Pasca membawa Timnas Indonesia senior berjaya di dua pertandingan terakhir melawan Vietnam, pelatih Shin Tae-yong kini beralih fokus ke Timnas Indonesia U-23.
Hanya dalam hitungan hari, pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut harus sudah bisa mempersiapkan skuat terbaiknya untuk mengarungi kerasnya gelaran Piala Asia U-23 yang akan digelar di bulan April mendatang.
Sejatinya, jika berkaca pada kekuatan Timnas Indonesia senior saat ini, terdapat belasan nama pemain Timnas Utama yang bisa dipanggil untuk memperkuat Pasukan Muda U-23.
Menyadur laman transfermarkt pada Minggu (31/03/2024), setidaknya terdapat 16 nama pemain yang masih berusia di angka 23 tahun dan di bawahnya.
Nama tersebut bahkan belum termasuk pemain belakang andalan Pasukan Merah Putih yang membela Bristol, Elkan Baggott.
Sehingga dengan demikian, jumlah total pemain berusia 23 tahun dan dibawahnya yang menjadi andalan coach STY ada di angka 17, yang tentunya sudah melebihi sebelas awalan dalam sebuah pertandingan sepak bola.
Namun sayangnya, dari sejumlah pemain tersebut, sebagian di antara mereka berstatus sebagai pemain abroad, sehingga hal ini tentu membuat pemanggilan ke Timnas Indonesia U-23 akan lebih sulit karena gelaran bukanlah termasuk kalender resmi FIFA.
Namun demikian, kans Timnas U-23 untuk diperkuat para pemain abroad tersebut masih terbuka sangat lebar. Pasalnya, tak semua pemain tersebut merupakan andalan dari tim yang dibelanya.
Para pemain abroad yang sejauh ini berstatus bukan sebagai pemain reguler, tetap memiliki peluang besar untuk memperkuat Timnas Indonesia, karena pihak klub tak memiliki urgensitas tinggi terhadap jasa mereka dalam permainan tim.
Mungkin, nama-nama seperti Pratama Arhan, Ivar Jenner, Rafael Struick hingga Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan akan dilepas oleh klub masing-masing ke Timnas Indonesia, namun untuk pemain seperti Elkan Baggott dan Justin Hubner, PSSI tentu membutuhkan lobi-lobi kelas atas untuk bisa membuat mereka menjadi bagian dari skuat di Qatar pada bulan depan.
Jadi, sejatinya peluang Timnas U-23 untuk diperkuat para pemain abroad masih terbuka sangat lebar. Namun tentunya, dibutuhkan lobi-lobi kelas tinggi dari PSSI kepada pihak klub tempat para pemain bergabung, terlebih bagi mereka yang menjadi andalan klubnya masing-masing.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Pratama Arhan Belum Dapat Tempat, Suwon FC Dibantai 4 Gol di Markas Sendiri
-
Kim Sang Sik, Orang Dekat Shin Tae-yong Dijagokan Jadi Pelatih Timnas Vietnam, Seberapa Hebat Dia?
-
Asnawi Mangkualam Ditarik Keluar di Akhir Laga, Port FC Tak Bisa Kalahkan Lamphun Warriors
-
Kabar Menyakitkan! Klub Ivar Jenner Dibantai 5 Gol, Jong Utrecht Dipermalukan di Eerste Divisie
-
2 Fakta Jay Idzes Jadi Bintang Pilihan AFC di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?
-
Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil
-
Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik
-
Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds
-
Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4