak mengherankan jika unggahan akun TikTok argulfootballclub memampang informasi mengenai sorotan tajam kepada sang pemain yang bermain buruk dan hanya mendapatkan rating di angka 5,9. Sekadar informasi, rating tersebut merupakan rating terendah di antara para pemain asing yang dimiliki oleh JDT.
Penampilan buruk yang ditunjukkan oleh Jordi Amat di gelaran Liga Champions Asia tentu menimbulkan sebuah pertanyaan besar. Sebenarnya apa yang tengah terjadi kepada mantan pemain Timnas Spanyol U-17 tersebut?
Sebuah pertanyaan yang sangat wajar, karena sebelum tampil buruk bersama JDT di laga melawan Kawasaki Frontale, Jordi Amat juga tampil buruk ketika membela skuat Garuda. Tak hanya dalam satu laga, Jordi bahkan bermain buruk dalam dua laga awal babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua.
BACA JUGA: AC Milan dan PSG Gagal Manfaatkan Peluang, Persaingan Grup F Makin Seru
Di laga melawan Irak pada 16 November 2023, Jordi yang diharapkan menjadi tembok kokoh di lini pertahanan Indonesia, justru melakukan gol bunuh diri ke gawang Nadeo Argawinata. Sementara di laga kedua melawan Filipina pada 21 November 2023, lagi-lagi Jordi Amat bermain ceroboh, di mana bola penguasaannya di lini tengah Indonesia, berhasil diserobot pemain lawan dan berujung gol ke gawang Ernando Ari Sutaryadi.
Hal ini menjadi sebuah anomali tersendiri bagi seorang Jordi Amat. Karena kita tahu, pemain yang satu ini memiliki kualitas mumpuni yang kelasnya jauh di atas performa yang dia tunjukkan dalam tiga pertandingan terakhir.
Kualitas kelas dunia yang dimilikinya seakan hilang di tiga laga ini, hingga mengakibatkan hasil minor bagi tim yang dibelanya.
Semoga segera membaik Jordi! Timnas Indonesia masih membutuhkan kualitasmu!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Punya Pengalaman Buruk Gonta-ganti Pelatih, Bambang Pamungkas Tak Setuju jika Shin Tae-yong Mendadak Dipecat
-
Chow Yun Damanik Diincar Timnas Swiss, Bima Sakti: Dia Punya Kualitas
-
Dokter Timnas Indonesia Buka Suara Kepastian Naturalisasi Jay Idzes saat Dia Lagi Idap Penyakit Ini
-
Dikritik Sang Pelatih, Asnawi Mangkualam Catatkan Statistik Cukup Apik di Jeonnam Dragons
-
Timnas Indonesia Bisa Tertikung, Singapura Incar Park Hang-seo
Hobi
-
Jorge Martin: Aprilia akan Dukung Saya Sepenuhnya Demi Gelar Juara Dunia
-
4 Pembalap MotoGP Ini Tampil di Luar Prediksi pada Paruh Pertama Musim 2026
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste
-
Bawa Garnacho dan Abraham, Aston Villa Siap Uji Mental Indonesia All Stars
Terkini
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"