Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi laga hidup mati di gelaran Piala Asia U-23. Melansir laman the-afc.com, Pasukan Muda Merah Putih harus bisa minimal meraih hasil imbang saat bersua dengan Yordania di fase penyisihan grup A.
Tak hanya sekadar meraih poin pada laga penentuan, pertandingan terakhir di fase grup ini juga akan menjadi arena pembuktian dari janji ketiga yang pernah diucapkan oleh Shin Tae-yong. Lantas, janji apa sajakah yang pernah diungkapkan oleh STY?
1. Janji Lolos 16 Besar Piala Asia 2023
Janji pertama yang pernah disampaikan oleh coach Shin Tae-yong adalah ketika dirinya berani menargetkan untuk membawa Timnas Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023. Melansir laman Suara.com (26/1/2024), coach Shin menyatakan bahwa dirinya siap dan yakin membawa Indonesia lolos ke fase gugur untuk kali pertama sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Asia.
Dan hasilnya pun terbukti, Pasukan Merah Putih berhasil menembus babak 16 besar Piala Asia melalui jalur runner-up terbaik, meskipun harus terhenti di babak 16 besar saat kalah dari Australia.
2. Janji Raih Kemenangan di Hanoi Setelah 20 Tahun
Janji kedua yang pernah dilontarkan oleh STY adalah, dirinya menjanjikan Pasukan Merah Putih untuk meraih kemenangan di laga away melawan Vietnam. Menyadur laman pssi.org (20/3/2024), pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut yakin bahwa anak asuhnya bakal mampu mengalahkan Vietnam di dua laga lanjutan Piala Dunia 2026, baik ketika bermain di Jakarta maupun saat bermain di Hanoi.
Hasilnya pun dapat kita ketahui bersama, STY bersama Pasukan Garuda berhasil mengalahkan Vietnam 1-0 di Jakarta dan menghantam Vietnam dengan skor 3-0 saat bertandang ke markas sang lawan.
3. Janji Lolos 4 Besar Piala Asia U-23
Janji ketika yang pernah dicanangkan saat bersama Timnas Indonesia adalah dirinya yakin bisa membawa Pasukan Muda Merah Putih melaju ke babak 4 besar gelaran demi mengamankan tiket menuju Olimpiade Paris 2024.
Namun, untuk merealisasikan janjinya tersebut, coach Shin harus memulainya dengan meraih poin atas Yordania di laga ketiga fase penyisihan grup A. Dengan meraih minimal satu poin dari Yordania, maka dapat dipastikan jika Pasukan Garuda Muda akan melaju ke babak 8 besar, dan janji dari STY tinggal setahap lagi terealisasi.
Lantas, bisakah STY menjadikan janji ketiga darinya itu nyata? Tentu saja kita nantikan bersama!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia U-23 vs Yordania, Shin Tae-yong Siapkan Justin Hubner Sebagai Starter
-
Jelang Bentrok Timnas Indonesia U-23 vs Yordania, Marselino Ferdinan Perlihatkan Mental Baja
-
Justin Hubner Fit, Ini 3 Skenario Lini Belakang Timnas Indonesia U-23, Siapa Dipilih STY?
-
Media Vietnam Soroti Peluang Timnas Indonesia U-23 Cetak Sejarah di Piala Asia U-23 2024
-
Segini Gaji Bung Towel dari Youtube, Makin Laris Gegara Konten Timnas?
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled
-
Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja
-
Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang
-
Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup
-
Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z